Selasa, 08 Januari 2013

PETA CIPATAT CITY

Peta cipatat city, barangkali anda membutuhkan peta cipatat, silahkan kunjungi blog ini mungkin bermanfaat untuk anda dalam menentukan geografis wilayah yang ingin anda kunjungi. Misalnya mau ke gua pawon atau mau arum jeram di sungai citarum

PETA CIPATAT CITY

 
PETA CIPATAT
              Peta Cipatat, Kordinat: 6° 49' 41" South, 107° 22' 41" East
              

Anggrek Bulan

Tanaman anggrek bulan sebagai material indoor plant atau table plant dan masuk pada exclucive indoor plant sangat digemari oleh penikmat tanaman hias anggrek, bernuansa indah bila ditemani oleh tanaman anggrek pada ruang kerja, ruang publik seperti hotel, kantor, rumah sakit, apartement mewah, sekolah bertaraf internasional. Penempatan pada umumnya adalah di meja recepcionist

Jenis warna dari tanaman anggrek bulan 

  1. anggek bulan bunga warna putih dengan tangkai pendek dan pohon ukuran pendek
  2. anggrek bulan bunga putih totol merah dengan tangkai pendek dan pohon ukuran pendek
  3. anggrek bulan bunga putih denga tangkai bunga panjang dan bunga berukurn lebih besar
  4. anggrek bulan bunga merah dengan tangkai bunga panjang dan bunga berukuran lebih besar
  5. anggek bulan dengan bunga putih totol merah tangkai panjang
tanaman anggek bulan dapat bertahan hidup sebagai hiasan dalam ruangan selama 2 minggu

Pot Gerabah Batik Dari Plered Purwakarta

Pot gerabah batik dari plered Purwakarta yang termasuk kreasi baru yang dibuat untuk memenuhi tuntutan pasar akan kebutuhan gerabah yang selama ini sebagai dekorasi tata ruang.
Berbeda dengan pot tanaman umumnya berkembang di pasaran, pot batik ini sangat menarik, dan desain batik serta pewarnaan juga bervariasi sehingga menambah daya terik pot batik ini

Contoh pot gerabah batik dari plered purwakarta

  • Pot garabah batik coklat biru
  • Pot Gerabah batik pitih

  • Pot garabah totol kuning merah

  • Pot gerabah batik kuning totol biru muda

  • Pot gerabah batik totl kuning merah


Pot gerabah batik dari plered purwakarta harga bervariasi, tergantung deari besar kecilnya ukuran, berkaitan dengan ukuran memiliki standar dimensi.


Cara budidaya pohon Jati


Tips: Cara budidaya pohon JatiPohon Jati adalah tanaman pohon kehutanan, pohonnya keras seratnya halus, sangat cocok untuk diolah menjadi perabotan rumah tangga, seperti kusen, daun pintu, kursi, meja, tempat tidur, meja makan dan lain lain. Mungkin Anda penasaran, bagaimana cara membudidayakan pohon jati supaya dapat tumbuh dengan subur.
Apabila Anda tertarik dengan cara ini, mari ikuti petunjuknya: 
Sebelum mulai menanam pohon jati, ada beberapa cara yang perlu kita perhatikan.
  • Pilihlah benih jati yang baik dengan ketentuan berdiameter 1-1,5 cm.
  • Jemur benih jati tersebut sampai betul-betul kering.
  • Setelah bibit jati itu kering, rendam bibit tersebut dengan campuran air accu dan air tawar dengan perbandingan 1 : 10 ( air accu 1 liter perlu air tawar 10 liter ) selama 3 hari.
  • Selanjutnya benih jati tersebut diangkat dan ditiriskan selama 0,5 sampai 1 hari.
  • Siapkan media atau bedeng tabur ukuran sembarang, dan disekelilingnya dibuatkan pembatas.
  • Setelah media atau bedeng sudah siap, taburkan benih jati tersebut di atas bedengan yang sudah disiapkan tadi.
  • Setelah itu benih jati ditabur semua, kemudian benih tersebut kita timbun dengan pasir hitam/pasir kali setebal 1,5-2 cm.
  • kemudian tutup bedeng tersebut dengan plastic, kalau tidak ada plastic bisa ditutup dengan dedaunan.
  • Selama didalam bedeng, benih tidak boleh kering harus diatur kelembabannya.
  • Kemudian kita tunggu selama 7 – 14 hari.
  • Kalau sudah berkecambah kemudian pindahkan kepolibek yang sebelumnya sudah disiapkan.
  • Polibek yang kita siapkan berisi tanah, pupuk organik atau pupuk kandang, dan rambut padi, dengan perbandingan 1 : 3 : 2. 
  • Lalu pelihara (diberi pupuk, disiram, disetek dan lain lain) sampai tumbuh menjadi bibit jati yang siap ditanam dilahan anda
    Itulah cara budidaya pohon jati, yang saya ketahui, semoga bermanfaat. 
    selamat mencoba

