Minggu, 09 Juni 2013

Ana Sukses Raup Omset Miliaran dari Obat Herbal

Nama topnya: Jeng Ana. Meski masih muda, 34 tahun, kehadirannya di dunia pengobatan herbal cukup fenomenal. Meski industri ini sudah lama disesaki banyak pemain, tapi klinik yang dikelola pemilik nama asli Ana Soviana ini tidak pernah sepi pengunjung. Jumlah pasiennya mencapai ribuan yang tersebar di 5 kota di cabang Klinik dan Salon Aura Jeng Ana dengan omset miliaran rupiah per bulan. Tidak heran bila kini dia dijuluki Si Ratu Herbal.

Jeng Ana tampaknya sosok yang mengerti diferensiasi. Penampilan dirinya dan kliniknya berbeda dengan klinik herbal kebanyakan. Dari sisi penampilan, dia selalu mengenakan jilbab, modis. Dia pun pandai bergaul, tutur katanya halus. Oh ya, satu lagi: suka mengendarai Toyota Alphard jika bepergian. Begitu juga kliniknya, jauh dari kesan magis, apalagi bau kemenyan yang memabukkan dan bernuansa klenik. Semua sudut ruangan didesain modern bak ruang praktik dokter: rapi, bersih, wangi, plus berbagai hiasan rak artistik untuk memajang aneka ramuan herbal.

Keahlian Jeng Ana dalam mengobati non kimiawi itu diwarisi dari sang kakek. Adalah Mbah Kaslam Sastraningrat (alm) yang dipercaya masyarakat Purwodadi (Ja-Teng) sebagai tabib yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit dengan ramuan herbal kala itu. “Sejak kecil saya sering ikut mendampingi kakek mengobati pasien,” ujar wanita kelahiran Purwodadi, 15 Juli 1977, itu.

Setelah sang kakek meninggal dengan mewariskan tanah seluas 1,5 hektar untuk ditanami tanaman obat-obatan, Jeng Ana memberanikan diri hijrah ke Jakarta. Waktu itu, dia tidak langsung buka praktik, tapi sempat bekerja sebagai sales mobil dan menjadi asisten di usaha farmasi. Kerasnya hidup Jakarta dan berbekal pengalaman mengobati herbal di kampung, memotivasi Jeng Ana membanting setir: membuka usaha sendiri. Tahun 2004 dia buka klinik perdana di Kalibata Timur yang ukurannya masih kecil dan sederhana.

Di luar dugaan, pengunjung kliniknya datang bak air mengalir. Tidak hanya mereka yang menderita berbagai penyakit saja yang berkunjung ke kliniknya, melainkan juga orang-orang yang ingin tampil lebih cantik dan bugar. Alhasil, seiring berjalannya waktu, gedung klinik diperluas dan dilengkapi ruang penginapan pasien yang butuh waktu terapi lama. Tidak puas hanya praktik di Jakarta, kliniknya terus melebar. Saat ini jumlah cabang tersebar di Tangerang, Bandung, Bali dan Pekanbaru. “Untuk klinik yang di Kalibata saja omset mencapai em-em an (miliaran),” ucap pakar herbal yang rajin menyantuni anak yatim piatu tersebut.

Apa sih kelebihan pengobatan herbal Jeng Ana? Isteri dari Suprayitno ini mengklaim, ramuan herbal yang diraciknya terdiri dari ratusan jenis tanaman obat. Ini terobosan yang membedakan dengan pengobatan herbal umumnya yang cuma menggunakan 1-7 jenis tanaman obat. Dengan demikian, lanjut pelahap aneka literatur dunia herbal itu, pengobatan tidak setengah-setengah, tapi total.

