Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2013

Profile UMKM CIPATAT

UMKM Cipatat berdiri pada tanggal 20 pebruari 2011 di kampung Cimerang RT04/RW12 Desa Citatah Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Atas prakarsa Pengurus Koperasi Warga Pasar Suka rame (KOWARPAS) 
 
Setelah 1 (satu) tahun berjalan kami mengalami jatuh bangun,tapi banyak jatuhnya dari pada bangunnya. Namun demikian kami tidak patah arang semuanya kami lalui dengan penuh kesabaran

Alhamdulillah walaupun serba kekurangan semuanya berjalan dengan lancar walaupun terseok seok, 

UMKM CIPATAT anggotanya terdiri dari berbagai macam latar belakang Pangabisa dari Pengrajin Pahatan batu yang keras sampai dengan pengrajin makanan olahan, disini kami berkumpul untuk melakukan upaya upaya dalam alur kebersamaan untuk mengatasi persoalan persoalan yang sedang dihadapi oleh Bangsa Indonesia ter cinta khususnya masyarakat Cipatat

Dalam melakukan usaha tersebut kami menghadapi berbagai macam persoalan,hambatan dan rintangan, dari persoalan Alat Produksi  karena peralatan kami masih manual alias pake tangan kosong sampai dengan Modal Usaha dan Pemasaran tapi masih beruntung ada pengurus Koperasi/ KOWARPAS yang masih peduli mengarahkan kami untuk mencapai tujuan


Sampai akhirnya atas usulan Pengurus Koperasi Warga Pasar Sukarame/ KOWARPAS pula kami mencoba membuat keputusan untuk membuat BLOG ini agar kegiatan kami dapat diakses oleh lembaga atau instansi bersangkutan untuk selanjutnya diberi Pembinaan dan petunjuk agar pengrajin Cipatat khususnya Kelompok Usaha "MULTI KARYA" dapat bangkit dan berdiri untuk mengejar ketertinggalan


Bagi siapa saja yang mau berpartisipasi dan peduli kepada kami silahkan hubungi kami melalui telepon, email atau kontak di blog dibawah

Akhirnya kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan memandu mengarahkan kami  pada situasi dan kondisi yang lumayan relatif kondusif dibandingkan sebelumnya (Espesialy for KOWARPAS)

Sambil menunggu nasib baik berpihak kepada kami
Kelompok Usaha MULTI KARYA-CIPATAT


Contact:
UMKM Cipatat

                             Facebook
                             Twitter

 
email             :        ukmcipatat@gmail.com
:          umkmcipatat@yahoo.co.id

Phone           :        +6281395143295
==================================================

Sekilas tentang CIPATAT

Sekilas tentang CIPATAT
Cipatat adalah ibu kota kecamatan yang terletak disebelah barat kabupaten Bandung Barat yang berbatatasan dari sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Haurwangi kabupaten Cianjur, sebelah utara dengan kecamatan Cipundeuy, sebelah selatan dengan kecamatan Saguling dan dari sebelah timur dengan kecamatan Padalarang. Daerahnya terdiri dari pegunungan dan perbukitan kapur yang terjal dan lembah lembah yang subur

 
Keadaan Alam
Secara geografis wilayah Cipatat terletak diantara dua wilayah Kabupaten kota yaitu kabupaten Cianjur dan kabupaten Bandung induk, dan Cipatat sendiri berada di belahan barat Kabupaten Bandung Barat (Citarum River West Bang), juga diapit oleh dua Waduk Raksasa dijawa Barat yaitu Waduk Saguling dan Waduk Cirata

Kondisi seperti tersebut membuat daerah Cipatat menjadi daerah yang subur, konon katanya tingkat kesuburan tanahnya mencapai 15 meter. Memang benar hampir semua tanaman dapat tumbuh dengan baik disini.

