Jumat, 29 Juni 2012
Budidaya Sapi Potong
I. Pendahuluan.
Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi jika dilakukan secara besar dan modern, dengan skala usaha kecilpun akan mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu budidaya penggemukan sapi potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil.
II. Penggemukan
Penggemukan sapi potong adalah pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan).
Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemukan sapi potong adalah :
1. Jenis-jenis Sapi Potong.
Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :
A. Sapi Bali.
Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.
B. Sapi Ongole.
Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.
C. Sapi Brahman.
Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.
D. Sapi Madura.
Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.
E. Sapi Limousin.
Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik
2. Pemilihan Bakalan.
Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat menentukan hasil akhir usaha penggemukan. Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah :
Berumur di atas 2,5 tahun.
Jenis kelamin jantan.
Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.
Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).
Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.
Kotoran normal
III. Tatalaksana Pemeliharaan.
3.1. Perkandangan.
Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.
3.2. Pakan.
Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.
Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.
Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.
Oleh karena itu PT. NATURAL NUSANTARA juga mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus, POC NASA, dan HORMONIK. Produk ini, khususnya produk VITERNA Plus menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh sapi, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.
VITERNA Plus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :
Mineral-mineral sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim, yaitu N, P, K, Ca, Mg, Cl dan lain-lain.
Asam-asam amino, yaitu Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein, pembentuk sel dan organ tubuh.
Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.
Asam - asam organik essensial, diantaranya asam propionat, asam asetat dan asam butirat.
Sementara pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan bobot harian sapi, meningkatkan ketahanan tubuh ternak, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran.
Sedangkan HORMONIK lebih berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh bagi ternak. Di mana formula ini akan sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ternak secara keseluruhan.
Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran pakan konsentrat. Caranya sebagai berikut :
Campurkan 1 botol VITERNA Plus (500 cc) dan 1 botol POC NASA (500 cc) ke dalam sebuah wadah khusus. Tambahkan ke dalam larutan campuran tersebut dengan 20 cc HORMONIK. Aduk atau kocok hingga tercampur secara merata.
Selanjutnya berikan kepada ternak sapi dengan dosis 10 cc per ekor. Interval 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.
3.3. Pengendalian Penyakit.
Dalam pengendalian penyakit, yang lebih utama dilakukan adalah pencegahan penyakit daripada pengobatan, karena penggunaan obat akan menambah biaya produksi dan tidak terjaminnya keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah :
a. Pemanfaatan kandang karantina. Sapi bakalan yang baru hendaknya dikarantina pada suatu kandang terpisah, dengan tujuan untuk memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat proses pembelian. Disamping itu juga untuk adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru. Pada waktu sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing karena berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia (terutama sapi rakyat) mengalami cacingan. Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan. Waktu mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan setelah sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat.
b. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya. Sapi yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak karena mendapatkan pakan yang mencukupi, sehingga pembuangan kotoran harus dilakukan setiap saat jika kandang mulai kotor untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.
c. Vaksinasi untuk bakalan baru. Pemberian vaksin cukup dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina. Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax.
Beberapa jenis penyakit yang dapat meyerang sapi potong adalah cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung (Bloat) dan lain-lain.
IV. Produksi Daging.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi daging adalah
1. Pakan.
Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah sedangkan pemberian VITERNA Plus memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak sehingga sapi akan tumbuh lebih cepat dan sehat.
2. Faktor Genetik.
Ternak dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging menjadi lebih tinggi.
3. Jenis Kelamin.
Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada ternak betina, sehingga pada umur yang sama, ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar.
4. Manajemen.
Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging, sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat.
Budidaya Lobster Laut
Lobster air laut hampir sama bentuknya dengan lobster air tawar, namun ukurannya lebih besar. Jika lobster air laut ini dikembangkan sesuai teknik budidaya yang tepat, akan menjadi usaha yang cukup prospektif. Apalagi permintaan pasar semakin luas, baik di dalam negeri utamanya untuk kebutuhan restoran, catering, dan industri, maupun ekspor ke berbagai negara, misalnya Jepang, Singapura, Hongkong, dan Cina. Harganya mulai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per kg, dibandingkan lobster air tawar Rp150 ribu per kg. Budidaya lobster air laut kini mulai trend di sejumlah kota,di antaranya Jakarta, Yokyakarta, dan Bali.
Pelaku budidaya lobster air laut di Yokyakarta, mengaku, awalnya dia dan teman-temannya mengusahakan lobster air tawar, namun sejak dua tahun silam mereka tertarik untuk membudidayakan lobster air laut. Alasannya selain memiliki harga jual yang tinggi, juga juga memiliki kelebihan berat badan. Misalnya, satu ekor lobster air asin sama beratnya dengan dua hingga tiga ekor lobster air tawar.
"Saya dan teman mengusahakan lobster air laut pada luasan areal 50 meter per segi.Kami membagi menjadi 7 kolam. Dalam sekali panen kami memperoleh omset Rp32 juta, setelah dikurangi harga beli bibit dan modal kerja. Jika waktu panen lobster-lobster yang sudah dipesan dikirim melalui pesawat ke Bali, Jakarta, dan Semarang.
Biaya pengiriman itu ditanggung pelanggan. Yang menarik dari budidaya lobster air laut ini karena sebelum masa panen tiba, sudah ada pelanggan yang memesan untuk membelinya. Bahkan, biasanya produksinya tidak mencukupi permintaan,” ujar nya.
Menyangkut persoalan budadaya, mahasiswa Akademi Manajemen dan Ilmu Komputer (AMIKOM) Yokyakarta ini mengemukakan,mereka membeli bibit lobster air laut dari nelayan-nelayan di daerah Cilacap, Jawa Tengah. Harga bibit lobster air laut jenis pasir, mutiara , bambu atau batik, maupun batu dan pakistan dengan berat badan 0.5 ons sebesar Rp30 ribu per kg.
Sedangkan ukuran 1 hingga 2 ons harganya Rp405 ribu per kg.
Karena perjalanan dari Cilacap ke Yokyakarya jauh, maka sebelum disebar ke kolam pembesaran, bibit lobster itu terlebih dahulu di masukan ke kolam khusus karantina selama satu minggu untuk penyesuaian.Sebab, jika langsung di masukan ke kolam pembesaran ditakutkan terjadi kematian yang bisa mencapai 50 %. Tetapi,jika di karantina, tingkat kematiannya hanya mencapai sekitar 5%.
Untuk keberhasilan dan kelangsunan hidup lobster air laut perlu diperhatikan kolam budidaya. Misalnya, ketinggian air kolam sekitar 40 cm – 2 m.Kadar garam dalam air antara 1.028 – 1.032, kadar garam itu dicek menggunakan digital salt meter. Setelah itu disebarkan pecahan kerikil atau kerang didasar kolam agar lobster nyaman seperti dihabitat aslinya suka sembunyi di karang. Kolam budidaya juga perlu dijaga kecukupan oksigen dalam air dengan aerator. Bila perlu siapkan cadangan generator bila listrik PLN padam. Makanan yang perlu diberikan berupa ikan kecil dari laut yaitu ikan akhiran dari pelelangan, kerang, kece. Pemberian makan 2 kali sehari, dengan ukuran yang pas, jangan sampai kelebihan dan kekurangan guna menjaga kondisi air selalu segar.