Keunikan lain, calon pasien harus membawa hasil pemeriksaan medis rumah sakit atau dokter terlebih dahulu sebelum dia tangani. Tujuannya: memberikan solusi yang akurat dan obat herbal yang tepat. Tidak kalah pentingnya, teknik pengobatan herbal Jeng Ana dibantu dengan pendekatan religius melalui pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

“Saya mengobati pasien dengan keinginan untuk menyembuhkan dan keikhlasan,” kata Jeng Ana. Meski tidak mematok tarif khusus, diakuinya pasien memberikan kompensasi yang setimpal. Pasien berasal dari kelas bawah hingga pejabat dan artis. Beberapa selebritas pernah diobati, seperti Bang Haji Rhoma Irama, Gugun Gondrong, Epi Kusnandar, Rini S. Bon Bon, Ratna Listy, Misye Arsita, Merry Putrian, dan Opie Kumis.
Toh popularitas klinik Jeng Ana tak semata tuah word of mouth. Dia juga gencar berpromosi. Televisi, radio dan Internet menjadi medium beriklan. Sejak 7 tahun lalu, sejak awal berdiri, Jeng Ana bahkan sudah rajin muncul di layar kaca. Dia mengisi acara di stasiun Bali TV, TVRI Ja-Bar, TVRI Riau, MNC TV, O Channel, dan TVRI Pusat. Sementara di radio mengudara di Radio Kamajaya, Pop FM, Radio Safari yang semuanya ada di Jakarta. Kemajuan teknologi informasi juga dimanfaatkan dengan merilis.

Berapa biaya promosinya? Menurutnya, untuk membeli jam tayang televisi saja harus merogoh kocek Rp 30-50 juta tiap minggu. Itu belum termasuk biaya presenter kondang sekali syuting Rp 5 juta. Namun, saat ditanya berapa anggaran promosi seluruhnya, ibu dua anak ini ogah menyebutkan.

Kendati harus menggelontorkan banyak duit promosi, tampaknya strategi Jeng Ana tidak seperti menggarami laut. Prospek bisnis pengobatan herbal masih cerah seiring tren back to nature dan green medicine. “Bisnis ini masih akan menjanjkan hingga satu dekade mendatang,” jelas Kukuh Praworo, pengamat dan pakar pengobatan herbal. Tapi, dia mengingatkan bahwa tantangan industri ini adalah soal regulasi dan kontrol pemerintah terhadap peredaran obat-obatan herbal.

Berhasil mengembangkan bisnis klinik herbal, memacu Jeng Ana terus merentangkan sayapnya. Dalam waktu dekat, sejumlah cabang akan mendarat di beberapa kota. Dia bahkan berambisi mendirikan pabrik jamu. “Doakan ya, agar cita cita pabrik jamu saya segera terwujud,” dia memohon.

Sumber: swa.co.id

Rubiyah Sardjono sukses dengan bisnis Bengkel X-Tra

Wanita bisa menjadi pebisnis hebat. Kalimat ini bukan latah ikut-ikutan bicara emansipasi wanita yang kini kuat didengungkan. Wanita bisa menjadi pebisnis hebat adalah pengakuan jujur Hj Rubiyah Sardjono, seorang ibu rumah tangga yang kini menekuni bisnis Bengkel X-Tra. Di sebuah seminar kewirausahaan bagi para purna tugas yang bekerja di perusahaan multinasional yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Administrasi, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Malang, Hj Rubiyah Sardjono bertanya kepada peserta yang mengikuti workshop kewirausahaan ini. “Orang seperti saya ini cocoknya bisnis apa,” ? ujarnya memancing pertanyaan. Banyak peserta yang mengatakan bahwa Hj Rubiyah Sardjono yang penampilannya seperti itu cocok bisnis katering. Ada juga yang nyeletuk bisnis salon penganten.

Mendengar jawaban seperti itu, Hj Rubiyah tersenyum masgul. Ia memang membenarkan semua jawaban yang diberikan para peserta tersebut. “Ya saya memang pernah berbisnis salon penganten, bisnis katering, dan jenis bisnis lainnya yang sering dilakukan oleh ibu rumah tangga, termasuk bisnis membuat kue kering,” ujarnya.

Suami Pindah Kerja, Bisnis Mulai Nol Lagi , Semua bisnis yang dijalani ibu dari empat orang anak ini semuanya berkembang dengan baik. Namun ketika suaminya harus pindah kerja sesuai tugas kantor, maka ia harus rela melepaskan bisnis yang sudah dirintisnya dengan susah payah ini. “Di Jakarta, saya pernah membuka usaha katering. Usaha maju, hasilnya bisa untuk membeli rumah dan keperluan lainnya. Namun usaha ini harus dilepas ke orang lain karena suami pindah kerja ke Surabaya,” ujarnya.

