Selasa, 16 Oktober 2012

Bamboo arandinaria japonica as a hedgerow


bamboo arandinaria japonica
bamboo plant can be used as a garden that serves as the fence is part of the urban lifestyle, there are some
bamboo Arandinaria japonica
Bamboo plant this one is kind of a unique bamboo plants, can grow perpendicular to the height of 10 meters to the tip of the leaf, of the characteristics of bamboo plants arandinaria japonica is
    1. 5cm diameter rod between -6 cm
    2. The distance between the segment range of 20 cm - 30 cm
    3. Thick meat between 1cm-2cm
    Japonica arandinaria bamboo fencing can be used as a very powerful, serves as a dust barrier of air pollution that are reliable, can also reduce vehicle noise,
    The perimeter road to the park is usually made of plant material fence, bambo arandinaria japonica can be used as a hedge plant
    1. Prepare bamboo seedlings arandinaria japonica, the plants that did not survive too old / young
    2. Cut stems of bamboo seedlings along 3m
    3. Three sticks of bamboo seedlings arandinaria japonica bound together 
    4. Prepare a friable soil as deep as 30 cm
    5. Bamboo arandinaria japonica planted in an upright position
    6. Plant bamboo seedlings spaced 15-20cm clumps
    7. Flops with split bamboo and tied with rope at a height of 1 m from the ground
    Reproduce bamboo arandinaria japonica
      1. tillers or shoots
      2. Cuttings
        Japonica arandinaria bamboo can thrive even in a hot place well planted in lowland or upland, nice plants used as a hedge plant

        Rabu, 10 Oktober 2012

        Rumput Golf sebagai material lapangan sepak bola dan taman

        Rumput golf sebagai material lapangan sepak bola dan taman

        NAMA 
        BIBIT 
        BUDIDAYA
        KETERANGAN
        Lempengan 
        Nursery golf standar
        Di tanah
        • Disiapkan untuk kebutuhan landscape/ penghijauan

        • Dijual dalam bentuk lempengan/ dipacul

        • Ditanam dalam bentuk lempengan

        • Bentuk; Daun,batang,akar dan media tanah merah

        • Harga Rp. 25.000,-/m
        Vertikat 
        Nursery golf standar
        Di pasir
        • Disiapkan untuk kebutuhan putting green standar

        • Dijual dalambentuk bibit

        • Ditanam dengan cara disebar layaknya biji

        • Bentuk; Daun, batang

        • Harga Rp.65.000,-/m
        Shoding
        Nursery golf standar
        Di pasir
        • Disiapkan untuk kebutuhan putting green standar

        • Dijual dalambentuk lempengan atau bahkan gulungan

        • Ditanam dengan cara ditempelkan

        • Bentuk; Daun, batang,media pasir,akar

        • Harga Rp.400.000,-/m
        Spon/Aerator
        Nursery golf standar
        Tanah
        • Disiapkan untuk kebutuhan putting green standar

        • Ditanam dengan disebar

        • Bentuk; bulat ada, batang,media pasir,akar

        • Harga Rp.60.000,-/m
        Rumput golf sebagai material lapangan sepak bola standar dan taman

        Putting green

        putting green

        Putting green yang selama ini kita kenal adalah putting green yang ada di lapangan golf luas, putting green seperti itu juga bisa kita buat di tempat disekitar kita misalnya rumah kita

        Untuk membuat putting green di rumah kita sebenarnya dapat memiliki dua fungsi, yaitu

        1. dapat dijadikan penghias selayaknya taman, ini akan memiliki nilai prestisus tersendiri, 
        2. dapat dijadikan tempat untuk bermain bola golf
        rumput golf
        Rumpug Golf Untuk material Putting Green
        Membuat putting green di tempat yang tersedia di rumah kita atau villa atau tempat tempat privat kita bisa saja dilakukan, hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan material untuk membuat putting green yang tepat dan dilakukan dengan teknik pekerjaan yang benar
        material yang perlu kita perhatikan dalam pembuatan putting green, salah satu yang berpengaruh tersebut adalah rumput yang akan dipergunakan sebagai material pembuatan putting green, rumput golf atau rumput manila atau rumput bermuda, atau rumput cynodon datylon.
        Tetapi tidak hanya rumput yang digunakan yang diperlukan dalam pembuatan putting green, masih ada material yang lain yang tidak kalah penting.