Budidaya lobster air laut lainnya, Handoko Yudha mengemukakan,dirinya hanya membudidayakan pembesaran bibit lobster bobot 1 hingga 2 ons. Karena harganya melambung tinggi dibandingkan bibit dengan berat 0,5 ons.
Dia biasanya menampung bibit lobster kecil yang dibelinya dari nelayan di daerah Pangandaran , Gombong, atau Pelabuhan Ratu . Kemudian di besarkan di kolam miliknya di Kebayoran Lama , Jakarta Selatan.
Handaoko memiliki 10 kolam dilengkapi installasi arus air laut dan onsigen agar mirip dengan habitat aslinya di laut. Untuk mengisi kolam dia membeli air laut Rp400 ribu per 5 m per segi . Untuk makanan diberikan cacahan ruca – ruca, yaitu ikan yang tak terjual di tempat pelelangan. Harganya Rp2000 per kg. Pemberian makan 3 kali sehari : pagi , siang dan sore . Pemberian makan perlu di kontrol jangan sampai pakan banyak tersisa di kolam karena akan menjadi racun .
Menurutnya, jika bibit lobster air laut itu akan di ekspor, maka harus diperhatikan jangan sampai kaki lobster putus 3 berderet. SEdangkan soal harga, Handoko mengatakan sangat fluktuatif. Setiap 2 hingga 3 hari pasti berubah dengan turun atau naik naik sekitar 10% hingga 20 %. Makanya biasanya menunggu hingga harga maksimal. Harga biasanya naik menjelang tahun baru, lebaran, natal, atau imlek.
Budidaya Rumput Laut
A. Latar Belakang
Rumput laut (sea weeds) yang dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal sebagai Algae sangat populer dalam dunia perdagangan akhir - akhir ini.
Rumput laut dikenal pertama kali oleh bangsa Cina kira - kira tahun 2700 SM. Pada saat itu rumput laut banyak digunakan untuk sayuran dan obat - obatan. Pada tahun 65 SM, bangsa Romawi memanfaatkannya sebagai bahan baku kosmetik. Namun dengan perkembangan waktu, pengetahuan tentang rumput lautpun semakin berkembang. Spanyol, Perancis, dan Inggris menjadikan rumput laut sebagai bahan baku pembuatan gelas.
Kapan pemanfaatan rumput laut di Indonesia tidak diketahui. Hanya pada waktu bangsa Portugis datang ke Indonesia sekitar tahun 1292, rumput laut telah dimanfaatkan sebagai sayuran. Baru pada masa sebelum perang dunia ke - 2, tercatat bahwa Indonesia telah mengekspor rumput laut ke Amerika Serikat, Denmark, dan Perancis.
Sekarang ini rumput laut di Indonesia banyak dikembangkan di pesisir pantai Bali dan Nusa Tenggara. Mengingat panjangnya garis pantai Indonesia (81.000 km), maka peluang budidaya rumput laut sangat menjanjikan. Jika menilik permintaan pasar dunia ke Indonesia yang setiap tahunnya mencapai rata - rata 21,8 % dari kebutuhan dunia, sekarang ini pemenuhan untuk memasok permintaan tersebut masih sangat kurang, yaitu hanya berkisar 13,1%. Rendahnya pasokan dari Indonesia disebabkan karena kegiatan budidaya yang kurang baik dan kurangnya informasi tentang potensi rumput laut kepada para petani.
B. Kandungan
Rumput laut yang banyak dimanfaatkan adalah dari jenis ganggang merah (Rhodophyceae) karena mengandung agar - agar, keraginan, porpiran, furcelaran maupun pigmen fikobilin (terdiri dari fikoeretrin dan fikosianin) yang merupakan cadangan makanan yang mengandung banyak karbohidrat. Tetapi ada juga yang memanfaatkan jenis ganggang coklat (Phaeophyceae). Ganggang coklat ini banyak mengandung pigmen klorofil a dan c, beta karoten, violasantin dan fukosantin, pirenoid, dan lembaran fotosintesa (filakoid). Selain itu ganggang coklat juga mengandung cadangan makanan berupa laminarin, selulose, dan algin. Selain bahan - bahan tadi, ganggang merah dan coklat banyak mengandung jodium.
C. Manfaat
1. Agar - agar
Masyarakat pada umumnya mengenal agar - agar dalam bentuk tepung yang biasa digunakan untuk pembuatan puding. Akan tetapi orang tidak tahu secara pasti apa agar - agar itu. Agar - agar merupakan asam sulfanik yang meruapakan ester dari galakto linier dan diperoleh dengan mengekstraksi ganggang jenis Agarophytae. Agar - agar ini sifatnya larut dalam air panas dan tidak larut dalam air dingin.
Sekarang ini penggunaan agar - agar semakin berkembang, yang dulunya hanya untuk makanan saja sekarang ini telah digunakan dalam industri tekstil, kosmetik, dan lain - lain. Fungsi utamanya adalah sebagai bahan pemantap, dan pembuat emulsi, bahan pengental, bahan pengisi, dan bahan pembuat gel. Dalam industri, agar - agar banyak digunakan dalam industri makanan seperti untuk pembuatan roti, sup, saus, es krim, jelly, permen, serbat, keju, puding, selai, bir, anggur, kopi, dan cokelat. Dalam industri farmasi bermanfaat sebagai obat pencahar atau peluntur, pembungkus kapsul, dan bahan campuran pencetak contoh gigi. Dalam industri tekstil dapat digunakan untuk melindungi kemilau sutera. Dalam industri kosmetik, agar - agar bermanfaat dalam pembuatan salep, krem, lotion, lipstik, dan sabun. Selain itu masih banyak manfaat lain dari agar - agar, seperti untuk pembuatan pelat film, pasta gigi, semir sepatu, kertas, dan pengalengan ikan dan daging.
2. Keraginan
Keraginan merupakan senyawa polisakarida yang tersusun dari unit D-galaktosa dan L-galaktosa 3,6 anhidrogalaktosa yang dihubungkan oleh ikatan 1 - 4 glikosilik. Ciri kas dari keraginan adalah setiap unit galaktosanya mengikat gugusan sulfat, jumlah sulfatnya lebih kurang 35,1%.
Kegunaan keraginan hampir sama dengan agar - agar, antara lain sebagai pengatur keseimbangan, pengental, pembentuk gel, dan pengemulsi. Keraginan banyak digunakan dalam industri makanan untuk pembuatan kue, roti, makroni, jam, jelly, sari buah, bir, es krim, dan gel pelapis produk daging. Dalam industri farmasi banyak dimanfaatkan untuk pasta gigi dan obat - obatan. Selain itu juga dapat dimanfaatkan dalam industri tekstil, kosmetik dan cat.
3. Algin (Alginat)
Algin ini didapatkan dari rumput laut jenis algae coklat. Algin ini merupakan polimer dari asam uronat yang tersusun dalam bentuk rantai linier panjang. Bentuk algin di pasaran banyak dijumpai dalam bentuk tepung natrium, kalium atau amonium alginat yang larut dalam air.
Kegunaan algin dalam industri ialah sebagai bahan pengental, pengatur keseimbangan, pengemulsi, dan pembentuk lapisan tipis yang tahan terhadap minyak. Algin dalam industri banyak digunakan dalam industri makanan untuk pembuatan es krim, serbat, susu es, roti, kue, permen, mentega, saus, pengalengan daging, selai, sirup, dan puding. Dalam industri farmasi banyak dimanfaatkan untuk tablet, salep, kapsul, plester, dan filter. Industri kosmetik untuk cream, lotion, sampo, cat rambut,. Dan dalam industri lain seperti tekstil, kertas, fotografi, insektisida, pestisida, dan bahan pengawet kayu.