Dengan situasi seperti itu, Hj Rubiyah berfikir, mungkinkah ada bisnis yang bisa dikelola secara tidak langsung, artinya bisnisnya berjalan tanpa ia harus ada di sana tetapi menghasilkan. Karena terbiasa aktif berbisnis, Hj Rubiyah mencoba mengusulkan ide bisnis dengan membuka bengkel  untuk kendaraan bermotor. Ide ini berawal dari pengamatannya bahwa pemilik bengkel kendaraan bermotor tidak harus berada setiap saat di lokasi usaha, dan rata-rata, sepengetahuannya,  hasilnya cukup menjanjikan.

Ia, kemudian berdiskusi dengan suaminya, H Sardjono, yang menjadi karyawan disebuah perusahaan swasta, dan berlatar belakang sebagai seorang teknisi mesin. H Sardjono, suaminya, mencoba mengaktualisasikan ide yang ada di benak istrinya, dengan menggambar secara detail bentuk usaha bengkel kendaraan bermotor yang akan dijalankannya secara profesional. Usaha barunya ini dicoba dan dibuka tahun 1993 di Surabaya.   Di luar dugaan, ternyata bengkelnya ramai luar biasa.

 Fase Baru Bengkel Profesional, Setelah cukup lama bengkelnya dikenal banyak pelanggan, dan selalu ramai, ia mencoba mengajukan izin kepada Astra Honda Motor untuk membuka Bengkel AHASS. Seperti diketahui Astra Honda Motor dengan jaringan Bengkel AHASSnya memiliki segmen pasar yang luas yang telah dikenal sangat professional.

Ternyata prosesnya tidak semudah yang dibayangkan orang. Penuh lika-liku, membutuhkan banyak waktu dan kesabaran.  Baru pada tahun 1999, izin yang diajukan Hj Rubiyah untuk membuka Bengkel AHASS dikabulkan oleh tim Astra Honda Motor. Izin sudah ditangan, tetapi ada masalah lain yang masih mengganjal. Ia diberikan izin dilokasi yang kurang strategis, alias msih sepi. Masalah lainnya, soal modal yang diperlukan untuk membuka Bengkel AHASS membutuhkan modal yang tidak sedikit.

“Saya harus menjual hampir semua asset yang saya miliki. Mulai dari rumah, mobil, hingga semua perhiasan yang saya miliki, baik yang sedang saya pakai maupun yang  dipakai anak-anak,”ungkapnya. Perjuangan meyakinkan manajemen Astra Honda Motor bahwa Bengkel AHASS yang didirikannya akan ramai dan benar-benar beda, memang dibuktikannya. Bengkel AHASS itu ramai. Bahkan telah berkembang dari satu menjadi dua, kemudian bertambah lagi menjadi tiga Bengkel AHASS yang didirikannya. Hebatnya  lagi, semua Bengkel AHASS miliknya merupakan Bengkel AHASS terbaik se Indonesia Wilayah Timur, bahkan jadi rujukan untuk standarisasi Bengkel AHASS di wilayah tersebut. Dari sinilah Hj Rubiyah menemukan passionnya bahwa ia memang cocok berbisnis bengkel kendaraan bermotor.   

Ide Bisnis yang Terus Berkembang, melihat pengelolaan Bengkel AHASS miliknya yang sudah berjalan dengan baik, dengan manajemen professional, ia mencoba mengembangkan ide bisnis lain untuk melengkapi bisnis bengkel kendaraan bermotor dengan bisnis salon dan cuci motor. Ide ini dibawa kepada seseorang, pemilik bisnis usaha franchise salon dan cuci motor yang cukup terkenal di Indonesia.

“Ternyata ide saya dibajak oleh perusahaan tersebut, termasuk uang saya sebesar Rp100juta yang raib dengan system bisnis yang tidak karuan rimbanya. Saya sudah mengikhlaskan, tetapi saya bertekad menjalankan ide bisnis ini dengan sekuat tenaga ,” ujarnya.