        Selasa, 09 Oktober 2012

        Tanaman Hias Walisongo daun lebar

        tanaman walisongo
        TANAMAN WALISONGO DAUN LEBAR
        Tanaman walisongo daun lebar adalah salah satu nama tanaman hias, yang memiliki nama latin atau nama ilmiah Schefflera actinophylla 

        Tanaman hias yang bila ditanam di pot dapat untuk dijadikan dekorasi ruangan atau indoor plant ini sebenarnya adalah jenis tanaman besar, atau tanaman perdu, karena dapat hidup dengan ketinggian bisa mencapai 8 meter

        Bahkan di daearah Florida dan juga Hawai yaitu wilaya bagian dari negara USA atau America Serikat sana termasuk tanaman liar yang harus dikendalikan atau diberantas

        Budidaya dan cara perkembang biakan tanaman hias walisongo daun lebar

        biji walisongo
        BIJI TANAMAN WALISONGO
        Ditingkat petani tanaman hias, tanaman ini adalah komuditi atau barang yang memiliki nilai jual, pembudidayan tanaman ini tidak sulit, cara berkembang biaknya adalah dengan dua cara yaitu
        1. Stek; cukup dengan memotong batang yang tidak terlalu tua tetapi tidak terlalu muda
        2. Biji; cara perkembangbiakan konvensional yang tidak terlalu sulit dengan biji 
        3. Cangkok; untuk menghasilkan bentuk tanaman yang di inginkan

        Harga tanaman walisongo

        Tanaman hias walisongo pada petani pembudidaya dijual dengan harga  Rp.20.000,- sampai 300.000,- bervariasi tergantung ukuran dan tingkat keindahannya

        Tanaman hias walisongo daun lebar ini adalah material taman yang bagus, dapat hidup di daerah yang gersang maupun basah, hidup dengan baik walaupun di daerah lereng pegunungan yang kering, di kebun bisa dijadikan tanaman peneduh yang tidak banyak menghasilkan sampah daun

        Minggu, 07 Oktober 2012

        Budidaya Buah Naga

         
        Tanaman Buah Naga termasuk tanaman tropis dan dapat beradaptasi dengan berbagai lingkungan tumbuh dan perubahan cuaca seperti sinar matahari dan curah hujan. Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan buah naga sekitar 60 mm/bln atau 720 mm/tahun. Pada curah hujan 600-1.300 mm/tahun tanaman ini juga masih bisa tumbuh. Tetapi tanaman ini tidak tahan dengan genangan air. Hujan yang terlalu deras dan berkepanjangan bisa menyebabkan kerusakan tanaman terutama pembusukan akar dan merambat sampai pangkal batang. Intensitas sinar matahari yang dibutuhkan sekitar 70-80 %, karena itulah tanaman ini sebaiknya ditanam dilahan tanpa naungan dan sirkulasi udara juga baik.
        Tanaman ini lebih baik pertumbuhannya bila ditanam didataran rendah antara 0-350 m dpl. Suhu udara yang ideal antara 26-36 derajat Celcius dan kelembaban 70-90 %. Tanah harus ber-aerasi dengan baik dengan derajat keasaman (pH) 6,5 – 7.
        Agar tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan maksimal, media tumbuhnya harus subur dan mengandung bahan organik cukup dengan kandungan kalsium tinggi. Drainase harus berjalan baik dan bersifat porous karena tanaman ini tidak tahan genangan air. Bahan organic yang digunakan harus benar-benar matang karena berfungsi menyangga kation dan aktivitas mikroorganisme dan penyedia hara. Beberapa bahan yang bias digunakan antara lain pupuk kandang, kompos, dan sekam. Media juga sebaiknya dicampur bahan anorganik seperti pasir dan bubuk bata merah yang berfungsi untuk memperlancar aerasi dan drainase. Dan yang perlu diperhatikan media tidak boleh mengandung garam.
        adapu khasiat dari tanaman buah naga adalah :
        1. Penyeimbang kadar gula darah.
        2. Membersihkan darah.
        3. Menguatkan ginajal.
        4. Menyehatkan lever.
        5. Perawatan kecantikan.
        6. Menguatkan daya kerja otak.
        7. Meningkatkan ketajaman Mata.
        8. Mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan.
        9. Mensatbilkan Tekanan Darah.
        10. Mengurangi Keluhan Keputihan.
        11. Mengurangi Kolesterol dan mencegah Kanker usus.
        12. Mencegah Sembelit dan Memperlancar Feses.
        Berikut adalah cara budidaya tanaman buah naga :
        Persiapan Lahan buah Naga
        Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentulk lingkaran untulk penopang dari cabang tanaman
        Sebulan sebeium tanam, terlebi dahulu dibuatkan Wbang tanan dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga.
        Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 – 10 kg dicampur dengan tanah
        Persiapan bibit dan penanaman Buah Naga
        Buah naga dapat diperbanyak dengan cara :
        Stek dan Biji
        Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang  dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
        Setelah bibit berumur ? 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.
        Pemeliharaan Buah Naga
        Pengairan Buah Naga
        Pada tahap awal perturnbuhan pengairan dilakukan 1 – 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan
        Pemupukan Buah Naga
        Pernupukan tanaman diberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak   5 – 10 Kg.
        Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
        Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial. Pembersilhan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman
        Pemangkasan Buah Naga
        atang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga ( sekitar 2 m ), clan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.
        Panen Buah Naga
        Setelah tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri – ciri warna kulit merah mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar. 
        Dalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 – 650 gram  Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September hingga Maret  Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 – 20 tahun