Senin, 07 Januari 2013

Tips Cara menanam Pohon Albazia

Tips Cara menanam Pohon Albazia
Kali ini saya akan mencoba berbagi tips cara menanam pohon albazia, barangkali bermanfaat bagi para pemirsa. Saya akan mengurai satu persatu tata cara menanam pohon yang satu ini, didawah ini adalah prosesi menanam pohon Albazia
Setelah bibit yang sehat disiapkan

 Et,,, tunggu dulu ada info baik nih, buat anda yang membaca artikel ini, anda berminat usaha menanam pohon albasia?, tapi tdak punya modal untuk memulai usaha ini? jangan khawatir, sekarang ada program dari pemerintah yaitu program Kebun Bibit Rakyat (KBR). Anda tinggal mengajukan proposal saja ke Departemen/ Dinas terkait, kalau tidak bisa bikin proposalnya, jangan khawatir saya sediakan proposal yang powerful untuk anda, Download saja disini

Mari kita lanjutkan baca artikelnya
1. Waktu Penanaman
Menanam pohon Albazia sebaiknya dilakukan pada moment yang tepat,  waktu penamanannya tidak tepat maka hasil yang di dapatkan juga tidak akan maksimal. waktu yang tepat untuk menanam adalah pada saat musim hujan. maksudnya, agar pohon tersiram air hujan dan kita tidak perlu lagi sibuk untuk menyirami pohon. karena air hujan tersebut sudah cukup mewakili untuk menyiraminya.
2. Mempersipkan Lahan
Lahan merupakan hal penting yang harus dipersiapkan dalam proses penamanan pohon. Lahan yang tepat untuk menanam pohon adalah lahan yang sudah bebas ilalang, rumput liar, dan sebagainya. Jika hal tersebut masih ada maka dapat segera dilakukan pembersihan. Caranya adalah dengan membersihkan menggunakan  peratan manual, mesin atau secara kimia.

Kemudian, dilakukan proses pembuatan lubang tanaman. Adapun ukuran yang tepat adalah 25 cm x25 cm x25 cm. sedangkan jarak antar tanaman adalah 3×3 meter. Tujuannya adalah supaya ketersediaan makanan cukup, sinar matahari leluasa masuk, akar dari tanaman dapat bergerak aktif. Setelah lubang selesai dibuat masukkan furadan. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya hama/nematode. Akibat yang ditimbulkan dari hewan ini adalah mengerat akar tanaman dan pada akhirnya bibit pohon tersebut mati.

Untuk proses pemupukan awal dilakukan menggunakan kompos sebanyak 3 kg per lubang. kemudian, ditambahkan pupuk NPK sebanyak 20 gr per lubang. Untuk memperkuat akar tanah maka pupuk NPK ini juga harus dicampur dengan media tanah.

3. Penanaman Pohon Albazia
Bibit pohon Albazia sangat rentan untuk patah dan terluka. Maka untuk proses penanaman jangan sampai memegang batang pohon. Bagian yang dipegang ketika menanam adalah polybag nya. Kemudian, segeralah siram ketika waktu itu tidak terjadi hujan. hal ini dilakukan untuk menghindari tanah cepat kering dan akhirnya membuat tanaman mati.

 Faktor-faktor yang perlu dihindari dari penanaman Albazia
Tanaman Albazia merupakan tanaman yang mampu bertahan di berbagai macam situasi dan kondisi. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghidari tananaman tersebut cepat mati. Hal yang perlu dihindari adalah :

1. Lahan Tergenang Air
Sebelum menanam anda harus dapat memastikan bahwa lahan tersebut tidak tergenang air. Situasi ini biasanya terjadi ketika terjadi hujan yang sangat deras. Sehingga, mengakibatikan lahan tergenam air. Hal inilah yang perlu untuk dihindari ketika anda menanam pohon Albasia. Akibat dari genangan air ini adalah mengurangi tingkat pertumbuhan pohon tersebut,terlebih kalau kegenangnya cukup lama maka akan menimbulkan pembusukan pada batang akar dan akhirnya pohon mati

3. Tidak terhalang oleh pepohonan yang tinggi
Tanaman tersebut harus cukup menyerap sinar matahari dan masukan oksigen yang cukup agar pertumbuhannya cepat dan daging pohonnya keras

4. Hindari Rumput liar dan ilalang
Tananam yang baik adalah yang dapat terhindari dari adanya gangguan ilalang atau rumput liar. Hal ini dilakukan ketika diawal penaman. Tujuannya adalah untuk menghindari kalah persaingan dengan semak belukar. Persaingan tersebut meliputi mendapatkan sinar matahari, nutrisi, dan ruang geraknya. 