Berawal dari kepentok  itulah, Hj Rubiyah memiliki tekad lebih kuat untuk mengoalkan ide-idenya dengan membuat usaha bengkel yang diinegrasikan dengan  salon dan cuci motor. Ia memberi nama usahanya dengan brand MOTOR X-TRA. Hak cipta merek, dan izin patennya juga sudah keluar pada bulan November tahun 2007 lalu. Yang khas dari Bengkel MOTOR X-TRA adalah terintegrasinya  layanan bengkel, cuci motor, salon serta berbagai keperluan bagi kendaraan motor lainnya. Ia bahkan menyebutnya sebagai bengkel yang one stop sevice untuk otomotif roda dua. Saat ini, setahun setelah Bengkel MOTOR X-TRA diluncurkan, sudah ada 6 cabang MOTOR X-TRA,  diantaranya di Sidoarjo, Surabaya, Malang, Yogyakarta dan Gresik.

Berbagi Sukses, kesuksesan yang telah dinikmati Hj Rubiyah Sardjono, dalam mengelola Bengkel MOTOR X-Tra memberikan keyakinan bahwa bisnis yang dijalankan telah berjalan di rel yang benar. “Saya menawarkan peluang bisnis yang sangat realisitis dengan modal yang tidak terlalu besar. Ada banyak pilihan paket usaha, mulai dari Paket One Stop Service senilai investasi Rp170juta, Paket Snow Wash &Oil Shop 3 SPH senilai investasi Rp92,3juta, Paket Snow Wash &Oil Shop 2 SPH senilai investasi Rp84,9juta, Paket Snow Wash senilai investasi Rp58,9juta, serta Paket Snow Wash + AHASS senilai investasi Rp57juta (Paket terakhir ini hanya diperuntukkan bagi para pemilik jaringan AHASS saja dn berlaku untuk satu alamat outlet saja).

Berdasarkan besarnya nilai investasi yang harus dipersiapkan oleh para calon investor atau mitra , Hj Rubiyah Sardjono mengungkapkan bahwa nilai yang ditawarkan sangat bersaing dibandingkan dengan usaha sejenis yang pernah ada. “Saya bisa katakanan, untuk investasi bisnis bergabung di Bengkel MOTOR X-TRA yang nilainya terbesar adalah paket investasi terkecil di usaha bengkel motor lain. Selisihnya jauh,” ujar  Hj Rubiyah.

Apakah bisnis ini memiliki prospek yang bagus? Sepanjang yang telah dilakukan Hj Rubiyah dengan membuka 6 cabang Bengkel MOTOR X-TRA, serta pengalaman mengelola 3 Bengkel AHASS selama 15 tahun, ia yakin mampu membawa mitranya menuai hasil usaha seperti yang diharapkan, dengan meningkatkan pendapatan yang berasal dari cuci mobil, jasa bengkel dan salon, serta penjualan suku cadang kendaraan bermotor. Menurut Hj Tubiyah, pada prinsipnya sebuah usaha akan berhasil jika dalam menjalaninya memegang tiga prinsip usaha, yaitu jujur, tekun serta fokus.

Sumber: wirausaha dan keuangan

Chandra Tambayong Sukses dengan Solo Paragon

Solo Paragon adalah superblok pertama di Jawa Tengah. Superblok yang berlokasi di jantung Kota Solo ini terdiri dari apartemen, kondotel, dan pusat perbelanjaan di lahan seluas 4,1 hektar.  

Kehadiran Solo Paragon merupakan tonggak penting dalam industri properti di Solo dan Jawa Tengah.  Salah satu orang yang berada di balik Solo Paragon adalah Chandra Tambayong, pengusaha properti yang sukses. Di Bandung, Chandra membangun tiga apartemen The Majesty (di Jalan Surya Sumantri, samping kampus Universitas Kristen Maranatha), Grand Setiabudi apartment & Hotel, dan Galeri Ciumbeuleuit. Di tiga apartemen tersebut, Chandra menjadi Presiden Komisaris.

Chandra Tambayong memang pekerja keras. Lahir di Jakarta 2 Maret 1960 sebagai anak keenam dari 10 bersaudara, Chandra sejak kecil sudah terbiasa dengan kehidupan berdagang. Di rumah toko, tempat ayah ibu dan kakak adiknya tinggal itu, ada tempat penjualan kebutuhan pokok atau sembako.

