Kamis, 28 Juni 2012

Lavenda

Tanaman lavenda adalah salah satu jenis dari tanaman lavender, banyak digunakan sebagai tanaman hias, baik untuk dekorasi tata ruang indoor maupun di lanscape sebagai material landscape
tanaman pengusir nyamuk

 Karakteristik tanaman lavenda

  1. Tinggi tanaman mencapai 1,5 meter
  2. Diameter tajuk bisa sampai dengan 1 meter
  3. Dapat hidup dengan baik dengan terkena sinar matahari langsung ataupun sebaliknya
  4. perlu banyak siraman
  5. rajin berbunga
  6. daun dan bunga memiliki aroma yang menyengat, sehinggi tanaman ini baunya tidak disuka oleh serangga
  7. dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk
  8. Berkembang biak dengan biji
  9. memiliki daun yang lebat 

lavenda berdaun lebar

belum begitu dikenal jadi memang belum banyak yang tahu, tanaman pengusir nyamuk yang satu ini memiliki batang yang lebih besar dan daun lebih lebar tetapi lebih pendek, dari segi bau atau aroma yang dihasilkan sama dengan tanaman lavenda, hanya ukuran batang dan daun yang berbeda.

Sedang untuk ukuran tinggi sebenarnya hampir sama, keduanya bisa mencapai ketinggian 1,5 meter, yang berbeda hanya kerimbunan, untuk daun sih sama rimbunnya tetapi bila kita perhatikan pada pangkal cabang yang berhubungan dengan batang utam sedikit saja daun yang masih menempel.

jadi ini berbeda dengan lavenda. nah apakah anda tertarik untuk menanam tanaman lavenda si pengusir nyamuk di pekarangan rumah anda semua?

Lavender batang

Lavender batang dengan pohon memiliki batang agak keras, memiliki daun yang lebar, denga bunga yang lebih besar, dan memiliki bau yang tidak disenangi oleh serangga dan nyamuk,

kharakteristik tanaman lavender batang

lavenda batang pengusir nyamuk
  1. Tinggi tanaman sampai 1 meter
  2. Diameter tajuk 50 cm, tetapi tanaman ini cenderung ramping
  3. berdaun lebar dan lemas
  4. bunga lebih besar daripada tanaman bunga lavender, maupun lavender daun lebar  
  5. Kuat terhadap terik matahari langsung
  6. memerlukan banyak air siraman
  7. daun dan bunga memiliki aroma yang tidak disuka oleh serangga
  8. Lavender batang dapat dijadikan sebagai tanaman pengusir nyamuk dan lalat

Lavender daun lebar

ada beberapa macam bunga lavender, yang satu ini adalah lavender bunga daun lebar
davenda daun lebar sebagai tanaman pengusir nyamuk

A. Karakter lavenda daun labar
  • Tinggi tanaman kisaran 25 cm
  • Diameter tajuk tanaman ini kisaran 20 cm
  • Memiliki daun lebar tetapi lemas
  • Batang tidak keras, pada saat masih muda seperti dibalut bulu warna putih
  • memiliki bunga warna ungu sama seperti tanaman bunga lavender
B. Funsi Tanaman Lavender daun lebar
tanaman pengusir nyamuk

  • sebagai tanaman penghasil bau yang tidak disenangi serangga seperti nyamuk dan lalat
  • sebagai dekorasi rungan yang memperindah tata letak 
  •  

Bunga Lavender

Tanaman lavender memiliki dua macam warna bunga,Dengan karakter bunga yang indah, menempel pada batang di setiap ruas daun

A. Lavender Bunga Putih
tanaman lavender bunga putih si pengusir lalat dan nyamuk

Tanaman lavender dengan bunga warna putih ini bisa hidup dengan baik pada daerah berhawa dingin, tetapi bisa juga hidup pada daerah dengan hawa sedang atau panas, 

Perawatan tanaman lavender bunga putih
Untuk perawatan tanaman lavender bunta putih ini sebernarnya hanya diperlukan penyiraman air secukupnya, dan untuk pencahayaan  sebenarnya akan berpengaruh pada bunga, semakin banyak diberikan chaya akan mempengaruhi banyaknya bunga

