Selasa, 26 Maret 2013

Ahok adalah salah satu calon Wakil Gubernur DKI pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Ahok bernama asli Basuki Tjahaja Purnama dan dilahirkan di wilayah Belitung. Sebelum bersanding dengan Jokowi pada Pilkada DKI 2012, Ahok telah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2010 dan menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014. Mari kita lihat sepak terjang Ahok sebagai Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Jokowi.
ahok

Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)

Basuki T Purnama (BTP) yang akrab dipanggil Ahok lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, Belitung Timur. Ia melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMU) dan perguruan tinggi di Jakarta dengan memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti.
Setelah menamatkan pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi (Insiyur geologi) pada tahun 1989, Basuki pulang kampung–menetap di Belitung dan mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan PT Timah.
Menggeluti dunia kontraktor selama dua tahun, Basuki menyadari betul hal ini tidak akan mampu mewujudkan visi pembangunan yang ia miliki, karena untuk menjadi pengelolah mineral selain diperlukan modal (investor) juga dibutuhkan manajemen yang profesional.

Untuk itu Ahok memutuskan kuliah S-2 dan mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta. Mendapat gelar Master in Bussiness Administrasi (MBA)atau Magister Manajemen (MM) membawa Basuki diterima kerja di PT Simaxindo Primadaya di Jakarta, yaitu perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor pembangunan pembangkit listrik sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek. Karena ingin konsentrasi pekerjaan di Belitung, pada tahun 1995 Basuki memutuskan untuk berhenti bekerja dan pulang ke kampung halamannya.
Perlu diketahui, tahun 1992 Basuki mendirikan PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995. Bagi Basuki, pabrik yang berlokasi di Dusun Burung Mandi, Desa mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagaimana mensejahterakan stakeholder (pemegang saham, karyawan, dan rakyat) dan juga diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Belitung Timur dengan memberdayakan sumber daya mineral yang terbatas. Di sisi lain diyakini PT Nurindra Ekapersada memiliki visi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh.

Berangkat dari visi seperti itulah pada tahun 1994, Basuki didukung oleh seorang tokoh pejuang kemerdekaan Bapak alm Wasidewo untuk memulai pembangunan pabrik pengolahan pasir kwarsa pertama di Pulau Belitung dengan memamfaatkan teknologi Amerika dan Jerman. Pembangunan pabrik ini diharapkan juga memberikan harapan besar menjadi cikal bakal tumbuhnya suatu kawasan industri dan pelabuhan samudra dengan nama KIAK (Kawasan Industri Air Kelik).

Kiprah Politik Ahok

Sebagai pengusaha di tahun 1995 ia mengalami sendiri pahitnya berhadapan dengan politik dan birokrasi yang korup. Pabriknya ditutup karena ia melawan kesewenang-wenangan pejabat. Sempat terpikir olehnya untuk hijrah dari Indonesia ke luar negeri, tetapi keinginan itu ditolak oleh sang ayah yang mengatakan bahwa satu hari rakyat akan memilih Ahok untuk memperjuangkan nasib mereka.
Dikenal sebagai keluarga yang dermawan di kampungnya, sang ayah yang dikenal dengan nama Kim Nam, memberikan ilustrasi kepada Ahok. Jika seseorang ingin membagikan uang 1 milyar kepada rakyat masing-masing 500 ribu rupiah, ini hanya akan cukup dibagi untuk 2000 orang. Tetapi jika uang tersebut digunakan untuk berpolitik, bayangkan jumlah uang di APBD yang bisa dikuasai untuk kepentingan rakyat. APBD kabupaten Belitung Timur saja mencapai 200 milyar di tahun 2005.