“Dulu saya melihat teman tinggal di rumah, saya sempat berpikir saya kok tinggal di rumah toko. Ternyata ada manfaatnya hidup dalam suasana dagang. Ini jalan Tuhan yang mempersiapkan saya menjadi seperti sekarang ini. Insting bisnis terasah sejak kecil. Dan itu membuat saya terbiasa melihat sesuatu menjadi peluang,” cerita Chandra Tambayong yang menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMP Kristen dan SMAK Pintu Air, Jakarta.

Chandra pernah mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Yayasan Persada Indonesia, di Kelapa Gading dan mengambil Fakultas Psikologi, namun di tengah jalan, ia merasa dunia itu bukan dunianya. Chandra pun tidak menyelesaikan kuliahnya, dan memilih menjadi wirausaha. Chandra memulainya dengan melanjutkan usaha dagang sembako milik ayahnya.

Setelah menikah dengan Susiani Margono, putri Gunarso Margono (pemilik Grup Gapura Prima) 9 Desember 1984, Chandra pun terjun dalam bisnis properti. Dari pernikahannya dengan Susiani, Chandra memiliki empat orang anak yaitu Jessica Tji (24), Yohanes (21), Joshua (18), dan Yonathan (14). Putrinya, Jessica, mulai terjun dalam bisnis properti, dan kini Direktur Solo Paragon.

Chandra memulai bisnis properti pada tahun 1985, ketika mendapat order borongan untuk membebaskan tanah di daerah Bekasi dari Grup Ciputra. “Waktu itu saya yang meng-handle proyek pembebasan tanah seluas 60 hektar itu. Di sana saya sering bertemu dengan banyak orang-orang Ciputra. Dari sana tercetus ide, mengapa kami tidak membebaskan tanah dan membangun rumah?” cerita Chandra.

Tahun 1985 itu juga, Chandra membebaskan lahan seluas 50 hektar di Bekasi, dan membangun perumahan Pondok Hijau Permai. Itu merupakan proyek properti pertama yang ditangani Chandra dan berjalan dengan sukses. Perumahan Pondok Hijau Permai merupakan proyek properti kedua Gapura Prima milik Gunarso Margono, mertua Chandra.

Sejak itu Chandra melebarkan sayap bisnis propertinya. Dia pindah ke Bandung dan mendirikan perusahaan sendiri, Abadi Mukti Kirana, cikal bakal Bandung Inti Graha sekarang.

Bekerja sama dengan sejumlah mitra, Chandra membangun tiga apartemen di Bandung, dan satu di Jatinangor (Sumedang). Di sini, Chandra membangun Jatinangor Town Square (Jatos) yang ternyata sangat membantu masyarakat setempat berbelanja pakaian dan bahan pokok lainnya. Awal Juni, apartemen terbarunya, Pinewood, mulai dibangun di Jatinangor.

Di Solo, Chandra bermitra dengan sejumlah pengusaha, membangun Solo Grand Mall, Pusat Grosir Solo, dan kini Solo Paragon

Sumber : Kompas

Pengusaha Property

Sesuai dengan judul blog ini yaitu Business and Motivation yang point topiknya adalah tentang bisnis,investasi, perjalanan bisnis,motivasi dan kisah sukses. Untuk poin yang terakhir inilah maka pada posting kali ini saya mengangkat tentang artikel "kisah sukses" dan saya tertarik pada seorang profile pengusaha di bidang property yang yang menurut saya layak di jadikan inspirasi bukan karena kesuksesannya semata dalam bisnisnya tapi juga bagaimana beliau ini menggunakan uang hasil keuntungan usahanya.

Pak Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.Saat itu Pak Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada di atas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Pak fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.

Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan beliau, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. "Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.", katanya.Manajemen kasih sayang yang diterapkan Pak Fauzi ternyata ampuh untuk memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu."Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri." Katanya.Prinsip manajemen "Bismillah" itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman, sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta.

Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan tilawah alquran, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil.Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta.

Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah, membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Pak Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Pak Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2.Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah.Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat.

Setelah itu, ketika beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan.Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi> seperti ini."Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya." Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Alloh,Pak Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan.

Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Pak Fauzi ibarat menanam padi."Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalaukita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh". Katanya.Artinya, Pak Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri."Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial." Katanya.Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial."Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol." Kata Pak Fauzi.