D. Fungsi TON dalam Ekologi Rumput Laut
Rumput laut pertama kali ditemukan hidup secara alami bukan hasil budidaya. Mereka tersebar di perairan sesuai dengan lingkungan yang dibutuhkannya. Rumput laut memerlukan tempat menempel untuk menunjang kehidupannya. Di alam tempat menempel ini bisa berupa karang mati, cangkang moluska, dan bisa juga berupa pasir dan lumpur.
Selain itu rumput laut sangat membutuhkan sinar matahari untuk melangsungkan proses fotosintesa. Banyaknya sinar matahari ini sangat dipengaruhi oleh kecerahan air laut. Supaya kebutuhan sinar matahari tersedia dalam jumlah yang optimal maka harus diatur kedalaman dalam membudidayakannya. Kedalaman idealnya adalah berada 30 - 50 cm dari permukaan air.
Proses fotosintesa rumput laut tidak hanya dipengaruhi oleh sinar matahari saja, tetapi juga membutuhkan unsur hara dalam jumlah yang cukup baik makro maupun mikro. Unsur hara ini banyak didapatkan dari lingkungan air yang diserap langsung oleh seluruh bagian tanaman. Untuk mensuplai unsur hara ini biasanya dilakukan pemupukan selama budidaya. Untuk membantu menyediakan unsur hara dalam jumlah yang optimal dan supaya cepat diserap oleh rumput laut ini, maka harus disediakan unsur hara yang sudah dalam keadaan siap pakai (ionik). Unsur hara ini banyak dikandung dalam TON (Tambak Organik Nusantara).
TON (Tambak Organik Nusantara), mengandung segala bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pertumbuhan rumput laut. Baik menyediakan unsur hara mikro lengkap, juga menyediakan unsur makro. Selain itu TON juga akan meningkatkan kualitas rumput laut, karena akan menurunkan tingkat pencemaran logam berat yang juga akan terserap oleh rumput laut. Jika logam berat ini tidak ada yang mengikat, maka akan ikut terserap dalam proses absorbsi unsur hara dari rumput laut, sehingga sangat berbahaya bagi konsumen. Dengan adanya TON, logam berat ini akan terikat dalam bentuk senyawa dan akan mengendap atau sulit terserap oleh proses absorbsi.
Pertumbuhan rumput laut juga dipengaruhi oleh jumlah oksigen terlarut (DO), salinitas (kadar garam) dan temperatur. Kandungan Oksigen selain dipengaruhi oleh gerakan air juga dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara. Sehingga TON juga sangat penting untuk menunjang ketersediaan oksigen di perairan. Temperatur ideal bagi pertumbuhan rumput laut adalah berkisar 200 - 280 C
Dengan tersedianya unsur hara dalam jumlah yang optimal dan kondisi lingkungan yang seimbang karena pengaruh TON, maka kualitas dan kuantitas bahan - bahan yang dikandung oleh rumput laut juga akan meningkat.
Selain itu, pemakaian TON untuk budidaya rumput laut juga akan membantu mengikat senyawa - senyawa dan unsur - unsur berbahaya dalam perairan. Senyawa - senyawa dan unsur-unsur ini jika teradsorbsi dalam sistem metabolisme rumput laut, akan mengganggu pertumbuhan rumput laut dan juga akan menurunkan kualitas hasilnya. Selain itu jika rumput laut ini akan digunakan untuk bahan makanan, akan sangat berbahaya bagi yang menkonsumsinya. Kandungan senyawa karbon aktif dari TON akan sangat membantu untuk mereduksi senyawa-senyawa dan unsur - unsur berbahaya tersebut.
E. Budidaya Rumput Laut dan Cara Pemakaian TON (Tambak Organik Nusantara)
Dalam menjalankan budidaya rumput laut, pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan lokasi budidaya. Sebaiknya lokasi budidaya diusahakan di perairan yang tidak mengalami fluktuasi salinitas (kadar garam) yang besar dan bebas dari pencemaran industri maupun rumah tangga. Selain itu pemilihan lokasi juga harus mempertimbangkan aspek ekonomis dan tenaga kerja.
Budidaya rumput laut dapat dilakukan di areal pantai lepas maupun di tambak. Dalam pembahasan sekarang ini kita akan menekankan pada budidaya di tambak. Hal ini mengingat peran TON yang tidak efektif jika diperairan lepas (pantai). Untuk budidaya perairan lepas dibedakan dalam beberapa metode, yaitu :
1. Metode Lepas Dasar
Dimana cara ini dikerjakan dengan mengikatkan bibit rumput laut pada tali - tali yang dipatok secara berjajar - jajar di daerah perairan laut dengan kedalaman antara 30 - 60 cm. Rumput laut ditanam di dasar perairan.
2. Metode Rakit
Cara ini dikerjakan di perairan yang kedalamannya lebih dari 60 cm. Dikerjakan dengan mengikat bibit rumput di tali - tali yang diikatkan di patok - patok dalam posisi seperti melayang di tengah - tengah kedalaman perairan.
3. Metode Tali Gantung
Jika dua metode di atas posisi bibit - bibit rumput laut dalam posisi horizontal (mendatar), maka metode tali gantung ini dilakukan dengan mengikatkan bibit - bibit rumput laut dalam posisi vertikal (tegak lurus) pada tali - tali yang disusun berjajar.
Pemakaian TON dengan 3 cara di atas hanya dapat dilakukan dengan sistem perendaman bibit. Karena jika TON diaplikasikan di perairan akan tidak efektif dan akan banyak yang hilang oleh arus laut. Metode perendaman bibit dilakukan dengan cara :
1. Larutkan TON dalam air laut yang ditempatkan dalam wadah .
2. Untuk 1 liter air laut diberikan seperempat sendok makan (5 - 10 gr) TON dan tambahkan 1 - 2 cc Hormonik.
3. Rendam selama 4 - 5 jam, dan bibit siap ditanam.
Pemakaian TON akan sangat efektif jika diaplikasikan dalam budidaya rumput laut di tambak. Cara budidaya di tambak ini dapat dilakukan dengan metode tebar. Caranya adalah sebagai berikut :
1. Tambak harus dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran.
2. Tambak dikeringkan dahulu.
3. Taburkan kapur agar pH-nya netral ( 0,5 - 2 ton per-hektar tergantung kondisi keasaman lahan).
4. Diamkan selama 1 minggu.
5. Aplikasikan TON, dengan dosis 1 - 5 botol per-hektar (untuk daerah - daerah yang tingkat pencemarannya tinggi, dosisnya ditinggikan), dengan cara dilarutkan dengan air dahulu, kemudian disebar secara merata di dasar tambak.
6. Diamkan 1 hari
7. Masukkan air sampai ketinggian 70 cm.
8. Tebarkan bibit rumput laut yang sudah direndam dengan TON dan hormonik seperti cara perendaman di atas. Dengan kepadatan 80 - 100 gram/m2.
9. Bila dasar tambak cukup keras, bibit dapat ditancapkan seperti penanaman padi.
10. Tidak perlu ditambah pupuk makro.
F. Pemeliharaan dan aplikasi TON (Tambak Organik Nusantara) susulan.
Selama budidaya, harus dilakukan pengawasan secara kontinyu. Khusus untuk budidaya di tambak harus dilakukaan minimal 1 - 2 minggu setelah penebaran bibit, hal ini untuk mengontrol posisi rumput laut yang ditebar. Biasanya karena pengaruh angin, bibit akan mengumpul di areal tertentu, jika demikian harus dipisahkan dan ditebar merata lagi di areal tambak.