Bermodal keyakinan bahwa orang miskin jangan lawan orang kaya dan orang kaya jangan lawan pejabat (paham Kong Hu Cu), keinginan untuk membantu rakyat kecil di kampungnya, dan juga kefrustasian yang mendalam terhadap kesemena-menaan pejabat yang ia alami sendiri, Ahok memutuskan untuk masuk ke politik di tahun 2003.
Pertama-tama ia bergabung dibawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) yang saat itu dipimpin oleh Dr. Sjahrir. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dengan keuangan yang sangat terbatas dan model kampanye yang lain dari yang lain, yaitu menolak memberikan uang kepada rakyat, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.
Selama di DPRD ia berhasil menunjukan integritasnya dengan menolak ikut dalam praktik KKN, menolak mengambil uang SPPD fiktif, dan menjadi dikenal masyarakat karena ia satu-satunya anggota DPRD yang berani secara langsung dan sering bertemu dengan masyarakat untuk mendengar keluhan mereka sementara anggota DPRD lain lebih sering “mangkir”.
Setelah 7 bulan menjadi DPRD, muncul banyak dukungan dari rakyat yang mendorong Ahok menjadi bupati. Maju sebagai calon Bupati Belitung Timur di tahun 2005, Ahok mempertahankan cara kampanyenya, yaitu dengan mengajar dan melayani langsung rakyat dengan memberikan nomor telfon genggamnya yang juga adalah nomor yang dipakai untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Dengan cara ini ia mampu mengerti dan merasakan langsung situasi dan kebutuhan rakyat. Dengan cara kampanye yang tidak “tradisional” ini, yaitu tanpa politik uang, ia secara mengejutkan berhasil mengantongi suara 37,13 persen dan menjadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Padahal Belitung Timur dikenal sebagai daerah basis Masyumi, yang juga adalah kampung dari Yusril Ihza Mahendra.
Bermodalkan pengalamannya sebagai pengusaha dan juga anggota DPRD yang mengerti betul sistem keuangan dan budaya birokrasi yang ada, dalam waktu singkat sebagai Bupati ia mampu melaksanakan pelayanan kesehatan gratis, sekolah gratis sampai tingkat SMA, pengaspalan jalan sampai ke pelosok-pelosok daerah, dan perbaikan pelayanan publik lainya. Prinsipnya sederhana: jika kepala lurus, bawahan tidak berani tidak lurus. Selama menjadi bupati ia dikenal sebagai sosok yang anti sogokan baik di kalangan lawan politik, pengusaha, maupun rakyat kecil. Ia memotong semua biaya pembangunan yang melibatkan kontraktor sampai 20 persen. Dengan demikian ia memiliki banyak kelebihan anggaran untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Kesuksesan ini terdengar ke seluruh Bangka Belitung dan mulailah muncul suara-suara untuk mendorong Ahok maju sebagai Gubernur di tahun 2007. Kesuksesannya di Belitung Timur tercermin dalam pemilihan Gubernur Babel ketika 63 persen pemilih di Belitung Timur memilih Ahok. Namun sayang, karena banyaknya manipulasi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara, ia gagal menjadi Gubernur Babel.
Dalam pemilu legislative 2009 ia maju sebagai caleg dari Golkar. Meski awalnya ditempatkan pada nomor urut keempat dalam daftar caleg (padahal di Babel hanya tersedia 3 kursi), ia berhasil mendapatkan suara terbanyak dan memperoleh kursi DPR berkat perubahan sistem pembagian kursi dari nomor urut menjadi suara terbanyak.
Selama di DPR, ia duduk di komisi II. Ia dikenal oleh kawan dan lawan sebagai figur yang apa adanya, vokal, dan mudah diakses oleh masyarakat banyak. Lewat kiprahnya di DPR ia menciptakan standard baru bagi anggota-anggota DPR lain dalam anti-korupsi, transparansi dan profesionalisme. Ia bisa dikatakan sebagai pioner dalam pelaporan aktivitas kerja DPR baik dalam proses pembahasan undang-undang maupun dalam berbagai kunjungan kerja. Semua laporan bisa diakses melalui websitenya. Sementara itu, staf ahlinya bukan hanya sekedar bekerja menyediakan materi undang-undang tetapi juga secara aktif mengumpulkan informasi dan mengadvokasi kebutuhan masyarakat. Saat ini, salah satu hal fundamental yang ia sedang perjuangkan adalah bagaimana memperbaiki sistem rekrutmen kandidat kepala daerah untuk mencegah koruptor masuk dalam persaingan pemilukada dan membuka peluang bagi individu-individu idealis untuk masuk merebut kepemimpinan di daerah.
Ahok berkeyakinan bahwa perubahan di Indonesia bergantung pada apakah individu-individu idealis berani masuk ke politik dan ketika di dalam berani mempertahankan integritasnya. Baginya, di alam demokrasi, yang baik dan yang jahat memiliki peluang yang sama untuk merebut kepemimpinan politik. Jika individu-individu idealis tidak berani masuk, tidak aneh kalau sampai hari ini politik dan birokrasi Indonesia masih sangat korup. Oleh karena itu ia berharap model berpolitik yang ia sudah jalankan bisa dijadikan contoh oleh rekan-rekan idealis lain untuk masuk dan berjuang dalam politik. Sampai hari ini ia masih terus berkeliling bertemu dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan ini dan pentingnya memiliki pemimpin yang bersih, transparan, dan profesional.
Di tahun 2006 ,Ahok dinobatkan oleh Majalah TEMPO sebagai salah satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Di tahun 2007 ia dinobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari penyelenggara negara oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Masyarakat Transparansi Indonesia. Melihat kiprahnya, kita bisa mengatakan bahwa berpolitik ala Ahok adalah berpolitik atas dasar nilai pelayanan, ketulusan, kejujuran, dan pengorbanan; bukan politik instan yang sarat pencitraan.