Sumber Alam 
Wilayah Cipatat dilalui oleh 2 (dua) buah sungai  besar yaitu sungai citarum dan sungai cimeta dan diakelilingi oleh deretan pegunungan dan bukit yang da
pat menyimpan cadangan air yang cukup banyak. Keadaan ini mempengaruhi kontur tanah di cipatat jadi basah dan gembur sehingga dapat ditanami oleh berbagai macam spesies tumbuhan dan binatang air. Oleh karena hal terebut, maka kekayaan alamnya menjadi variatif dan melimpah

Sumber alam yang menjadi andalan bagi masyarakat cipatat diantaranya: Padi. Palawija (pisang, singkong, mentimun, jagung, cabe dan lain sebagainya), perikanan, peternakan, Batu kapur, batu basato/andersit, marmer dan pasir, dan benda inilah yang menjadi sumber kehidupan masayarakat cipatat  

Pariwisata
Cipatat mempunyai tempat tempat nan elok dan indah sangat cocok sebagai tempat rekreasi dan istirahat bercengrama dengan sanak dan keluarga. Yang menjadi paforit bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara adalah Pemandian air panas, wisata arung jeram, kulineer, wisata arkeologi Gua pawon, panjat tebing mendaki gunung, lintas alam dan lain lain

Mata pencaharian
Yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat cipatat yang paling dominan adalah bercocok tanan padi dan palawija, kemudian berdagang, kuli/buruh, kerajinan makanan olahan, hadycraft, ternak ayam dan kambing

Peuyeum Cipatat RiwayatMu Ini

Tapai singkong dalam bentuk utuh alias peuyeum sudah lama kondang sebagai buah tangan khas Bandung. Meski dari Bandung, tahukah Anda, yang awal mempopulerkan peuyeum ini justru warga Desa Bendul, Purwakarta, Jawa Barat.

Mereka mengenalkan peuyeumketika mengadu nasib di Kampung Citatah, Cipatat, Bandung Barat. Tempat ini yang kemudian terkenal sebagai sentra peuyeumdi Bandung. Dari sini, peuyeum lantas menyebar ke mana-mana.

Sekarang, ada sekitar 50 kios yang menjual peuyeumdi kelokan jalan raya Cipatat sebelum masuk Padalarang- Bandung, kalau dari arah Puncak, Bogor. Di sentra itu, penganan nan manis serta legit itu dijual Rp 6.000 - Rp 7.000 per kilogram (kg).

Muhammad Basor, pemilik kios Jakiah di kampung Citatah, berkisah bahwa peuyeum di daerah Citatah sudah ada sejak tahun 1980. Awalnya pembuatan peuyeum ini dikenalkan penduduk Bendul, Purwakarta. Kala itu, masyarakat Bendul menyewa kios-kios di pinggir jalan raya Cipatat untuk berjualan peuyeum.

Tak lama kemudian, masyarakat Kampung Citatah meniru cara pembuatan peuyeum dan kemudian memproduksi lalu menjualnya sendiri. "Dulu peuyeumdi sini sering disebut peuyeum bendul, namun karena sudah menyebar ke mana-mana maka namanya berubah menjadi peuyeumgantung," kata Basor.

Karena laris manis, banyak warga Citatah yang beralih profesi dari petani singkong menjadi pembuat sekaligus penjual peuyeum. Basor, salah satunya.

Ia berjualan tapai singkong itu sejak medio 1980-an, kala itu ia masih ikut membantu orang tuanya. Selepas lulus sekolah menengah atas (SMA), orang tuanya membukakan satu kios untuk berjualan peuyeum.

Basor tidak memproduksi peuyeum sendiri. Dia membeli peuyeum dengan harga Rp 300.000 per kuintal di rumah industri pembuatan peuyeum yang berlokasi di kampung Citatah.