Kotoran dalam bentuk debu air (lumpur terlarut/ suspended solid) sering melekat pada tanaman, apalagi pada perairan yang tenang seperti tambak. Pada saat itu, maka tanaman harus digoyang - goyangkan di dalam air agar tanaman selalu bersih dari kotoran yang melekat. Kotoran ini akan mengganggu metabolisme rumput laut. Beberapa tumbuhan laut seperti Ulva, Hypea, Chaetomorpha, dan Enteromorpha sering membelit tanaman. Tumbuhan - tumbuhan tersebut harus segera disingkirkan dan dipisahkan dari rumput laut agar tidak menurunkan kualitas hasil. Caranya dengan mengumpulkannya di darat. Bulu babi, ikan dan penyu merupakan hewan herbivora yang harus dicegah agar tidak memangsa rumput laut. Untuk menghindari itu biasanya dipasang jaring disekeliling daerah budidaya. Untuk budidaya di tambak di lakukan dengan memasang jaring di saluran pemasukan dan pengeluaran.
G. Pemanenan
Pada tahap pemanenan ini harus diperhatikan cara dan waktu yang tepat agar diperoleh hasil yang sesuai dengan permintaan pasar secara kualitas dan kuantitas.
Tanaman dapat dipanen setelah umur 6 - 8 minggu setelah tanam. Cara memanen adalah dengan mengangkat seluruh tanaman rumput laut ke darat. Rumput laut yang dibudidayakan di tambak dipanen dengan cara rumpun tanaman diangkat dan disisakan sedikit untuk dikembangbiakkan lebih lanjut. Atau bisa juga dilakukan dengan cara petik dengan memisahkan cabang - cabang dari tanaman induknya, tetapi cara ini akan berakibat didapatkannya sedikit keraginan dan pertumbuhan tanaman induk untuk budidaya selanjutnya akan menurun.
Jika rumput laut dipanen pada usia sekitar satu bulan, biasanya akan diperoleh perbandingan berat basah dan berat kering 8 : 1, dan jika dipanen pada usia dua bulan biasanya akan didapat perbandingan 6 : 1. Untuk jenis gracilaria biasanya diperoleh hasil panen sekitar 1500 - 2000 kg rumput laut kering per- hektarnya. Diharapkan dengan penggunaan TON (Tambak Organik Nusantara) akan meningkat sekitar 30 - 100 %.
Budidaya Teripang
Teripang atau ketimun laut yang digolongkan ke dalam kelas Holothuridea merupakan satu di antara hewan laut yang dimakan dan mempunyai prospek cerah sebagai bahan ekspor yang permintaannya semakin besar, terutama dalam bentuk kering dan asapan.
Selama ini produksi teripang umumnya diperoleh dari penangkapan di alam yang sumber dayanya semakin terbatas, sehingga untuk memenuhi volume permintaan pasar dapat ditempuh melalui budi daya. Budi daya teripang khususnya teripang pasir (Holothuria Scabra) memungkinkan dilakukan oleh masyarakat pantai karena teknik budidayanya cukup sederhana dan inventasi yang diperlukan relatif kecil.
Sifat biologis teripang pasir yang khas adalah hidup pada habibat pasir atau lumpur yang ditumbuhi tanaman lamun pada kedalaman relatif dangkal, dan mengambil makanan yang ada disekitarnya (Filter feeder). Salah satu sifat biologi teripang pasir yang penting diketahui dalam rangka usaha budidaya adalah: tubuhnya elastis sehingga mudah meluruskan diri melalui celah-celah yang sangat sempit. Berdasarkan sifat biologi teripang, wadah budi daya yang cocok adalah kurung tancap (hampang) memagar keliling habitat asli teripang dengan waring nilon setinggi 2 m
Usaha budi daya teripang di dalam kurung tancap selain menjaga kelestarian sumberdayanya, juga merupakan lapangan kerja baru bagi masyarakat pantai yang dapat memberi nialai tambah dalam peningakatan kesejahteraan.
LOKASI
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budi daya teripang adalah:
• Dasar perairan terdiri dari pasir, pasir berlumpur, berkarang, dan ditunbuhi tanaman lamun (rumput lindung)
• Terlindung dari angin kencang dan arus/gelombang yang kuat
• Tidak tercemar dan bukan daerah konflik serta mudah dijangkau
• Kedalaman perairanlokasi antara 50-150 cm pada saat surut terendah dan sirkulasi air terjadi secara sempurna
• Mutu air: salinitas 24-33 ppt, kecerahan 50-150 cm, suhu 25-30°C
KONTRUKSI KURUNG TANCAP
Bahan
• Balok berukuran (5x7x200) cm
• Waring nilon ukuran mata 0,2 cm
• Tali ris dari nilon
• Tali pengikat atau paku anti karat
• Papan yang tahan air
CARA PEMASANGAN
Tiang dipancang pada dasar perairan sedalam 0,5 m
• Bagian tiang yang berada di atas permukaan sebagai tempat melekatkan waring
• Waring yang telah dilengkapi dengan tali ris disambung dengan papan
• Papan yang telah disambung dengan waring dibalut lalu ditanam ke dalam lumpur (30 cm)
• Bila tidak ada papan bagian ujung waring ditanam ke dalam lumpur sedalam 30 cm kemudian bagian ujungnya dibelokkan ke dalam sepanjang 15 cm
• Ukuran kurung tancap disesuaikan dengan kebutuhan
PEMILIHAN BENIH
• Pilih benih yang seragam baik jenis maupun ukuran
• Benih yang baik adalah tubuhnya berisi dan tidak cacat
• Hindari benih yang diangkut dalam waktu lama (lebih 1 jam) dan dalam keadaan bertumpuk (padat)
• Hindari benih yang telah mengeluarkan cairan berwarna kuning
• Pengangkutan benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau malam hari atau pada saat suhu rendah dan menggunakan wadah yang berisi substrat pasir khususnya pada sistem pengangktan terbuka
TEKNIK BUDIDAYA
• Benih teripang dengan berat awal 40-60 g ditebar ke dalam kurung tancap dengan kepadatan 5-6 ekor/m2.
• Penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada suhu rendah.
• Sebelum benih ditebar ke dalalm kurung tancap, adaptasikan terlebih dahulu agar dapat diketahui vitalitas maupun jumlah benih.
• Selama pemeliharaan diberikan kotoran ayam atau kotoran ayam yang dicampur dedak halus sebanyak 0,1 kg/m2 setiap minggu sekali. Kotoran ayam atau dedak halus sebelum ditebar dicampur dengan air bersih dan diaduk merata agar tidak hanyut atau terapung dan lakukan pada air sururt.
• Pada sistem ini teripang yang dipelihara tidak tergantung dari pakan buatan karena teripang tersebut berada pada habitat aslinya. Pemberian kotoran ayam berfungsi sebagai pupuk untuk merangsang pertumbuan diatom yang merupakan makanan utama bagi teripang.
• Masa pemeliharaan selama 4-5 bulan.