sumber : 

Kisah Sukses Andi Susanto

Andi Susanto adalah seorang pengusaha penyewaan PC dan kamera yang sukses. Beliau awalnya adalah seorang karyawan biasa, namun kemudian nekat mengundurkan diri dan berjuang membangun usahanya sendiri. Saat ini pak Andi Susanto sedang membesarkan perusahaannya sendiri PT Megawastu Solusindo dan PT Megawastu Digital dengan sebuah website www.sewakamera.com. Mari kita simak pengalaman hidup Pak Andi Susanto.

Biografi Andi Susanto Pengusaha Sewa PC dan Kamera

Melalui PT Megawastu Solusindo dan PT Megawastu Digital, Andi Susanto sukses mengembangkan bisnis penyewaan personal computer (PC) dan penyewaan kamera. Ia bahkan keluar dari pekerjaan karena keinginan berbisnis sendiri.

Sebelum menjadi pengusaha, Andi Susanto pernah bekerja sebagai karyawan di sebuah media asing di Jakarta. Saat itu, tugas Andi adalah sebagai penyuplai data, seperti kurs mata uang, valuta asing, data perdagangan saham, dan juga bursa komoditas. Hampir sepuluh tahun lamanya Andi mengabdi di media itu. Ia pernah menempati berbagai posisi, mulai staf biasa hingga jabatan yang terakhir menjadi account manager.

Saat menjabat sebagai account manager itu, Andi banyak mengerjakan berbagai data penting yang menyangkut perbankan dan perusahaan. “Saya memang memiliki banyak pengalaman soal data,” kata alumnus Universitas Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah itu.

Walaupun jabatan terakhirnya terbilang nyaman, namun pria berusia 42 tahun ini tak tertarik untuk meneruskan kariernya. Ia memilih mengundurkan diri pada tahun 2001 karena lebih tertarik berbisnis sendiri. Keputusan Andi membuka usaha sendiri sebenarnya adalah wujud cita-cita masa kecilnya, yaitu menjadi seorang pengusaha. Karena itu, begitu lepas dari status karyawan, Andi langsung menyusun konsep usaha yang bakal dijalaninya, yaitu usaha penyewaan PC. Begitu persiapan sudah matang, melalui bendera usaha PT Megawastu Solusindo, pada 2003, Andi mulai menawarkan jasa sewa PC. Perusahaan ini berdiri dengan modal yang berasal dari tabungan Andi dan sebagian lainnya utang bank. Pertama kali menawarkan jasanya, Andi menawarkan 80 set PC dengan enam unit server. Tapi tak semua PC itu laku disewa. “Meyakinkan klien dengan usaha baru itu ternyata sulit,” kenang Andi.

Butuh tiga tahun bagi Andi meyakinkan para calon klien bahwa menggunakan PC sewaan itu lebih efisien bagi perusahaan. Sampai 2006 usahanya mulai stabil dan ia berhasil mendapatkan dua kontrak sewa jangka panjang dari perbankan. Seiring waktu, jumlah klien Andi terus bertambah. Hingga kini, tak kurang 10 klien sudah berada di genggaman Andi, baik klien perbankan maupun klien perusahaan. Setidaknya 300 PC kini sudah tersebar di berbagai usaha itu.