Sumber : berani gagal.com

Sukses Kembangkan Produk Luhur

Indonesia adalah negara yang kaya akan rempah-rempah. Urusan kecanggihan teknologi, Indonesia masih sangat jauh jika dibandingkan dengan negara maju, tetapi untuk urusan kekayaan alam, Indonesia adalah jagonya. Terbukti, banyak ragam spesies tanaman dan hewan yang ada di bumi Nusantara ini dan banyak dikagumi oleh para ahli dari negara lain.

Bahkan jika dikelola dengan baik, kekayaan alam Indonesia memiliki nilai bisnis yang menjanjikan untuk peningkatan perekonomian rakyat. Potensi nilai bisnis inilah yang banyak dimanfaatkan oleh pengusaha lokal di Indonesia untuk menciptakan inovasi baru yang berbasis tradisi budaya.

Salah satu pengusaha tersebut adalah Wisnu Sanjaya asal Yogyakarta yang sejak tiga tahun terakhir mengembangkan bisnis produksi lulur dan ragam material spa dengan merek Kedaton. Sejak awal 2005 pria jebolan diploma pemasaran di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta mengusahakan inovasi di bidang produksi material spa yang semua resep ramuannya dia dapatkan dari sang nenek. "Ini merupakan warisan budaya nenek moyang yang ramuannya juga saya dapatkan dari eyang saya," ujar Wisnu seperti dikutip dari Harian Bisnis Indonesia.

Namun, bukan berarti proses memulai usaha itu tidak berkendala. Berawal dari bisnis Wisnu bidang jual beli mebel furnitur dan aneka handicraft, tetapi ambruk pasca krisis moneter. Hingga akhirnya secara tidak sengaja Wisnu membaca salah satu majalah khusus tentang pemasaran yang mengulas tentang prospek bisnis. Di sana disebutkan bisnis spa akan booming beberapa tahun ke depan. Tidak mau ketinggalan start, Wisnu yang sudah memiliki bekal kursus membuat aneka ragam bahan kecantikan ini langsung berinisiatif membuat ramuan lulur yang dia dapatkan dari sang nenek.

Alhasil tiga produk berhasil dia buat, yaitu lulur boreh, lulur teh hijau, dan lulur madu. Ketiganya merupakan inovasi dari ramuan lulur tradisional yang dikombinasikan dengan ramuan lain. Tanpa ragu, ketiga produk tersebut diperkenalkan ke khalayak umum untuk pertama kalinya dalam pameran Festival Kesenian Yogyakarta pada 2005. Tanpa diduga, upaya perkenalan produk kecantikan tradisional yang diberi label Kedaton ini laku keras. Bahkan pasokannya kurang, karena banyak pembeli dalam partai besar yang tertarik dengan hasil buatan Wisnu.

Dia menciptakan total 25 komponen material spa yang akan selalu diutak-atik dengan beragam inovasi terbaru. "Dari hasil korespondensi dengan teman yang ada di Thailand, saya mendapat buku tentang spa yang memberikan inspirasi baru dalam ramuan dan perlengkapannya," ujar Wisnu. Selain buku yang diperolehnya dari Thailand, Wisnu juga masih menyimpan dengan baik buku resep ramuan kecantikan tradisional yang dia dapatkan dari sang nenek tercinta.

Buku itu seakan menjadi primbon, apalagi tidak ada satu karyawan pun yang tahu apa ramuan yang ada dalam setiap masing-masing produk kecantikan dan material spa yang dia ciptakan. Akibatnya, usaha yang masih dilakukan secara manual dalam setiap prosesnya itu harus dikerjakan dengan tangannya sendiri, karena tidak ada orang lain yang bisa melakukannya tanpa Wisnu sendiri yang mengerjakannya.

"Karyawan lain hanya mengurusi bagian packaging saja, tetapi untuk urusan mencampur ramuan masih saya sendiri dengan dibantu satu orang kepercayaan saya," ujarnya. Setiap bulannya, Kedaton memproduksi rata-rata 300 kilogram lulur dan masker yang siap diedarkan ke Padang, Palembang, Surabaya, Bali, Jakarta, dan Bandung.