CARA PANEN
Setelah dipelihara selama 40-5 bulan, teripang telah mencapai ukuran konsumsi (300-500 g), teripang siap dipanen. Panen dilakukan pada ssat air surut terendah, dan dilakukan beberapa kali karena banyak yang membenamkan diri dalam pasir atau lumpur. Untuk mengetahui apakah teripang sudah terpanen semuanya, dilakukan pengecekan pada air pasang, karena teripang senang keluar dari persembunyiannya setelah air pasang.
PENGOLAHAN
Cara pengolahan teripang tidak sama dengan komoditas perikanan lainnya, karena teripang tidak dikomsumsi dalam bentuk segar atau dalam bentuk kering atau apapun.
Mula-mula teripang segar dibersihkan isi perutnya dengan cara menusuk-nusukan lidi pada bagian anusnya, kemudian bagian perutnya dibelah sepanjang ± 5-10 cm untuk mengeluarkan isi perut yang masihn tersisa (sesuaikan dengan ukuran) kemudian dibilas dengan air bersih. Setelah itu teripang direbus selama 30 menit sampai matang. Untuk membersihkan kulit dapat direndam dengan NaOH, KOH, CaCO3, atau dengan bahan alami seperti parutan pepaya muda selama 1 jam. Selanjutnya dilakukan pengeringan atau pengasapan untuk mengurangi kandungan airnya.
Pengeringan dapat dilakukan dengan sinar matahari atau oven dengan menggunakan bahan bakar berupa kayu keras, serbuk gergaji terutama dari kayu ulin dan sabut kelapa. Namun yang terbaik adalah dengan menggunakan serbuk gergaji kayu ulin karena mempunyai warna dan aroma yang baik, sehinggamutu dan harganya lebih tinggi. Hasil pengeringan dengan sinar matahari mempunyai mutu yang lebih rendah, karena biasanya berbau amis. Mutu teripang yang baik adalah mempunyai berat 40% dari berat segar.
Harga teripang olahan di pasaran sangat dipengaruhi ukuran dan mutu pengeringannya. Teripang dalam bentuk asapan dengan aroma yang baik harganya lebih mahal dibandingkan dengan teripan kering.
Budidaya Ikan Kuwe
Ikan Kuwe
Kuwe merupakan salah satu jenis ikan permukam (pelagis). Ikan yang sangat digemari oleh masyarakat ini hidup pada perairan pantai dangkal, karang, dan batu karang. Di beberapa restoran sea food harga ikan kuwe berukuran 300-400 g berkisar Rp 15.o00 - Rp 20.000/ekor (2005). Adapun harga Gnathanodon speciosus saat berukuran kecil (3-5 cm) pada tahun 2007 adalah Rp 3.000 - Rp 5.000 per ekor. Ikan tersebut juga merupakan ikan hias yang diberi nama pidana kuning.
A. Sistematika
Famili : Carangidae
Spesies : Gnathanodon speciosus, Caranx melampygus, Carangoides uii, C. chrysophrys, C. talamparoides
Nama dagang : trevally
Nama lokal : bubara, kuwe macan (G. speciosus)
B. Ciri-ciri dan Aspek Biologi
1. Ciri fisik
Tubuh kuwe berbentuk oval dan pipih. Warna tubulmya bervariasi, yaitu biru bagian atas dan perak hingga keputih-putihan di bagian bawah. Tubuh ditutupi sisik halus berbentuk cycloid.
2. Pertumbuhan dan perkembangan
Kuwe dapat berenang cepat dan memiliki laju pertumbuban yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan laut lainnya. Ikan ini bersifat karnivora. Adapun pakan utamanya, yaitu ikan dan crustasea berukuran kecil. Ikan ini juga efisien memanfaatkan pakan serta mampu hidup dalam kondisi yang cukup padat.
C. Pemilihan Lokasi Budidaya
Lokasi yang tepat untuk budi daya ikan kuwe adalah teluk yang terlindung dari ombak dan badai dan memiliki pola pergantian massa air yang baik.
D. Wadah Budi Daya
Ikan kuwe mempunyai prospek yang cukup baik untuk
dibudidayakan dalam karamba jaring apung. Salah satu keunggulan budi daya ikan dalam KJA adalah waktu panen dapat diatur menyesuaikan harga ikan di pasar sehingga akan diperoleh harga jual yang lebih tinggi.
E. Pengelolaan Budi Daya
1. Pengadaan benih
Pembenihan secara massal di hatchery telah berhasil dilakukan di Gondol, Bali. Namun, hingga kini sumber benih ikan kuwe di daerah terpencil masih dari alam. Benih dengan ukuran sekitar 20-25 g banyak tersebar pada perairan dangkal di sekitar daerah padang lamun. Benih tersebut dapat ditangkap dengan penggunaan alat tangkap, seperti redi (pukat pantai), sero, bandrong jaring angkat), dan bagan.
2. Penebaran benih
Penebaran ikan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Benih dimasukkan ke dalam karamba secara perlahan-lahan. Sebelum penebaran, kondisi kualitas air harus diperhatikan. Apabila kualitas air pengangkutan berbeda dengan kualitas air lokasi budi daya, perlu dilakukan adaptasi secara perlahan-lahan, terutama terhadap salinitas dan suhu.
Benih berukuran 20-25 g dapat ditebar dengan kepadatan sekitar 15o ekor/m3 untuk pemeliharaan selama 3 bulan. Apabila ikan telah mencapai bobot >250 g/ekor, padat penebaran harus dikurangi sampai 100 ekor/m3.
3. pemberian pakan
Ikan kuwe bersifat karnivora. Ikan ini di alam memakan ikan dan krustasea kecil. Oleh karena itu, hingga saat ini pakan yang terbaik untuk budi daya ikan kuwe masih berupa ikan rucah yang dipotong-potong sesuai dengan ukuran bukaan mulutnya.
pakan diberikan sekitar 8-6% bobot badan per hari pada pagi dan sore hari. Perubahan jumlah pemberian pakan dilakukan setiap bulan setelah dilakukan pengukuran pertumbuhan. Adapun penggunaan pelet komersial juga bisa dilakukan. Pelet yang diberikan berupa pelet tenggelam dengan frekuensi pemberian pelet dua kali sehari dengan jumlah pemberian hingga kenyang.
F. Pengenddian Hama dan Penyaldt
Selama pemeliharaan ikan sering ditemukan parasit eksternal yang umum pada ikan budi daya laut, yaitu kutu kulit. Ada dua jenis kutu kulit yang ditemukan, yaitu Neobenedenia dan Benedenia. Jenis yang disebut pertama bersifat lebih patogen dibandingkan jenis kedua.
Neobenedenia tidak hanya menyerang permukaan tubuh, tetapi juga mata yang dapat menyebabkan kebutaan dengan infeksi sekunder oleh bakteri.
Upaya pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut adalah sebagai berikut.
- pemberian pakan harus cukup memadai dan tidak berlebihan.
- Kepadatan tebar tidak terlalu tinggi.
- Perendaman dengan air tawar selama 5—10 menit, tiga hari berturut-turut.
- Perendaman dengan hydrogen peroxida 150 ppm selama 30 menit dilakukan sebanyak 2-3 kali dengan interval waktu 7 hari.
G. Panen
Setelah pemeliharaan selama 5-6 bulan, ikan kuwe dapat dipanen dengan ukuran konsumsi (300-400 g). Dengan kelangsungan hidup 70-95%, dapat dihasilkan ikan rata-rata 28 kg/m3. Pemanenan ikan dalam KJA sangat mudah dilakukan. Sistem pemanenan dapat dilakukan secara total atau selektif tergantung kebutuhan.