Andi menyewakan PC itu dalam bentuk paket. Satu set PC yang disewakan terdiri dari central processing unit (CPU), monitor, keyboard, mouse, berikut dengan software. Klien Andi yang kebanyakan dari perbankan memang bukan kebetulan. Seperti kata ahli pemasaran, berjualan akan lebih mudah kalau sudah mengenal calon pembelinya.

Jurus itu pula yang dipakai Andi. Saat ia masih bekerja di perusahaan media, Andi memang sudah banyak kenal dengan kalangan perbankan yang menjadi relasi perusahaannya. “Saya dulu bekerja dengan profesional, sehingga banyak relasi percaya dengan bisnis saya,” klaim Andi.

Untuk merawat kepercayaan itu, Andi berusaha memberikan pelayanan terbaik. Ia menyiagakan tim reparasi PC selama 24 jam plus tenaga teknisi yang khusus menjaga data klien bila terjadi kerusakan PC. “Saya punya layanan pencegahan jika terjadi kerusakan, inilah nilai tambah bisnis saya,” terang Andi.

Andi menegaskan, bisnis sewa PC ini memang bukan hasil pertimbangan semalam. Sebelum terjun ke bisnis ini, Andi sudah melakukan analisis kelayakan bisnis serta kesiapan pasar. Ketika itu, Andi sadar bisnis ini persaingannya ketat. Namun hasil analisisnya, tidak semua persewaan PC berani menawarkan jasa untuk kebutuhan divisi trading. “Peluang inilah yang saya ambil,” katanya.

Menurut Andi, setiap perbankan memiliki divisi trading yang bertugas melakukan transaksi keuangan, termasuk transaksi kurs antarbank. Divisi ini biasanya butuh data historis agar mudah menganalisis pasar modal. “Saya unggul karena paham dengan informasi trading yang dibutuhkan perbankan itu,” terang Andi. Untuk mendukung usaha itu, pada 2005 Andi mengembangkan software khusus yang bisa mempercepat proses transaksi. Ia menawarkan software itu khusus untuk membuat transaksi real time. “Intinya harus kreatif memberikan pelayanan sewa PC ini,” jelas Andi.

Saat ini melayani penyewaan komputer di 10 bank besar di Tanah Air. Andi mengaku, dengan tarif sewa Rp 500.000 hingga Rp 1 juta per bulan, omzet per bulan dari bisnis ini mencapai Rp 500 juta.

Membisniskan hobi fotografi

Setelah sukses di usaha penyewaan personal computer (PC), Andi Sudanto melebarkan sayap bisnis mendirikan penyewaan alat fotografi pada 2007. Dengan modal Rp 300 juta, bisnis penyewaan alat fotografi itu kini mampu mendulang omzet Rp 100 juta per bulan. Pelanggan Andi adalah para penggemar fotografi.

Dengan mengusung bendera PT Megawastu Digital, Andi menawarkan jasa sewa peralatan fotografi itu sejak 2007. Lewat situs sewakamera.com, Andi memasarkan beragam jenis kamera untuk disewakan, mulai kamera digital single lens reflex (DSLR) hingga kamera non DSLR, termasuk kamera untuk video.

Tak hanya itu, Andi juga memperkaya jasa sewa alat fotografi itu dengan beragam aksesori fotografi, seperti lensa, filter, flash, studio lighting, tripod, layar background, baterai, printer foto, hingga kostum untuk model foto. Keputusan Andi membuka jasa sewa kamera itu terinspirasi dari hobinya di bidang fotografi. Pria berusia 42 tahun itu menyenangi fotografi sejak 2004, kala itu ia aktif dalam kegiatan salah satu komunitas foto di Jakarta.

Di komunitas fotografi itulah Andi menemukan ide membuka usaha penyewaan alat fotografi. Ia melihat banyak peralatan fotografi yang dibutuhkan penggemar fotografi. “Saat itulah saya kepikiran membuat usaha penyewaan alat fotografi, apalagi saat itu penyewaan alat fotografi masih langka,” terang Andi.