Kemudian ia menjualnya dengan harga Rp 600.000 per 1 kuintal. Basor juga menjual dengan sistem eceran seharga Rp 6.000 - Rp 7.000 per kg. Ia mengaku bisa mendapatkan omzet rata-rata sebesar Rp 10 juta per bulan dengan laba bersih 30%.

Para pembeli tapai miliknya, kebanyakan para pelancong dari luar Bandung, misal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Peuyeumbiasanya dibeli sebagai buah tangan wisatawan yang ke Bandung," tuturnya.

Pedagang lain, Jajang Jaelani (36 tahun) pemilik Kios Sunda Rasa mengatakan, daya tahan peuyeum hanya 4-5 hari, setelah itu busuk. Sama seperti Basor, Jajang juga membeli peuyeum dari tempat pembuatan tapai. " Saya bisa jual lebih mahal hingga 100%. Kalau harga ecerannya dari pabrik Rp 3.000 per kg, saya jual Rp 6.000 per kg. Ini untuk menyiasati kerugian bila peuyeum busuk," katanya.

Siti Mesaroh, penjual lain mengatakan, karena peuyeum cepat busuk, dia menaruh peuyeum imitasi yang terbuat dari kayu sebagai displai, supaya dari jalan peuyeum yang dia jual kelihatan banyak.

Cara ini dilakukannya karena jika semua peuyeumdipajang terlalu lama di luar pasti akan cepat busuk. "Saya bisa menjual 4 kuintal peuyeum per pekan dengan omzet sekitar Rp 7,2 juta per bulan dengan laba bersih 20%," imbuhnya.

Berhubung saya lagi sibuk, maka nulis artikelnya sampai disini dulu....

Jumat, 12 April 2013

Matinya Petani di Lumbung Padi

Matinya Petani di Lumbung Padi
Potret petani indonesia sungguh menyedihkan kalau dibiarkan seperti ini mereka akan mati dilumbung padi karena tidak sanggup menghadapi persaingan.
Petani Indonesia itu bukan petani bodoh, petani Indonesia bukan petani malas, petani Indonesia itu bukan petani biasa. 
 
PETANI INDONESIA ITU LUAR BIASA - Mungkin anda bukan terlahir dari keluarga petani. Tetapi jerih payah petani ditanah air ini harus kita hargai.
Betapa tidak dimulai dari berkokoknya ayam yang melihat datangnya fajar para petani telah bangun bersiap untuk pergi kesawah, keladang maupun kebunnya. Menanam benih-benih padi,sejujurnya saya bisa katakan benih padi ini adalah benih kehidupan, Kalau bukan karena para petani ini mungkin kita tidak akan bisa menikmati nasi diatas meja makan saat makan siang maupun makan malam.

Sayang seribu sayang,nasib petani ditanah air kita semakin suram, kehidupan petani semakin miskin. Berbagai program-program penyuluhan pertanian hanya sebatas program tanpa adanya implementasi nyata.Masih banyak petani-petani yang hidup dengan pendapatan rata-ra Rp300.000,- perbulan. 

Tahun 2014, Bagaimanakan nasib petani Indonesia?
Kalau saya boleh jujur,sepertinya pemerintah Indonesia tidak peduli dengan kehidupan petani ditanah air sendiri. Ini hanya sekedar opini saya jika seandainya para pejabat kita benar-benar berpikir demikian ini bukan masalah kecil lagi tetapi sudah merupakan masalah terbesar.
Pekerjaan sebagai petani bukan pekerjaan sederhana.Keringat terus bercucuran untuk menanam benih-benih padi.Mulai dari terbit fajar sampai menjelang magrib para petani bekerja untuk menghasilkan padi demi memenuhi kebutuhan hidup.

Keadaan yang terus memburuk inilah yang mengakibat profesi sebagai petani dianggap remeh. Tapi menurut saya petani di Indonesia mempunyai prospek masa depan yang cerah.Hal terpenting dari semua ini adalah adanya manajemen dan adanya perhatian khusus dari pemerintah terhadap nasib para petani ditanah air ini.