B. Lavender Bunga Ungu
tanaman lavender bunga ungu si pengusir serangga
Tanaman lavender bunga ungu ini sama dengan tanaman lavender bunga putih, yang berbeda hanya pada warna bunga ungu,

Kharakter tanaman lavender bunga ungu
  • Kuat terhadap sinar matahari langsung
  • Lebih suka sering disiram dengan air
  • Pemupukan sebagai sumber nutrisi mutlak diperlukan walaupun tidak perlu intensif

Tanaman Lavender

Tanaman lavender ini adalah jenis tanaman semak, dari segi artistiknya sebenarnya tanaman ini tidak begitu menarik, mungkin hanya bunga berwarna ungu yang memiliki daya tarik, tetapi fungsi dari tanaman ini yang memiliki manfaat sebagai tanaman pengusir nyamuk dan lalat
tanaman lavender pengusir serangga

pemilik nama latin atau nama ilmiah  Lavandula angustifolia  ini sebenarnya memiliki banyak jenis

Cara berkembang biak tanaman lavender ini bagi petani pembudidaya tanaman dengan cara stek, dan perawatan extra pasca stek 

Tanaman ini memiliki tinggi pohon sampai dengan 50 cm, memiliki daun pancang meruncing 

Tanaman lavender ini dapat hidup dibawah terik sinar matahari, tetapi bisa juga hidup dibawah naungan pohon rindang, atau tidak terkena sinar matahari langsung,

Media Tanam

Media tanam dari tanaman lavender ini di kalangan para petani pembudidaya tanaman hias dengan menggunakan sekam/ kulit padi,hal ini dilakukan karena akar yang kecil akan dengan mudah bisa menembus media tanam, tetapi diperlukan penyiraman yang lebih sering, karena sifat media yang mudah kering

Kalau anda ingin memimalkan terhadap gangguan serangga sebaiknya anda membeli tanaman lavender si penghasil bau yang tidak disuka serangga ini

Rabu, 27 Juni 2012

Budidaya Kerang Hijau


Kerang hijau (Perna viridis) merupakan salah satu jenis kerang yang digemari masyarakat, memiliki nilai ekonomis dan kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi, yaitu terdiri dari 40,8 % air, 21,9 % protein, 14,5 % lemak, 18,5 % karbohidrat dan 4,3 % abu sehingga menjadikan kerang hijau sebanding dengan daging sapi, telur maupun daging ayam, dari 100 gram daging kerang hijau ini mengandung 100 kalori.
BIOLOGI; Kerang hijau termasuk binatang lunak (Mollusca) yang hidup ditaut, bercangkang dua (bivalve) berwama hijau. Insangnya berlapis-lapis (Lamelii branchia) dan berkaki kapak (Pelecypoda) serta memiliki benang byssus. Kerang hijau adalah plankton feeder, dapat berpindah-pindah tempat dengan menggunakan kaki dan benang byssus, hidup baik pada perairan dengan kisaran kedalaman 1 – 7 meter dan memiliki toleransi terhadap perubahan salinitas antara 27-35 per mil.

Terdapat dalam jumlah yang berlimpah pada musimnya disepanjang pantai Indonesia yaitu pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli. Hidup di daerah pasang surut dan sub tidal, menempel kuat dan bergerombol pada benda-benda keras dengan menggunakan benang byssusnya.

REPRODUKSI; Hewan ini memiliki alat kelamin yang terpisah atau diocious, bersifat ovipora yaitu memiliki telur dan sperma yang berjumlah banyak dan mikroskopik. Induk kerang hijau yang telah matang kelamin mengeluarkan sperma dan sel telur kedalam air sehingga bercampur dan kemudian terjadi pembuahan, telur yang telah dibuahi tersebut setelah 24 jam kemudian menetas dan tumbuh berkembang menjadi larva kemudian menjadi spat yang masih bersifat planktonik hingga berumur 15-20 hari kemudian benih/ spat tersebut menempel pada substrat dan akan menjadi kerang hijau dewasa (Induk) setelah 5 – 6 bulan kemudian.