Budidaya Ikan Kakap
Usaha budi daya ikan kakap merah saat ini memang menguntungkan karena sifat pertumbuhannya yang relatif cepat, toleran terhadap kekeruhan, ruang terbatas dan salinitas, serta tanggap terhadap pakan buatan. Selain itu, budi daya ikan ini relatif mudah, tahan terhadap penyakit, dapat dipelihara dalam kepadatan yang tinggi, dan sifat kanibalismenya rendah. sampai saat ini, baru Lutjanus johni, Lutjanus argentimaculatus, dan Lutjanus sebae yang telah dibudidayakan.
Ciri-ciri dan Aspek Biologi
1. Ciri fisik
Tubuh ditutupi sisik ctenoid berukuran sedang dan kecil. Bagian depan dari kepala hidung dan daerah mata tanpa sisik. Beberapa baris sisik terdapat pada tutup insang. Linea lateralis komplit dengan bentuk lurus atau kurva/melengkung. Gigi pada rahang biasanya beberapa baris. Terdapat gigi pada mulut bagian atas. Sirip ventral dengan satu duri keras dan 5 jari-jari lunak. selain itu erdapat sirip punggung dan sirip dubur
Tubuh ikan berwarna merah/cokelat. Bagian bawah tubuhnya berwarna merah muda untuk jenis P. argentimaculatus. Adapun L. sebae dewasa berwarna merah gelap dan juwana berwarna merah (pink) dengan loreng (band berwarna merah gelap. Bagian sirip punggung, sirip, dubur, dan bagian atas sirip ekor berwarna gelap. Jenis L. johni, warna badan hijau keperakan atau warna perunggu. Terdapat satu totol hitam besar di bawah sirip punggung, posisinya di antara batas dari keras dan jari-jari lunak.
2. Pertumbuhan dan perkembangan
Laju pertumbuhan ikan kakap merah yang dipelihara dalam karamba jaring apung mencapai 0,56% per hari. Data tersebut menunjukkan baliwa ikan kakap merah tergolong ikan yang cepat pertumbuhannya. kakap merah termasuk jenis ikan hermaphrodit protandi, yaitu berstatus jantan pada awal kehidupannya, lalu berubah menjadi betina. Ikan kakap, merah yang berukuran antara 45,0 – 55,0 cm didominasi oleh ikan jantan, sedangkan yang berukuran 56,0-62,5 cm didominasi ikan betina.
Perubahan dari jantan ke betina terjadi setelah ikan berumur 6-8 tahun. Pada saat itu, induk jantan telah berukuran bobot 3,5 kg dengan panjang total 53-6o CM.
Ikan betinanya akan siap memijah setelah berukuran sekitar 6 kg. Bobot induk betina L. argentimaculatus yang telah matang gonad antara 2,9-5,5 kg, sedangkan jantan antara 3,6-4,6 kg. L. sebae memijah sepanjang tahun, sedangkan L. argentimaculatus memijah selama 6 bulan, yaitu dari bulan Desember—Juni.
Pemijahan dapat dilaksanakan di dalam tangki maupun kolam. Seekor ikan betina yang bobotnya antara 3-4,5 kg dapat menghasilkan telur sebanyak 1,2 juta butir. Khusus L. sebae, pemijahannya tidak tergantung pada sildus peredaran bulan. Ikan jenis ini memijah pada bulan gelap maupun bulan purnama. Namun, keragaan pemijahan yang lebih baik terjadi pada bulan gelap dibanding bulan terang. Pemijahan berlangsung dalam tangki pada kedalaman air 70-16o m.
Pemilihan lokasi budidaya
Ikan kakap merah tergolong ikan eurihalin. Kakap merah yang masih muda dan dewasa hidup di daerah mangrove dan muara sungai yang kadar garamnya mendekati air tawar. Sifat ini menciptakan peluang untuk membudidayakannya, baik di tambak maupun dalam kolam.
Lokasi penempatan kolam atau karamba tancap harus terlindung dari pengaruh gelombang besar dan angin kencang, seperti perairan teluk yang terlindung, selat kecil, muara sungai ataupun sungai yang airnya bersifat payau. Kakap merah bisa hidup di perairan laut maupun perairan payau dengan kadar garam berkisar 10-35 ppt, dan suhu air 26-310 C.
Wadah Budi Daya
Ikan kakap merah dapat dibudidayakan dalam kolam maupun karamba tancap di perairan pantai, sekitar muara sungai. Ikan ini dapat dibudidayakan dalam kolam berukuran 2 m X 2 m X 2 m, maupun ukuran yang lebih besar 3 m x 3 m X 2 m, disesuaikan dengan target produksi yang ingin dicapai.
Pengelolaan Budi Daya
1. Penyediaan benih
Benih kakap merah bisa diperoleh dari hatchery yang menyediakan benih kakap ini, atau bisa diperoleh dengan cara penangkapan dari alam. Benih dari alam biasanya ketersediaannya terbatas, ukurannya tidak seragam dan hanya tersedia pada musim tertentu. Adapun pengangkutannya dengan sistem tertutup.
2. Penebaran benih
Penebaran benih dilakukan sebaiknya walau pagi atau sore hari karena suhu udara atau air lebih dingin. Sebelum penebaran, harus diperhatikan kondisi kualitas air, terutama suhu dan salinitas. Jika suhu dan salinitas air pengangkutan cukup berbeda dengan air dilokasi budi daya, perlu dilakukan adaptasi. Padat penebaran benih kakap merah seberat 5o g adalah 100 ekor/m3. Adapun padat penebaran ikan yang berukuran lebih besar (200 g), yaitu 11-12 ekor/m2.
3. Pembesaran
Pemeliharaan ikan jenaha (L. johni) selama 6 bulan akan mencapai bobot 356 g dengan bobot awal 125 g.
4. Pemberian pakan
Pakan yang digunakan adalah ikan rucah sebesar 5-10% bobot badan/hari. Pemberian pakan dilakukan dua kali/hari. Adapun L. argentimaculatus yang diberi pakan rucah sebanyak 10% bobot badan/hari selama masa pemeliharaan 7 minggu menunjukkan laju pertumbuhan rata-rata o,8% per hari. Frekuensi pemberian pakannya satu kali sebesar 7% bobot badan per hari.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Bakteri yang menyerang ikan kakap merah adalah Streptococcus iniae. Gejala ikan yang terserang penyakit ini, di antaranya warna ikan berubah menjadi lebih gelap, kehilangan keseimbangan, berenang berputar dan timbul bintik – bintik merah pada kulit.
Pencegahan yang dilakukan dengan cara menghindari padat tebarserta pemberian pakan berlebihan dan mencegah penanganan kasar. Selain bakteri, ikan ini dapat diserang parasit, yaitu kutu kulit. Kutu kulit adalah parasit eksternal yang umum pada ikan budi daya laut. Ada dua kutu kulit yang ditemukan pada ikan kakap merah, yaitu Neobenedenia dan Benedenia.
Kutu kulit pada ikan sangat sulit diamati karena benvarna transparan. Apabila dimasukkan ke dalam air tawar untuk beberapa menit, kutu kulit baru terlihat karena berubah warna menjadi keputihan. Pemberantasan parasit ini dengan cara merendam ikan di air tawar selama 5 menit. Jika tingkat serangannya parah, perendaman dapat dilakukan sebanyak dua kali dengan selang waktu seminggu.