Dari beberapa artikel yang saya baca,setidaknya saya bisa menyimpulkan hal-hal yang menjadi permasalahan bagi petani di Indonesia adalah:

1.Rata-Rata petani Indonesia hanya menggarap Lahan yang sempit untuk area pertanian.
Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin, saat dihubungi secara terpisah di Jakarta, juga mengakui pemiskinan petani yang menjadi-jadi dan terus meluas sebagai dampak fragmentasi lahan pertanian.

”Mau menggunakan perhitungan model apa saja, dengan kepemilikan lahan sempit tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup mendasar mereka,” kata Bustanul menjelaskan. Ia menghitung, dengan kepemilikan lahan kurang dari 0,5 hektar, kebutuhan hidup petani yang bisa dipenuhi dari usaha pertanian mereka maksimal 54 persen. 
Ini menunjukkan bahwa petani Indonesia hanya mampu menggarap lahan yang sangat sempit untuk area pertanian sehingga produksi yang dihasilkan lebih kecil. Sebagian besar lahan yang digarap merupakan lahan warisan dari orang tua sebelumnya. Kalau bukan Allah yang memberi rejeki entah bagaima
na para petani hidupnya

Ingat zaman terus bergulir, keadaan akan terus berganti.Jika petani hanya menggarap lahan hanya sebatas itu tanpa adanya perluasan maka akan sulit bagi petani itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya sendiri jika harga terus naik. 

2.Rendahnya Kepedulian Pemerintah akan nasib Petani
Sampai kapan kita harus mengimpor bawang,cabe bahkan harus mengimpor beras. Sampai kapan???
Dengan keadaan bumi Indonesia saat ini,harusnya hal seperti ini adalah hal yang memprihatinkan. Ingat sewaktu dijaman Soeharto, Indonesia pernah mencapai swasembada beras. Kemudian semakin bergantinya tahun keadaan pertanian Indonesia semakin memburuk dan memburuk.

Kehidupan pertanian yang semakin memburuk ,membuat para petani beralih profesi.Sehingga semakin sedikit petani yang bertahan.Semakin berkurangnya jumlah petani ini berbanding lurus dengan ketersedian pangan.Pemerintah mulai bingung bulog kosong, sementara masyarakat perlu memenuhi kebutuhan bahan pangan. Berpikir bagaimana untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.Tentu saja Jalan terdekat yang diambil adalah mengimpor barang-barang dari luar negeri seperti thailand,filipina maupun Australia.

Keadaan ini sepertinya dibiarkan saja.Mungkin sudah terlalu nyaman dengan mengimpor barang-barang dari negeri luar.Apa sih yang kurang kualitas yang bagus dan harga yang murah.Tetapi sampai kapan negara ini harus mengimpor beras?.harga bahan pangan impor memang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga lokal.Contohnya Beras.Kualitas beras dari thailand lebih bagus dari kualitas lokal.Tetapi Kembali ke kondisi petani Indonesia, bahkan untuk persedian benih dan pupuk,petani Indonesia harus bersusah payah terlebih dahulu belum lagi dengan bunga atau hutang pinjaman yang semakin mencekik.Tak heran kenapa kehidupan petani ditanah air ini semakin tragis.

Korupsi merajalela, uang rakyat untuk pesta pora. Program-Program pertanian yang dibuat hanya koar-koar semata, hilang timbul, senyap dan terus ditelan masa tanpa adanya program yang benar-benar diimplementasikan.
Tapi setidaknya kita masih harus bersyukur masih ada organisasi-organisasi yang ingin memajukan pertanian-pertanian dinegeri ini.UA-40096279-1
Mari kita merenung sebentar saja,.... mau makan apa kita besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan kalau nasib petaninya seperti ini. 
what wrong....? 
http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2013/04/10/matinya-petani-di-lubung-padi-550200.html


Label