Walaupun ada yang menyewakan alat fotografi, tapi hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang. “Saat itu banyak fotografer hanya memanfaatkan pinjam-meminjam peralatan dari teman,” terang Andi.
Sebelum memutuskan untuk membuka usaha sewa alat fotografi itu, Andi terlebih dahulu melakukan survei pasar. Hasilnya, Andi menemukan banyak penggemar fotografi tetapi tidak memiliki peralatan fotografi yang lengkap. “Kelompok inilah konsumen saya,” ucap Andi.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Andi lantas mendirikan usaha penyewaan alat fotografi itu. Dengan modal Rp 300 juta, ia membeli beberapa buah kamera DSLR, lensa serta aksesori kamera secukupnya. Untuk mendapatkan pelanggan, Andi buka kantor di Jakarta dan kantor cabang di Bali. Ia sengaja buka cabang di Bali karena Bali adalah daerah tujuan wisata yang kerap jadi tujuan memotret bagi fotografer.

Setiap pekan, Andi melayani sedikitnya 100 penyewa kamera, lensa atau aksesori fotografi lainnya. Para penyewa itu berasal dari Jabodetabek dan Bali. Untuk harga sewa alat fotografi seperti kamera, Andi mematok tarif mulai Rp 130.000 per hari sampai jutaan rupiah. Harga tergantung dari jenis kamera yang disewa. Semakin berkualitas kamera itu tentu semakin mahal tarif sewanya.

Adapun tarif sewa lensa, Andi mematok seharga Rp 25.000 sampai dengan Rp 560.000 per hari, tergantung ukuran dan harga lensa yang disewakan tersebut. “Sekarang ini saya punya 200 ragam jenis lensa yang bisa disewakan,” jelas Andi.

Dari jasa sewa alat fotografi tersebut, Andi setidaknya mampu mendulang omzet hingga Rp 100 juta per bulan. Omzet itu tidak hanya datang dari jasa penyewaan saja, tetapi juga dari denda keterlambatan sewa sampai dengan biaya ganti rugi jika terjadi kerusakan alat oleh si penyewa. Andi mencatat, sejak memulai usaha ia sudah melayani 4.000 pelanggan. “Kebanyakan dari mereka adalah fotografer profesional, tapi tentu ada juga yang amatir,” ungkap Andi.

Menurut Andi, bisnis penyewaan fotografi akan terus berkembang seiring dengan perkembangan dunia teknologi informasi. Maraknya media sosial juga ikut mempopulerkan fotografi. “Semakin banyak penggemar fotografi, semakin berkembang juga usaha penyewaan kami ini,” kata dia.

Namun begitu, untuk menekuni bisnis penyewaan alat fotografi memiliki risiko. Sebab, usaha penyewaan alat ini butuh modal besar karena harga alat fotografi tersebut terbilang mahal. Jika tidak hati-hati, alat yang akan disewakan itu bisa rusak atau bahkan raib dibawa oleh si penyewa yang tak bertanggung jawab. “Maka itu kami mewajibkan adanya identitas bagi si penyewa alat kami,” kata Andi.

sumber :  rumus.web.id

Senin, 25 Maret 2013

Kiat Sukses PT Thiess Contractors

Thiess pertama kali memulai operasinya di Indonesia pada tahun 1972 sebagai anak perusahaan dari Thiess Bros Pty Ltd. Pada tahun 1984, Thiess Indonesia diambil alih oleh C.S.R. melalui akuisisi di tingkat korporasi.

Pada bulan November 1988, PT. Thiess Contractors Indonesia didirikan kembali dan dibentuk menjadi sebuah perseroan terbatas. Perusahaan ini kemudian mendapatkan kontrak pertambangannya yang pertama pada bulan Maret 1989 dari BHP untuk Pertambangan Senakin di Kalimantan Selatan.

Selama periode 1990an, Thiess Indonesia sangat berhasil mengerjakan berbagai proyek besar dalam bidang infrastruktur yang terkait dengan kegiatan ekspansi beberapa perusahaan tambang berskala internasional.













Selain itu, Thiess Indonesia juga berhasil mendapatkan beberapa kontrak pertambangan jangka panjang yang hingga kini masih terus berlangsung. Pada beberapa tahun belakangan ini, Thiess Indonesia bahkan telah mengembangkan usahanya untuk proyek-proyek di bidang telekomunikasi, perminyakan dan gas bumi.

Dengan mengerjakan beberapa proyek infrastruktur. Pada tahun 1988, PT Thiess Contractors Indonesia resmi berdiri dan sejak saat itu terlibat dalam berbagai proyek pertambangan dan konstruksi di Indonesia.