Selain itu, Wisnu juga sudah mengekspor Kedaton hingga ke mancanegara seperti Australia dan Thailand. Ke depan, beberapa inovasi untuk semakin memperkaya produk kecantikan dan material spa baru sudah dipersiapkannya. Bahkan untuk persiapan pameran International Herbal Spa Exhibition 2009, dia sudah mempersiapkan 10 komponen baru material spa dan produk kecantikan tradisional. 

Tentu saja persiapannya tidak sembarangan, karena Wisnu sudah bekerjasama dengan beberapa kawan dari Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk urusan penelitian dan keamanan produknya sebelum dipasarkan. "Ini juga untuk membedakan produk Kedaton dengan yang lain, karena ada jaminan keamanan yang sudah dikontrol secara ilmiah sebelum dipasarkan," ujarnya menutup perbincangan. 

Sumber : bisnis.com

Sabtu, 08 Juni 2013

Kerajinan kreatif anyaman


Apakah anda pernah melihat kerajinan anyaman? Inilah barang langka yang perlu dilestarikan, tidak hanya sekedar kerajinan, akan tetapi kerajinan kreatif anyaman bernilai ekonomis tinggi. Di mana anda tinggal? Dimanapun anda tinggal pasti tidak sulit menemukan barang-barang anyaman seperti bakul, nyiru, kap lampu, tikar, tas anyaman, dan selongsong ketupat dan lain sebagainya.
Perhatikan Gambar dibawah. Tampak pada gambar tersebut sekelompok wanita sedang menganyam di sela-sela waktu luangnya.

Kerajinan anyaman bambu
Menganyam berarti mengatur bilah atau lembaran-lembaran secara tindih-menindih dan silang-menyilang. Bilah atau lembaran-lembaran yang diatur tersebut dapat berupa bambu, daun pandan, janur, kertas, rotan, atau kulit binatang. Masyarakat dipedesaan masih banyak yang melakukan pekerjaan menganyam. Mereka membuat hiasan dinding, alat dapur, tikar, dinding anyaman bambu, dan peralatan rumah tangga untuk di pakai sendiri atau untuk dijual.

Perhatikan contoh berbagai hasil kerajinan anyaman pada Pemilihan bahan untuk berkarya kerajinan anyaman perlu memperhatikan fungsi dan keindahan benda yang akan dibuat. 

Produk kreatif kerajinan anyaman

Pemilihan bahan yang tidak tepat dapat menyebabkan benda anyaman mudah rusak. Benda anyaman mungkin juga tidak indah, dan tidak aman untuk di gunakan.
Sebagai contoh untuk membuat keranjang dan bakul dipilih bahan bambu, karena selain kuat bambu juga mudah dibentuk.

Bambu bersifat lunak, mudah dihaluskan dengan pisau atau ampelas. Oleh karena itu, keranjang dan bakul bambu aman digunakan, kuat, dan indah. Bayangkan jika keranjang dan bakul nasi dibuat dari daun kelapa atau kertas. Walaupun keranjang atau bakul nasi tersebut terlihat indah tetapi tidak dapat digunakan karena tidak kuat.

Selongsong ketupat juga dibuat dengan teknik menganyam. Bahan yang baik untuk membuat selongsong ketupat yaitu janur, daun pandan, dan daun lontar. Bahan-bahan tersebut mudah dianyam dan aman. Kerajinan anyaman janur selain selongsong ketupat
yaitu kisa  (tempat ayam) dan anyaman dekorasi pesta perkawinan.

Bahan baku kerajinan anyaman

Apresiasi merupakan kegiatan mengamati, menilai, dan menghargai hasil karya. Dalam bidang keterampilan atau kerajinan, apresiasi berarti kegiatan mengamati, menilai, serta menghargai hasil karya kerajinan, termasuk kerajinan anyaman.

Mutu atau kualitas karya kerajinan anyaman dapat dinilai dari keindahan, kekuatan, dan kesesuaian bahannya. Apa yang dimaksud keindahan, kekuatan, dan kesesuaian bahan dalam kerajinan anyaman?