PERSYARATAN LOKASI; Lokasi yang menjadi kawasan pengembangan budidaya kerang hijau diharapkan memenuhi persyaratan :
Terlindung dari arus kencang. Terhindar dari fluktuasi kadar garam yang tinggi. Dasar perairan lumpur berpasir, dan jauh dari pengaruh sungai besar. Banyak terdapat benih kerang hijau, perairan subur (unsur hara dan zat makanan) Bebas dari Pencemaran Limbah Industri yaitu logam berat seperti Tembaga (Cu), Merkuri (Hg), Seng (Zn), Cadmium (Cd) dan Timah Hitam (Pb) serta air raksa (Hg) dan bebas dari pencemaran limbah rumah tangga seperti limbah organik yang dapat menyebabkan kritis oksigen terlarut dan mengandung banyak bakteri pathogen seperti Salmonella, Echericia coli, Clostridium dan Shigella, kerang hijau yang tercemar bahan pencemar diatas dapat membahayakan manusia yang mengkonsumsinya dan Perairan yang baik untuk lokasi budidaya adalah parameter: Suhu 27oC – 37oC, pH 6-8, Kecerahan 3,5-4m Kedalaman 5 -20 m.Salinitas 27-35ppt.
BENIH; Pengumpulan benih/spat dapat menggunakan tali kolektor yang terbuat dari serabut kelapa, tali polyethylene, tali pintalan ijuk. Tali kolektor digantungkan pada perairan yang banyak terdapat benih kerang hijau. Secara alamiah benih-benih (spat) menempel pada tali kolektor kemudian dipindahkan ke wadah pembudidayaan. Lokasi yang tidak terdapat benih kerang hijau dilakukan transplantasi benih yang diambil dari daerah lain.

METODE BUDIDAYA

Ada empat metoda budidaya kerang hijau yang telah dikenal masyarakat, yaitu Tancap, Rakit Tancap, Rakit Apung dan Longline/Rawai. Pada kesempatan ini akan dijelaskan metode rakit tancap. Metoda ini merupakan kombinasi antara metoda tancap dan rakit apung.
Bambu ditancapkan pada dasar perairan dengan kokoh. Penempatan rakit harus memperhitungkan tinggi rendah pasangsurutguna menghindari rakit dari kekeringan. Ukuran rakit tergantung kebiasaan lokasi, untuk 6 x 15 m, kebutuhan material (lihat analisa usaha). Tali kolektor (tali pembesaran) ditempatkan pada rakit tancap dengan jarak tiap tali lebih kurang 1 m. Produksi yang dapat diperoleh selama pembesaran 5 – 6 bulan untuk satu tali berkisar antara 20 – 25 kg, sehingga produksi total dalam 1 rakit tancap lebih kurang lebih 9.000 -10.000 kg.
PANEN DAN PASCA PANEN

Ukuran konsumsi kerang hijau pada umumnya adalah ukuran sedang atau ukuran tusuk sate yaitu 6 – 8 cm. Kerang hijau dapat dipanen setelah 5 – 6 bulan pemeliharaan. Kerang hijau yang bermutu baik adalah yang berdaging tebal dan berwarna krem. Pemanenan sebaiknya menggunakan pisau atau benda yang tajam untuk pengikisan kerang hijau sebab apabila pisau yang digunakan tumpul kerang hijau yang dipanen akan cepat mati karena luka pada benang byssus, sehingga akan berkurang nilai ekonomisnya.