Panen
Ikan kakap merah dipanen setelah berukuran 500 g. Ukuran tersebut ideal untuk dipasarkan. Adapun lama pemeliharaan untuk mencapai ukuran tersebut adalah 6 bulan.
Kamis, 28 Juni 2012
Lavender tanaman pengusir nyamuk
macam tanaman lavender atau tanaman pengusir nyamuk dan lalat
Lavenda; tanaman lavenda memiliki aroma bau yang menyengat apabila digoyang goyang oleh angin, ini akan mengeluarkan aroma yang tidak disukai oleh nyamuk,
Tanaman dengan tinggi mencapa 1,5 meter ini dapat hidup dengan baik di dalam ruangan maupun diluar ruangan untuk sebagai material taman
Tanaman ini berkembang biak bisa dengan stek
sekilas tanaman ini hanya seperti tanaman gulma atau pengganggu, tetapi memiliki daya tarik, yaitu warna bunga ungu tua dan bebentuk seperti jagung, dan tanaman yang masih keluarga lavender ini memiliki batang keras layaknya lavenda, tetapi bedanya adalah batang dari lavender batang ini getas atau mudah patah
Tanaman pengusir nyamuk rose mery adalah sebagian dari jenis tanaman lavender, dengan ciri daun yang lembut dan memilik warna hijau yang pekat,melihat visiknya tanaman ini sebenarnya bisa menjadi rimbun, tetapi perkembang biakannya cenderung lebih lambat bila dibandingkan dengan tanaman lavender yang lain,
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
- 9 jenis melati
- 9 tanaman berkhasiat
- abnormal
- about soccer field
- abutilon ranadei
- acarisida
- aceh
- Ada
- adas
- Agave
- air mata ibu
- akar
- alami
- amaryllis orange
- anakan
- ananas
- andong
- aneka warna bunga
- anggrek bulan
- anggrek tanah
- anggur brazil
- anthurium bunga
- antikoagulan
- antorium
- aralia
- arandinaria japonica
- aren
- ariza brownea benth
- arsitektur
- as
- asri
- azadirachta indica
- azadirachtin
- bahan
- bakung
- bakung bunga orange
- bamboo
- bamboo humus
- bambu
- bambu betung
- bambu emeral
- bambu jepang
- bambu kuning
- bambu kuning cina
- bambu telisik kuning
- bambusoideae
- banyumelek
- barringtonia asiatica
- baru
- batik
- batu alam tabur
- belajar ilmu komputer
- belang
- benda feng shui
- benefit
- benzena
- beranda
- berdaun
- berduri
- beringin putih
- berkembang
- berkhasiat
- berkualitas
- bermanfaat
- biak
- bibit
- bibit aneka buah
- bibit buah nangka
- bibit kayu putih
- bibit rumput
- bibit tanaman buah
- biji
- biji rumput golf
- biopestisda
- biopestisida
- birds eye kalantas
- bisbul
- bismakia
- bisnis online
- bitung tumbak
- blessed thistle
- Blogger
- blooming
- bonsai
- border
- borongan
- bougenville
- bromelyad varigatha
- brucea javanica
- brush cut
- buah
- buah nanas
- buah nangka
- budidaya tanaman hias
- bugenville
- bumbu masak
- bunga
- bunga kertas
- bunga lawang
- bunga mawar
- bunga pink
- bunga raflesia
- bunga sedap malam
- bunga warna putih
- buni
- burning love
- butun
- butung
- calatea
- cara
- cara berkembang biak
- cara proses
- carex morriwii
- CATALOG
- cemara balon
- cemara okaria kuning
- cemara udang
- cepelet
- chain shew
- chlorophytum Comosum
- chrisan
- cina
- cinencis
- clinicial
- clitoria ternatea
- clorophytalum
- codiaeum variegatum bi
- compost
- composter
- control
- cover
- craft
- create garden
- crica papaya
- crinum asiaticum
- cuphea hyssopifolia
- cycas
- daftar
- daftar harga sewa tanaman hias
- daftar harga tanaman
- daftar harga tanaman bulan oktober 2012
- daging merah
- daging putih
- daging super merah
- dalam
- Dan
- darah
- dari
- daun
- decoration
- dekorasi
- dekorasi ruangan
- demam
- desain taman
- detoksifikasi
- diabetes
- diare
- dijual rumah
- diligent flowering
- dioscorea villos
- Diospyros macrophylla Blume
- dlingo
- dob
- dominan
- dong qui
- donkey tail
- dragon
- drug
- drum
- durian
- earthenware
- efek
- efek fartakologis
- efek samping
- empat
- enau
- equipment
- es=kstrasi
- estimasi
- estrogen
- evakuasi
- excoecaria bicolor hask
- Excoecaria bicolor hassk
- FAQs Help and Tutorials
- feed
- fellicium decipiens
- feng sui
- fennel
- fennel oil
- fenugreek
- fermentasi
- fertilizer
- fertilizing
- fitofarmaka
- flame of bennettii
- flame of irian
- flamingo flower
- floriculture
- flower
- flowers
- fruit
- fruit tree
- fungisida alami
- furniture
- gambir
- gantung
- garden design
- garden tool
- gardena mini
- gerabah
- gerbang
- ghanti mudra
- giganteus dendrocalamus
- ginjal
- glodogan tiang pecut
- God
- golden
- gowok
- granit
- grass as material
- green directory
- green mower
- ground
- ground cover
- gui si
- gula
- habitat
- harga
- harga bambu kuning cina
- harga bibit tanaman buah
- harga pucuk ungu
- harga rumah
- harga taman minimalis
- harga tanaman
- harga tanaman agave
- harga teh tehan
- harga tiket taman mini
- healthy
- heart
- hedgerow
- heliconia
- heliconia calatea
- heliconia lady day
- hepatitis
- herba
- herbaceous
- herbarium
- hias
- hight
- hijau
- home sold faster
- hormon
- hose
- hukum
- humus
- hutu
- ijuk
- ilmu blog
- indah
- indoor
- indoor decoration
- indoor plant
- indoor plant material
- indoor plant palem wergu
- indukan
- infeksi
- inflamasi anti kanker
- inscription
- insektisida
- inspirasi
- investasi
- ixora coccinea l
- Jabon
- jamblang
- jambu
- jambu jamaica
- jambu mawar
- jamu
- januari 2013
- jasa
- jenis
- jenis jenis
- jenis melati jepang
- jenis tanaman palem untuk taman
- jeruk
- jeruk nagami
- Jonghyun
- jumbo size indoor plant
- jungle flame
- jus daun katuk
- kajang kajang
- kalatea
- kalium
- kandungan zat
- kangean
- kanker
- karbon
- karebae
- karebai
- karoten
- kastolam
- katuk
- kayu hitam
- keben
- kebing
- kebun
- kecambah
- kecantikan
- kecapi
- kelainan
- kelengkeng
- kembang lawang
- Kembang teleng
- kepel
- keptun
- keputihan
- Kerajinan kreatif
- kerakur
- keraton
- kereta api
- kerja
- kesehatan payudara
- ketapang kencana
- khasiat
- kiara payung
- king
- kipas
- kolang kaling
- kolesterol
- kompos
- krisan
- kriteria pohon peneduh
- Kritik
- kucai mini
- kulit kuning daging putih
- kuning
- kuning keputih putihan
- kupa landak
- l
- lambang cinta
- Languages