1.  Keindahan Karya Kerajinan Anyaman
Indah berarti elok atau indah dipandang mata. Anyaman yang indah ialah anyaman yang elok sehingga mampu menggugah rasa keindahan orang yang melihatnya. Keindahan anyaman dapat dilihat pada motif anyaman, bentuk benda anyaman, serta tekstur bahan anyaman. Sebagai contoh dua benda anyaman, satu benda dianyam dengan anyaman dasar tunggal, dan satu lagi dianyam dengan anyaman kombinasi.

Benda anyaman  dengan motif anyaman kombinasi tampak lebih indah dan menarik dari pada anyaman dengan motif anyaman dasar tunggal. Tekstur (sifat halus dan kasar) bahan anyamanpun menentukan keindahan benda anyaman. Kamu pernah melihat akar wangi?

Akar wangi dapat dijadikan taplak meja, tas, dan kantong ponsel anyaman yang menawan. Tekstur akar wangi yang kasar membuat benda anyaman dari akar wangi tampak menawan. Saat ini, selain membuat variasi motif dan bahan, orang juga mewarnai bahan yang hendak dianyam. Bahan anyaman yang biasa dicelup dalam pewarna antara lain daun pandan dan mendong, lembaran bambu, dan akar wangi.

produk kerajinan anyamanBahan baku kerajinan anyaman


2.  Kekuatan Karya Kerajinan Anyaman
Kekuatan benda kerajinan menentukan keawetan. Oleh karena itu, dalam pembuatan benda kerajinan kekuatan perlu diperhatikan. Kekuatan benda anyaman ditentukan oleh jenis bahan serta teknik menganyam. Sebagai contoh untuk membuat tikar. Bahan yang kuat dan tepat yaitu daun pandan dan mendong. Daun pandan dan daun mendong yang sudah dikeringkan memiliki tekstur yang halus, ulet (jawa), dan cukup tahan terhadap air. Sifat bahan yang ulet dan tahan air memungkinkan tikar pandan/mendong dicuci berkali-kali.

Lain halnya dengan keranjang pakaian. Keranjang pakaian lebih banyak dibuat dari bahan rotan. Tahukah kamu, mengapa? Alasannya yaitu, rotan kuat, ulet , halus, mudah dibentuk, serta tahan terhadap air. Sifat rotan yang kuat, ulet , dan tahan air membuat keranjang pakaian awet atau tahan lama. Bahan selain rotan yang memiliki sifat yang hampir sama yaitu bambu. Oleh karena itu, bambu juga sering dibuat benda kerajinan seperti keranjang sampah, keranjang pakaian, tempat hantaran, dan sebagainya.



3.  Kesesuaian Bahan Kerajinan Anyaman
Bahan untuk membuat benda kerajinan harus disesuaikan dengan fungsi benda. Apa maksudnya? Kamu sudah pernah melihat dinding anyaman bambu, bukan ? Dinding anyaman biasa disebut juga  gedhek. Dinding anyaman ini berfungsi sebagai penutup ruang, agar tidak terlihat dari luar, serta melindungi penghuni rumah dari hujan dan angin. Oleh karena itu bahan yang digunakan harus kuat, tahan air, mudah dibentuk/ dianyam, serta aman bagi manusia. Bahan yang memiliki sifat-sifat tersebut di antaranya bambu dan rotan. Namun, selama ini kebanyakan orang lebih banyak menggunakan bahan bambu.

Alasannya, mungkin karena bambu lebih mudah ditemukan, dan harganya pun lebih murah.Di pedesaan dan di daerah-daerah pedalaman, ada juga yang membuat dinding anyaman dari daun kelapa. Walaupun daun kelapa bisa dianyam dan dijadikan dinding, namun kurang kuat. Selain itu, anyaman daun kelapa tidak mempunyai ketahanan yang baik terhadap cuaca (air hujan dan panas matahari), daun kelapa mudah rapuh. 
Semoga bermanfaat 

Auto Submitter

Apakah blog anda kurang kencang alias kurang mantap untuk menjangkau SERPs, jika anda mau meningkatkan SEO Blog,atau sekedar mau iseng silahkan masukan alamat Blog anda di outo submitter dibawah ini, Gratis lho ! dan akan berpengaruh terhadan SEO Blog anda.Dan jangan salah disini anda juga bisa submit blog anda ke google, yahoo dan bing. Ada dua auto Submitter dibawah ini, terserah mau yang mana. Silahkan dicoba....

Label