        Budidaya Anggur

         
        PENDAHULUAN
        Produksi anggur
        ( Vitis sp.) di Indonesia belum optimal. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi anggur secara kuantitas, kualitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3) untuk bersaing di era pasar bebas.

        SYARAT TUMBUH
        Ketinggian 25-300 m dpl, suhu 25-310 C, kelembaban udara 75-80 %, intensitas penyinaran 50% - 80%, 3-4 bulan kering, curah hujan 800 mm/tahun dan pH tanah 6-7. Tipe tanah : liat dan liat berpasir (alluvial dan grumosol).

        PERSIAPAN LAHAN
        1. Bersihkan lahan, cangkul/bajak sampai gembur.
        2. Pengapuran pada tanah masam dosis 5 ton/ ha.
        3. Buat saluran pemasukan dan pembuangan air irigasi
        4. Buat lubang tanam 60x60x50 cm / 75x75x70 cm, jarak tanam 3 x 3 m / 5 x 4 m, keringanginkan + 2-4 minggu, isikan tanah lapisan bawah ke dasar lubang.
        5. Campurkan tanah lapisan atas : pupuk kandang ( + 20-40) : pasir perbandingan 1:1:2 serta Natural GLIO + 5-10 gram/lubang dan isikan ke lubang bagian atas.

        PENYIAPAN BIBIT
        Bibit siap tanam umur 1,5 - 2 bulan, perakarannya 5-10 cm, tumbuh sehat, bertunas dua. Kebutuhan bibit jarak tanam 3 x 3 cm sebanyak 890 batang/ha, jarak tanam 5 x 4 cm sebanyak 500 batang/ha. Sebulan sebelum tanam, bibit anggur terpilih diadaptasikan di sekitar lahan

        PENANAMAN
        Waktu tanam di akhir musim hujan (April-Juni). Siram bibit dng POC NASA (1-2 ttp/10 lt air) + 1 minggu sebelum tanam. Beri naungan sementara. Semprot POC NASA 1-2 ttp/tangki/10 hari hingga usia + 3 bulan setelah tanam.

        PENGAIRAN
        Pengairan tanaman muda 1-2 kali sehari dan dewasa 3 hari sekali. Tiga minggu sebelum dipangkas, pengairan dihentikan dan 2-3 hari setelah pemangkasan air diberikan kembali. Pengairan setelah pemupukan dan dihentikan menjelang pemetikan buah.

        PENYIANGAN DAN PENDANGIRAN
        Lahan dijaga kebersihannya dari gulma dan penggemburan tanah (Pendangiran) dilakukan sebulan sekali agar bidang oleh tetap bersih dan gembur.