Saat ini PT Thiess Contractors Indonesia memberikan beragam jasa pertambangan dan konstruksi di bidang pertambangan, infrastruktur dan sipil, mekanik, elektrik, telekomunikasi dan bangunan di Indonesia.

Tujuan kami adalah menjadi rekan terpilih Anda untuk jasa-jasa di atas. Kami selalu berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu, sesuai anggaran, tanpa kecelakaan, ramah lingkungan dan selaras dengan masyarakat sekitar.

Luasnya pengalaman Thiess Indonesia dalam menangani berbagai proyek memungkinkan keseluruhan grup untuk mengembangkan kemampuannya dalam memberikan solusi proyek secara menyeluruh, baik melalui kontrak E.P.C maupun jenis kontrak lainnya, termasuk aliansi. Selain itu Thiess Indonesia juga dapat menyediakan sumber daya spesialis dan dukungan dari perusahaan induknya kapan saja dibutuhkan.

sumber :  thiess.co.id

Kiat sukses PT. ZHULIAN INDONESIA

PT. ZHULIAN INDONESIA adalah salah satu Perusahaan Penjualan Langsung yang terkemuka di Indonesia. Kami mempunyai lebih kurang 30 agensi resmi di seluruh kota besar di Indonesia dan kira-kira 25.000 Distributor yang mempunyai visi yang sama dan bekerja bergandengan tangan dengan Perusahaan menuju kesuksesan. Kantor pusat Internasional, ZHULIAN MARKETING (M) SDN BDN adalah Perusahaan MLM yang terkemuka di Malaysia. Kedua Perusahaan ini adalah anak perusahaan dari ZHULIAN CORPORATION BERHARD, perusahaan yang telah go public, berbasis di Penang, Malaysia.

ZHULIAN didirikan di Penang oleh Bapak Teoh Beng Seng pada tahun 1989 dengan bisnis utama pada awalnya adalah mendistribusikan perhiasan berlapis emas melalui jaringan Penjualan Berjenjang (MLM). Sejak saat itu, ZHULIAN mulai berbagi filosofi bagaimana model bisnis uniknya dapat bekerja untuk membawa kesuksesan dan kekayaan kepada mereka yang percaya kepada produk-produknya, percaya kepada rencana bisnisnya dan mempunyai keyakinan terhadap Perusahaan. Saat ini ZHULIAN dikenal sebagai Perusahaan Penjualan Berjenjang yang inovatif dan terintegrasi dengan baik yang dengan bangga memproduksi dan memasarkan mereknya sendiri untuk produk yang beraneka ragam dibawah Group. ZHULIAN melebarkan sayapnya ke Thailand pada tahun 1996; Indonesia pada tahun 1997 dan Singapura pada tahun 2003. Dengan jaringan yang luas lebih dari 270 agensi dan hampir setengah juta Distributor di Asia Tenggara, ZHULIAN muncul sebagai salah satu perusahaan terkemuka dalam industri penjualan langsung regional karena Peluang Bisnis Emasnya yang mempunyai visi ke depan dan produk-produk yang terpercaya dan inovatif.

PT. ZHULIAN INDONESIA memasarkan berbagai jenis produk yang diproduksi dan dipasarkan dengan merek ZHULIAN dan merek eksklusif lainnya yang diciptakan oleh ZHULIAN. Jenis produknya termasuk perhiasan, Perawatan Rumah, Makanan dan Minuman, Makanan Kesehatan, Perawatan Pribadi, Pembersih Udara, Saringan Air dan Produk Peningkatan Kualitas Tidur.

KANTOR PUSAT INTERNASIONAL ZHULIAN

Sebuah Tanda Keunggulan…

Bertempat di gedung pertama yang berlokasi di Plot 41, Bayan Lepas, Penang, Kantor Pusat Internasional divisi bisnis MLM ZHULIAN adalah pusat operasional untuk operasi sehari-hari ZHULIAN di Malaysia, Thailand, Indonesia dan Singapura. Untuk melayani sebagai pusat perhitungan bonus internasional, Kantor Pusat Internasional telah menempatkan sistem komputerisasi yang canggih yang menghubungkan data-data penjualan dari kantor regional di Thailand, Indonesia, dan Singapura dan juga dari agensi ke Kantor Pusat di Penang dimana semua komisi Distributor dihitung. Proses perhitungan bonus yang otomatis dan efisien, dengan akses kepada semua data, laporan yang jelas memungkinkan Distributor membangun kepercayaan di dalam Perusahaan ini. 