Sanitasi ; Dengan sifat kekerangan sebagai plankton feeder atau filter feeder cenderung menimbun semua unsur yang tersaring di dalam ususnya, sehingga bakteri dan mikro organisme lain yang terdapat dalam perairan sekitamya terkumpul sampai mencapai tingkat yang dapat menimbulkan gangguan bagi kesehatan konsumen.Kontaminasi dapat terjadi saat penanganan pasca panen. Daging kerang yang terkena air kotor masuk melalui cangkang kerang yang terbuka. Air kotor yang berada di lokasi kerang akan masuk melalui cangkang kerang pada saat terbuka ke daging kerang sehingga dapat terkontaminasi. Oleh karena itu sanitasi terhadap kekerangan pada saat pasca panen harusdiperhatikan.
Depurasi; Depurasi adalah suatu proses penanganan pasca panen yang bertujuan untuk membersihkan kerang-kerangan dari
bahan-bahan pencemar dan beracun yang terdapat di dalam daging dan cangkang kerang. Cara sederhana dengan merendam kerang didalam air bersih dalam kondisi terkontrol, atau dapat juga dengan cara mengalirkan air dengan kondisi kerang terendam didalam air.
Bentuk Produk Olahan Kerang ; Penanganan skala kecil dapat dilakukan secara manual, sedangkan untuk skala besar diperlukan mekanisasi penanganan pasca panen seperti alat pengelompok, alat pembersih insang.

Budidaya Kerang Darah


Desa Karang Dempel merupakan salah satu desa pesisir di Kabupaten Brebes, Letak desa berada di ujung barat Kabupaten Brebes berbatasan dengan Kabupaten Cirebon, masuk dalam wilayah kecamatan losari. Desa Karangdempel memiliki Luas ± 515 Ha. Terdiri dari Lahan Tambak : 399 Ha, Lahan Sawah : 21 Ha, Tanah Pekarangan 74 Ha dan lain-lain 21 Ha, secara administratif terbagi dalam 3 RW dan 29 RT. Berjarak 4 km dari Kota Kecamatan Losari (Jalur Pantura). Kondisi perairan Karangdempel yang cukup tenang dengan suhu 370C; DO=6,21 mg/l; pH 7,7; Salinitas 25 ppt dan diketahui juga tekstur tanahnya yang lumpur berpasir.

Berbicara Budidaya tambak di Desa Karangdempel tidak terlepas dari komoditas kerang darah atau lebih dikenal dengan istilah Bukur. Berbudidaya bukur sudah menjadi kebiasaan beberapa petambak. Menurut Bp.Tarman salah satu pengepul dan juga pembudidaya di desa Karangdempel pedukuhan Crukcuk, ada ± 60 ha tambak kerang yang diusahakan oleh ± 55 orang dan setiap harinya ada 0,5 Ton – 2 Ton hasil pembudidaya dan hasil tangkapan alami terkumpul bakul (pengumpul lokal) di Karangdempel.

Kerang darah di pengepul diperoleh dari penangkapan alami dan hasil budidaya. Budidaya kerang darah yang sudah dilakukan masyarakat yaitu budidaya kerang di pantai (budidaya laut) dan budidaya di tambak. Budidaya Kerang di laut yang baru termanfaatkan  ± 20 Ha (dari potensi yang ada seluas ± 300 Ha) yang berada di sepanjang pantai desa Karangdempel dan diusahakan oleh ± 15 orang. Sedangkan ada ± 40 petambak masih membudidayakan di areal pertambakan dengan luas lahannya 40 Ha. Selama ini pembudidaya dalam memasarkan hasil panen melalui pengumpul (bakul lokal). Kerang yang terkumpul dari pengumpul dijual kembali ke pengepul di Losari-Brebes dan Playangan-Cirebon. Oleh pengepul dipasarkan ke Jakarta dan Semarang.

Budidaya kerang darah tidaklah rumit, tidak membutuhkan teknologi tinggi, dengan modal dan resiko yang relatif kecil, tanpa ada pemberian pakan apalagi aplikasi obat-obatan”. Tambahnya, Dalam 1 Ha membutuhkan tali 4 – 6 gulung Ø 3 mm (1 gulung = 100 m), 5 batang bambu dan  2-3 gulung waring (1 gulung = 100 m) dan 700 kg s/d 2 ton bibit kerang. Bibit berasal dari alam dengan harga perkilonya Rp. 2.000,- s/d 2.500,- dengan masa pemeliharaan sepanjang tahun dan biasanya pembudidaya mulai tebar pada bulan Maret, sedangkan pemanenannya bertahap yang dimulai pada bulan Agustus. Dari pembudidayaan tersebut dapat menghasilkan 4 ton kerang dengan harga jual Rp. 3.200,- s/d Rp. 3.500,- perkilonya.

Label