        PEMUPUKAN
        Pemupukan disebar dan dicampur merata tanah secara melingkar sejauh 25 cm dari batang lalu ditutup dan diairi atau dengan cara pengocoran pupuk
        Pemupukan berdasarkan umur tanaman, yaitu :
        a. Tanaman Muda sampai umur 6 bulan (per pohon)


        No

        Umur Tanaman

        Jenis dan Dosis Pupuk
        Per pohon

        1

        10 hari – 3 bulan, interval 10 hari sekali

        Urea 7,5 gr atau ZA 10 gr, tiap kali pemupukan

        2

        > 3 – 6 bulan, interval 15 hari sekali

        Urea 15 gr atau ZA 20 gr tiap kali pemupukan

        3

        Tiap 1 bulan sekali

        SUPER NASA 1-2 sendok makan (s.m.)/ 10 liter air

        b. Tanaman Umur 6 bulan sampai 1 tahun (per pohon)

        No

        Umur Tanaman

        Jenis dan Dosis Pupuk
        Per Pohon

        1

        > 6 bulan

        Pukan 30 kg atau SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 22,5 gr atau ZA 30 gr

        2

        9 bulan

        SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 33,75 gr atau
        ZA 45 gr

        3

        12 bulan

        Pukan 60 kg atau SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 50 gr atau ZA 60 gr
        Catatan:
        - Pemberian SUPERNASA dikocorkan.
        - Akan lebih optimal penyemprotan POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 tutup) per tangki .

        Tanaman Produktif Berbuah (lebih dari 4 tahun)
        Pemupukan 3 kali setahun (April, Agustus,Desember). Dosis tiap kali pemupukan 600 gr Urea + 300 gr TSP + 375 gr KCl + SUPER NASA 1-2 sdm/10 lt/ pohon

        PEMBUATAN RAMBATAN
        Perlu pembuatan rambatan dengan model :
        1. Model Para-para, tiang para-para dipasang sesuai jarak tanam anggur dengan ketinggian 2 - 3,5 m dan dipasang para-para berupa anyaman kawat atau bilah bambu atau kayu, jarak mata anyaman + 40 cm.
        2. Model Pagar/Kniffin, dibuat berbentuk pagar. Jarak antar tiang 3-5 m dan ketinggian 150-200 cm, hubungkan dengan kawat yang dipasang mendatar sebanyak 2-3 jajar. Kawat pertama dibagian bawah letaknya 60 cm dari permukaan tanah, dan kawat diatasnya berjarak 70 cm.
        3. Model perdu, berupa pohon atau kayu biasa, kemudian bagian atasnya dipasang tempat penyangga sepanjang 2 m dan lebar 2 m.
        Pemasangan rambatan dilakukan sebelum tanaman dipangkas dan dibentuk.

        PEMANGKASAN DAN PEMBENTUKAN POHON
        1. Waktu pemangkasan yang tepat berumur 1 tahun.
        2. Usahakan tiap pohon punya batang pokok, cabang primer , sekunder dan tersier.
        3. Potong batang tanaman setinggi para-para, sehingga tumbuh tunas baru (cabang primer).
        4. Dua minggu cabang yang tumbuh memanjang lebih kurang 1 meter segera dipangkas pada bagian ujungnya agar tumbuh tunas baru (cabang sekunder).
        5. Cabang sekunder yang panjang 1 meter dipangkas titik tumbuhnya agar tumbun tunas baru (cabang tersier).
        6. Cabang tersier inilah yang menghasilkan buah.
        7. Ciri cabang siap dipangkas, ujung tunasnya mudah dipatahkan, dan apabila dipangkas meneteskan air, cabang berwarna coklat.
        8. Perhatikan ciri visual mata tunas yang dipangkas, mata tunas vegetatif bentuknya runcing dan generatif tumpul.
        9. Cara pemangkasan anggur yaitu :
        10. Pangkas pendek, sisakan 1-2 mata
        11. Pangkas sedang, sisakan 3-6 mata
        12. Pangkas panjang, sisakan 7 atau lebih mata

        PENGELOLAAN BUNGA DAN BUAH
        - Pangkas pembuahan dilakukan 2 tahap setahun yaitu bulan Maret - April dan Juli - Agustus dan dilakukan pada cabang-cabang tersier yang telah berumur 1 tahun
        - Cabang-cabang yang tumbuh subur dipangkas dan sisakan 4-10 mata tunas, sedang cabang yang kurang subur sisakan 1-3 mata tunas
        - Cabang/ranting sisa pemangkasan dibentangkan dan diatur merata di seluruh permukaan para-para, lalu diikat ke kanan dan kiri dengan tali.
        - Semprot dengan HORMONIK dosis 1-2 tutup per tangki setelah dipangkas setiap 7-10 hari sekali
        - Pelihara 3 malai bunga tiap tunas dan potong tunas baru yang tumbuh di atas bunga sampai terbentuk bakal buah
        - Jarangkan buah pada dompolan 50% - 60 %, yaitu waktu ukuran buah sebesar biji asam dengan mengambil butir-butir buah yang letaknya berhimpitan, bertangkai panjang, abnormal, rusak dengan gunting kecil yang steril.
        - Jika musim hujan, pasang atap plastik putih pada para-para dan bungkus buah dengan kantong plastik atau kertas semen

        PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
        A. Hama
        - Kutu Phylloxera (Phylloxera vitifoliae), mengisap cairan akar dan daun. Gejala : didaun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil, akibatnya tumbuh kerdil, layu dan buah sedikit. Pengendalian: pangkas tanaman terserang dan bakar, semprot Natural BVR atau PESTONA

        - Tungau Merah (Tetranychus sp.), bercak-bercak kuning pada daun dan berubah hitam, akibatnya kerdil dan buah berkurang. Pengendalian; semprot Natural BVR atau PESTONA

        - Ulat kantong (Mahasena corbetti), memakan bagian atas permukaan daun, terjadi lubang-lubang kecil pada daun. Pengendalian ; Pangkas dan potong tanaman terserang berat dan dibakar lalu semprot dengan PESTONA + POC NASA

        - Kumbang Daun (Apogonia destructor), memakan atau merusak daun, kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun. Pengendalian : pasang lampu perangkap dan musnahkan, semprot PESTONA

        - Ulat grayak (Spodoptera sp.), menyerang daun hingga rusak dan berlubang. Pengendalian; Semprot dengan Natural VITURA

        - Ngengat buah anggur (Paralobesia viteana atau Grape Berry Moth), larva memakan bunga dan buah yang masih pentil dan tua sehingga buah tidak normal. Pengendalian; Buang buah rontok dan bakar, semprot PESTONA paling lambat 14 hari sebelum panen
        Hama lain seperti rayap, tikus, burung, tupai dan kelelawar. Pengendalian : sanitasi kebun, bungkus buah, menghalau hama dan pasang perangkap

        B. Penyakit
        - Tepung Palsu (Downy mildew), jamur Plasmopora viticola, menyerang batang muda, sulur, tangkai buah dan butir buah. Pengendalian; kurangi kelembaban kebun (dipangkas), potong dan musnahkan tanaman terserang, pasang naungan, Natural GLIO+gula pasir.

        - Cendawan Tepung (Powder mildew), jamur Uncinula necator, menyerang semua stadium pertumbuhan. Daun menggulung ke atas dan bentuk abnormal ditutupi tepung berwarna kelabu sampai agak gelap, batang sakit coklat. Pengendalian : semprot Natural GLIO+ gula pasir.

        - Bercak Daun (Cercospora viticola dan Alternaria vitis), timbul bercak-bercak coklat dan bintik-bintik hitam sehingga tunas dan daun kering dan rontok. Pengendalian; Sanitasi kebun, mengurangi kelembaban kebun, potong dan musnahkan daun terserang, semprot dengan Natural GLIO

        - Karat Daun, jamur Physopella ampelopsidis, terdapat tepung berwarna jingga pada sisi bawah daun dan pada sisi atas daun ada bercak-bercak hijau kekuningan dan seluruh permukaan tertutupi lapisan tepung sehingga daun kering dan rontok. Pengendalian : Pangkas daun sakit dan semprot dengan Natural GLIO + gula pasir

        - Busuk Hitam (Black Rot), jamur Guignardia bidwelli, bercak-bercak kecil berwarna putih pada buah hampir matang dengan warna tepi coklat, kemudian busuk buah mengendap dan mengeriput hitam seperti “mummi”. Pengendalian : Pangkas bagian sakit, kurangi kelembaban, bungkus buah, Natural GLIO + gula pasir

        - Kudis (Scab), Jamur Elsinoe ampelina, menyerang semua bagian tanaman. Bercak kelabu dengan tepi coklat kemerahan, kemudian daging buah mengeras dan berkudis. Pengendalian : Pangkas bagian yang sakit, sanitasi kebun, semprot Natural GLIO + gula pasir

        - Busuk Kapang Kelabu (Gray Mould Rot), jamur Botrytis cinerea, berkembang pada saat buah anggur menjelang masak. Buah berwarna cokelat tua, keriput dan busuk. Pengendalian : Penanganan panen dan pasca panen yang baik, semprot Natural GLIO+gula pasir.

        Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum dapat mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (1/2 tutup) per tangki

        PANEN
        Panen setelah umur 1 tahun, dan buah berikutnya kontinyu 1-2 kali setahun tergantung pangkas buah.

        Budidaya Srikaya

        SRIKAYA  adalah tanaman tropis yang bisa juga ditanam di daerah sub tropis. Tanaman ini bisa tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl, pda berbagai kondisi tanah yang dilengkapi sistem drainase yang baik.
              Pada umumnya tanaman srikaya bagus ditanam pada kawasan yang terkena sinar matahari secara penuh. Ini akan menghasilkan pertumbuhan dan produksi buah terbaik. Pilihlah bagian tanah yang jauh dari pohon lain dan bangunan. Pohon srikaya dapat tumbuh setinggi 6,1 m apabila tidak  dipangkas untuk menggendalikan ukurannya.
              Kondisi pertumbuhan optimal untuk tanaman srikaya ini tampaknya adalah kawasan yang memiliki suhu antara 73 – 94oF (23-34oC), dengan tingkat kelembaban relayif/relative humidity (RH) 70% atau lebih tinggi.
              Tanaman srikaya mungkin dapat bertahan pada kondisi kekeringan yang panjang. Tapi kalau itu terjadi maka pertumbuhannya akan melambat dan daunnya romtok yang menyebabkan produksi buah berjurang. Secara umum tekanan kekeringan yang panjang mungkin akan mengurangi jumlah buah, ukursn bush, dan mengurangi hasil panen. Kelembaban rendah (<70% RH) ketika sedang berbunga mungkin akan mengurangi buah.
              Tanaman srikaya tidak toleran terhadap kondisi tanah banhir atau basah berlebihan. Banjir antara 7-10 hari mungkin akan mengakibatkan kematian tanaman. Gejala tekanan banjir meliputi leaf chlorosis (daun menguning), daun dan tunas kerdilm daun layu dan menjadi coklat, daun berguguranm ranting mati, dan kematian pohon.
              Hawa yang sangat dingin akan mengganggu dan bahkan mematikan tanaman srikaya. Tanaman srikaya paling baik berkembang pada suhu hangat sampai panas. Pohon muda yang tidak dilindungi akan rusak berat dan bahkan mati pada temperatur 30 -32oF (0 -1 oC). Pohon dewasa mungkin akan bisa bertoleransi dalam periode pendek temperatur antara 28 – 29oF (-2 oC) tanpa rusak berar tapi akan rusak dan mati pada temperatur 26 – 28oC (-2.2 -3.3oC).
              Tanaman muda dapat berkembang lebih memuaskan pada wilayah yang terlindung dari hembusan angin. Angin yang konstan akan mendistori tajuk pohon, membuat perawatan dan pemangkasan lebih sulit. Angin yang kuat bersama dengan beban tanaman yang berat akan mengakibatkan kerusakan cabang. Tanaman srikaya memiliki sistem akar yang relatif lemah dan cetek. Maka dari itu, ada resiko pohon tumbang atau akar tercabut ketika terjadi angin badai. Bahkan walaupun tidak tumbang dan akar tidak tercabut akan terjadi kerusakan akibat angin yang sangat kuat. Akibat kurang kokohnya pohon dan pemulihan yang gagal.
              Kekeringan dan angin selama berbunga ,ungkin mengurangi jumlah buah dan mungkin buah bisa rusak karena angin kencang selama pengembangan buah.
              Tanaman srikaya juga tidak toleran terhadap kondisi air dan tanah asin. Gejala tekanan air asin meliputi kematian daun, daun menjadi coklat dan berguguran, ranting mati kembali, dan bahkan kematian pohonM.
                    Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik pada tanah yang dilengkapi sistem pengairan yang baik. Termasuk apabila tanaman ini di tanam di tanah berpasir dan tanah kapur. Pohon pada tanah lumpur cenderung tumbuh lebih kokoh tapi menghasiljan sedikit buah karena kandungan nitrogen alamiah yang tinggi. Pohon srikaya tidak toleran terhadap tanah basah terus-terusan atau tanah banjir.

        Label