Memegang komitmennya untuk bertumbuh dan berkembang terus menerus, Perusahaan telah memulai proyek ekspansinya yang ambisius pada gedung yang ada sekarang. Gedung baru yang sangat modern akan segera dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang ekstensif, menampilkan lobi yang mewah, ruang pertemuan, auditorium modern yang dapat memuat 2000 orang dilengkapi dengan perlengkapan audio-visual yang canggih dan kafetaria yang nyaman. Semua dsdepartemen administrasi yang relevan juga akan bertempat di dalam gedung ini untuk memastikan fasilitas operasional tersentralisasi dengan efektif dan efisien. Hal ini juga merupakan bagian dari usaha kerja keras yang terus-menerus untuk membuktikan sebagai pemain MLM yang signifikan di arena internasional dan mengulangi kesuksesannya di mancanegara untuk memungkinkan lebih banyak Distributor menikmati keuntungan yang sangat besar yang dapat ditawarkan. 

Mengambil Keuntungan dari Pengetahuan Memproduksi…

ZHULIAN telah menggabungkan ide-ide yang inovatif, teknologi mutakhir, dan pengetahuan memproduksi dengan model bisnis yang cemerlang – sebuah kombinasi yang telah membantu dalam pertumbuhan kami dan memuaskan pelanggan kami selama lebih dari dua dekade. Saat ini, ZHULIAN bukan hanya diakui sebagai produsen perhiasan yang terkemuka, tetapi juga terjun ke dalam aktivitas produksi yang lain., termasuk memproduksi makanan kesehatan, minuman, produk teknologi rumah seperti pembersih air dan pembersih udara dan perlengkapan tidur seperti matras, bantal dan guling.
Aktivitas produksi Group ini dilakukan di 3 pabrik yang bertempat di Plot 41, Plot 42 dan Plot 3 di Bayan Lepas, Penang. Plot 3 ini memulai operasinya sejak pertengahan 2008 didirikan berdasarkan standar GMP, yang menunjukkan komitmen di dalam mencapai keunggulan kualitas.

sumber :  zhulian.co.id

Kiat Sukses PT. GE

GE dirintis sejak tahun 1878 oleh Thomas Alva Edison yang dikagumi karena kejeniusannya sebagai penemu. Namun tak banyak yang mengetahui kepiawaiannya sebagai pionir di bidang usaha. Dengan menyelaraskan berbagai usaha untuk membawa suatu inovasi ke pasar, dia merintis jalur bagi GE sekarang. Kenali lebih jauh inspirasi dan kerja keras tokoh yang memulai semua ini.

Sejak tahun 1940 GE telah menjadi bagian dari hidup jutaan warga Indonesia dengan produk dan jasanya termasuk lokomotif kereta api, elektronika rumahtangga, lampu sampai pembiayaan bagi nasabah perorangan. Di tahun 70an GE merintis berbagai kerjasama di bidang teknologi dan bisnis dengan berbagai institusi Indonesia, dan sejak itu kehadiran GE tumbuh berkembang dengan dibentuknya PT GE Finance Indonesia, PT GE Lighting Indonesia, juga perusahaan patungan PT Astra Sedaya Finance dan PT GE Technology Indonesia yang kemudian melahirkan PT GE Nusantara Turbine Services.

 Semua berawal dari lumbung kecil di tahun 1900. Setelah meraih ribuan hak paten dan bahkan dua hadiah Nobel, laboratorium GE Global Research terus mempersembahkan teknologi baru bagi kehidupan kita. Kenali laboratorium riset GE yang pertama dan perjalanannya berevolusi hingga menjadi lembaga yang mendunia. 

sumber :  ge.com

Kisah Sukses Husnul Suhaini

Hasnul Suhaimi lahir di Bukittinggi, pada 23 April 1957. Di kota kelahirannya itu, ia dibesarkan bersama lima saudaranya yang lain. Ayahnya, Suhaimi, adalah seorang guru sejarah yang pernah menjadi guru teladan tingkat SMP tahun 1974. Dari sang ayah, Hasnul banyak memetik pelajaran terutama perjuangan dalam menghadapi hidup. Selain menjadi guru, ayahnya tetap giat berusaha menambah penghasilan keluarga dengan berjualan, membuka usaha penerbitan buku Usaha Ikhlas yang masih ada saat ini.