- lapangan sepak bola
- larva
- lavenda
- lavender
- lavender bunga
- lavender daun lebar
- leaves
- lebar
- lebaran
- licorice
- Lidah Mertua
- lifestyle
- Lili paris
- lily
- limbah
- Lingkungan hidup
- liver
- Lomba SEO
- lombok
- macam
- madecine plant
- maintenace gardening
- maintenance gardening
- malur
- manfaat
- mangga
- manting
- masangeada cane
- material
- material pembuatan media tanam
- material taman
- mawar
- medecinal plant
- medecine
- medecine plant
- media tanam
- media tanam tanaman pot
- medium
- meja
- mekar sempurna
- melati australia
- melati bangkok
- melati italia
- melati jepang
- melati putih
- melestarikan
- memata
- membangun gedung berkonsep alalm
- membangun lapangan sepak bola yang baik dan benar
- membuat taman
- memperbanyak
- memperbnyak
- memperlancar usaha
- mencegah kerontokan rambut
- mengenal
- mensyi primrose
- menteng
- menyehatkan payudara
- menyiram taman
- menyusui
- merah
- meselangan
- mesin pembersih
- mesin potong rumput
- mijimu
- mijiu
- mimba
- mimusop elenge
- minimalist garden
- minyak
- mitos
- mojiu
- monoksida
- most
- mudik
- naga
- Nama tananaman obat
- namnam
- nanas merah
- nangka
- natural ingredients
- natural sugar
- nematisida
- new variety
- NEWS
- nim
- nira
- nitrogen
- non calori
- non kalori
- Notia
- npk
- nuansa
- nursery
- obat
- obat beri beri
- obat kencing nanah
- occonopus compressus
- oranye
- orchid
- organic
- organic waste
- ornament
- ornamental
- otomatis
- pacar cina
- pagar
- pakan ternak
- pakis
- palam dob
- palem
- palem ijo
- palem jepang
- palem kipas
- palem kuning
- palem merah
- palem putri - Veitcia merillii
- palem sadeng cinencis
- palem wergu
- panas
- panda
- pandan bali
- panduan
- papaw
- parkeri dunn
- pasang rumput gajah mini
- pasiflora
- pati
- payudara sehat
- pedar
- pekak
- pelancar asi
- pelangsing
- pelindung
- peluang usaha
- pemanis
- pemanis alami
- pembatas ruang
- pemeliharaan
- pemupukan
- pendatang baru
- peneapple
- peneduh
- penetralisir udara
- pengalaman
- penghasil
- penghias
- penjual
- penyebaran
- penyegar
- penyemprotan
- pepaya
- peralatan siram
- peralatan taman
- peraturan pemerintah
- perkembang biakan
- pertanian
- pest
- pesticide
- pestisda nabati
- pestisida
- peternakan
- pheonix
- phillodendrum jari
- philo marbel
- philodendrons
- photosesitivety
- pintu
- piretrum
- pisang kipas
- pisang pisangan
- pisang pisangan bedak
- pitaya
- pitu
- plant
- plant madecines
- Planter box
- planting
- plants
- plastic bag
- plered
- poaceae
- pohon aren
- pohon perdamaian
- pohon tanjung
- polyalthea longifolia pendula
- poncosuda
- porous
- porstat
- posfor
- pot
- potery
- potted plants
- pottery
- price
- price list
- price list tanaman
- price of minimalist garden
- privacy policy
- productivity
- produktivitas
- Programming
- property
- protein
- pucuk merah
- pucuk ungu
- punah
- pupa
- pupuk
- puring teri
- purwakarta
- putat laut
- putih
- putting green
- qi
- rab
- rafflesia patma
- raja
- rajin berbunga
- rambutan
- raphis excelsa
- rare
- rare flower
- ratu malam
- recipe
- red siping
- rematik
- remedy
- ren chen
- resep
- resorbsi
- rhapis excelsa
- rindang
- rosa sp
- rose mery lavender
- rose pikeke
- rosy
- rth
- ruang
- ruang publik
- ruang terbuka hijau
- ruangan
- rugi
- rumah
- rumah lebih cepat terjual
- rumah minimalis
- rumput
- rumput coklat
- rumput embun
- rumput gajah mini
- rumput gajah mini varigatha
- rumput gajah paitan
- rumput golf
- rumput kandang kanguru
- rumput kandang rusa
- rumput rumputan
- rumput sintetis
- sadeng
- sagu
- salam
- salanin
- sambang darah belang putih
- sampah jalan
- Sansevieria trifasciata
- sansivera
- santan
- sari bunga
- sariawan
- sauropus androgynus
- saw palmetto
- schefflera
- screening
- sejarah
- sekam bakar
- sekam bodong
- semak
- sembelit
- sembukan penyakit diabetes
- senyawa
- september 2012
- serai
- seruni
- sesame
- sesamun inicum L
- sewa tanaman
- sewa tanaman hias
- shoots
- shrubs
- sikas
- simani
- simple tool
- sinar matahari
- sinkle
- sirih putih
- slybum marianaum
- soccer field
- soccer field grass material
- soka
- soka jambon
- song of india
- songgom
- spathiphyllum
- Spesies
- springkle
- sprinkle
- stage
- star anise
- star jasmine
- steping stone
- steril
- stevia plant
- stok material taman
- sugar palm
- suji
- suji belut
- sumur resapan
- sungkup
- sysigium caulifora
- syzygium polyanthum
- syzygium purple oleana
- table plant
- tahap
- tahun naga
- tahun ular air
- taiwan beauty
- taksonomi tumbuhan melati
- taman indah
- taman minimalis
- taman prasasti
- taman yang indah
- tambara marica
- tanaman
- tanaman akar manis
- tanaman berdaun merah
- tanaman beringin
- tanaman buah
- tanaman gantung
- tanaman herbal
- tanaman hias
- tanaman ikon
- tanaman indoor plant
- tanaman katuk
- tanaman keben
- tanaman khasiat
- tanaman kwalot
- tanaman langka
- tanaman langka.;lobi lobi
- tanaman mawar
- tanaman merambat
- tanaman obat
- tanaman pagar
- tanaman palem
- tanaman pelindung
- tanaman peneduh
- tanaman penghalang matahari
- tanaman pengusir nyamuk
- tanaman pengusir nyamuk dan lalat
- tanaman semak
- tanaman sirsak
- tanaman walisongo
- tanaman yang dapat dibentuk
- tang kuei
- tanjung
- tapis kodok
- tata ruang
- teh tehan
- teh tehan varigata
- teh tehan varigatha
- tekanan darah tinggi
- telisik kuning
- terancam
- teratogenik
- terpasang
- tevia
- tidak
- tinggi
- tips bisnis
- Tips SEO
- toilet
- toluena
- totol
- tradisional
- traditional
- treatment
- tukang taman
- tulang
- tumbuh
- tumbuhan
- tunas
- ubar
- udara
- ukuran pot gerabah
- umbi
- umbi uwih
- UMKM
- ungu
- untung
- usus
- utong
- varietas
- varitas
- vertikal garden
- virisida
- walisongo
- wangi
- wanita hamil
- warna
- water for life
- water installation
- wijaya kusuma
- wijen
- wijoyo kusumo
- wild yam
- wisata
- witung witung
- wutuna
- xilena
- yang baik
- yang teduh
- yellow bamboo
- Zamia culcas
- zat formaldehid
- zoysia japonica