Sementara ibunya mengajarkan semua anak-anak bersikap lembut dan selalu beramal. "Sampai saat ini ibu masih selalu mengingatkan kami, anak-anaknya, untuk salat, zakat, berkurban, dan sedekah," kata Hasnul mengenang.

 wanita yang telah melahirkannya itu.Didikan serta pembelajaran soal makna hidup yang didapatnya dari ayah dan ibunya tercinta rupanya berhasil membentuk karakternya menjadi pribadi yang ramah, rendah hati, dan terbuka. Hingga pada akhirnya ia berhasil meraih posisinya sebagai orang nomor satu di PT XL Axiata Tbk, produsen kartu seluler XL yang diembannya sejak 1 September 2006. Sebelum memangku jabatan prestisius itu, Hasnul sudah banyak makan asam garam di dunia telekomunikasi Indonesia. 

Sarjana teknik elektro lulusan ITB berdarah Minang ini mengawali karir dari sebuah perusahaan perminyakan dan gas sebagai instrument engineer. Tapi profesi itu tak terlalu lama ditekuninya.

Setelah itu ia bekerja di perusahaan minyak Schlumberger sekitar tahun 1981. Ketika itu industri telekomunikasi Tanah Air belum berkembang seperti sekarang. Operator komunikasi yang muncul pun masih dapat dihitung dengan jari.

Namun ia justru melihat peluang besar di dunia telekomunikasi Indonesia. Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1983, Hasnul memutuskan pindah ke PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. Di perusahaan yang sering disingkat dengan sebutan PT Indosat itu, ia mengawali karirnya sebagai staf perencanaan. Di sela-sela kesibukannya mengembangkan Indosat, ia mendapat kesempatan untuk mengambil program MBA di Universitas Hawaii, Manoa, Amerika Serikat dan lulus tahun 1992. Sewaktu bekerja di Indosat, ia sempat ditugaskan ke Telkomsel selama dua tahun untuk menjadi Direktur Niaga, lalu ke IM3.

sumber :  tokohindonesia.com.

Kiat Sukses PT.Indonesia Toray Syntetics

PT Indonesia Toray Synthetics (ITS) didirikan pada bulan Oktober 1971 sebagai pionir dalam memproduksi serat sintetis di Indonesia dengan menggunakan teknologi dari Toray Jepang. Produksi komersial dimulai pada tahun 1973 dengan Nylon Filament Yarn, dilanjutkan pada tahun 1974 untuk Polyester Staple Fiber dan pada tahun 1990 untuk Polyester Filament Yarn.

PT ITS dibangun di atas lahan seluas 52 hektar di dalam wilayah Kota Tangerang. Dalam rangka membantu program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tekstil dalam negeri, secara bertahap PT ITS melaksanakan pengembangan produksi dengan menambah fasilitas-fasilitas di setiap pabrik.

PT ITS menerapkan sistem manajemen berdasarkan ISO 9001 untuk menjamin produk berkualitas tinggi dan ISO 14001 untuk pelestarian lingkungan. Produk berkualitas tinggi tersebut dipasarkan ke pasar domestik sekitar 70% dan sisanya diekspor ke berbagai negara.

Pada bulan November 1990, PT ITS bekerja sama dengan PT Easterntex (salah satu perusahaan Toray Group Indonesia) dan San-Esu Co., Ltd. Jepang untuk mendirikan PT OST Fibre Industries. 

Perusahaan ini memulai bisnisnya hanya dengan memproduksi benang jahit berwarna untuk sepatu olahraga. Namun dengan pengembangan-pengembangan yang dilakukan setelahnya, PT OST saat ini memproduksi berbagai macam produk untuk berbagai aplikasi lainnya seperti bordil, selotip dan sebagainya.

PT ITS dan PT OST berkantor pusat di Gedung Summitmas II Lantai 3, Jl. Jend. Sudirman 61-62, Jakarta, namun untuk penjualan dikontrol langsung di pabrik yang berlokasi di Jl. Moch. Toha Km 1 Pasar Baru, Tangerang.

sumber :  toray.co.id

Label