I. Analisis perhitungan Investasi Albazia

1. Biaya Produksi per hektare per tahun Rp6 juta (Rp30 juta per ha per 5 tahun)

2. Jumlah pohon per ha 3.300 (dengan jarak tanam 1m X 3m)

3. Harga jual dalam bentuk kayu log per m3;

a. Diameter 15 Cm, umur 3 tahun Rp.300 ribu (harga sekarang Rp600 ribu)
b. Diameter 20 Cm, umur 4 tahun Rp.400 ribu (harga sekarang Rp700 ribu)
C. Diameter 25 Cm, umur 5 tahun Rp.500 ribu (harga sekarang Rp800 ribu)

4. Pemenuhan Kubikasi

a. Diameter 15 Cm memerlukan 4 pohon.
b. Diameter 20 Cm memerlukan 3 pohon.
c. Diameter 25 Cm memerlukan 2 pohon.

5. Potential Lost 12%
I. Biaya Produksi
a. Penanaman Sengon seluas 1 ha
1 ha X Rp 30 juta Rp 30.000.000
(Angka ini akan terus naik setiap tahun)

II. Pendapatan
a. Penjarangan tahap I (umur 3 tahun)
Diameter 15 Cm atau untuk mencapai 1m3 perlu 4 pohon
Dipanen 660 pohon (20% dari pohon tertanam)
660 : 4 X 300.000 Rp 49.500.000
b. Penjarangan tahap II (umur 4 tahun)
Diameter 20 Cm atau untuk mencapai 1m3 perlu 3 pohon
Dipanen 660 pohon (20% dari pohon tertanam)
660 : 3 X 400.000 Rp 88.000.000
c. Panen Keseluruhan (umur 5 tahun)
Diameter 20 Cm atau untuk mencapai 1m3 perlu 2 pohon
Dipanen 1980 pohon (60% dari pohon tertanam)
1980 : 2 X 500.000 Rp 495.000.000

III. Laba/Rugi
a. Total Pendapatan (a+b+c) Rp 632.500.000
b. Potential lost 12% Rp 75.000.000
c. Biaya Produksi Rp 30.000.000
d. Keuntungan bersih Rp 527.500.000

Ya, inilah yang bisa saya sampaikan sekilas tentang cara menanam pohon albazia dan segala permasalahannya, mudah mudahan ada guna dan manfaatnya. Selamat mecobanya…!

Sabtu, 05 Januari 2013

9 jenis tanaman melati

9 jenis tanaman melati  hanyalah diantara 200 jenis melati yang ada dan telah di identiifikasi oleh para ahli botani, yang umumnya, dibudidayakan dan terdapat 8 jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan hutan karena belum terumkap potensi ekonomis sosialnya. Tanaman melati termasuk suku melati melatian atau family oleaceae

Spesifikasi taksonomi tumbuhan

  1. Kingdom plantea
  2. Divisi spermatophyte
  3. Subdivisi angiospermae
  4. Kelas dicotyledonae
  5. Ordo oleales
  6. Family oleaceae
  7. Genus jasminum
  8. Spesies jaminum sambac (L) W.Ait

Jenis,varietas dan cirri ciri penting (karakteristik) tanaman melatiadalah 

  1. Melati putih atau puspa bangsa (jasmin sumbac air)
  2. Melati hutan, melati gambir,pocosuda,star jasmine,j (jasmine multiflora andr)
  3. Melati Casablanca,Spanish jasmine atau sinonim dengan j.florobundum=jasmine grandiforum (jasmine officinale)
  4. Melati raja,king jasmine (jasmine rex)
  5. Melati pot (jasmine parkeri dunn)
  6. Melati primrose  f.jasmine primulinum, (jasmine mensyi)
  7. Melati italia (jasmine revolutum sims
  8. Melati Australia, j.volibilem.bintang (jasmine siplicifolium)
  9. Melati hibrida,melati Bangkok (jasmine liqualis)

adapun jenis dan varietas melati yang telah berperan penting dalam kehidupan dan kebudayaan masyarakat dan telah melekat dengan kehidupan masyarakat khususnya pulau jawa antara lain
  1. Melati putih  (jasmine sambac) varietas maid of Orleans, grand duke of Tuscany, menur dan rose pikeke
  2. Star jasmine (jamine multiflorum)
  3. Melati gambir (jasmine officenale)
9 jenis tanaman melati hanyalah sebagian dari kekayaan alam disekitar kita yang telah memberikan banyak manfaat secara turun temurun telah dibudidayakan dan telah memberi kontribusi dalam perkembangan kebudayaan bagi manusia

    Jumat, 04 Januari 2013

    kandungan zat tanaman katuk dan efeknya

    kandungan zat tanaman katuk yang memiliki nama ilmiah  berdasarkan hasil analisis sauropus androgynus  hasil analisis GCMS pada ekstrak heksana menunjukkan adanya beberapa senyawa alifatik. Pada ekstrak eter terdapat komponen utama yang meliputi : monometil suksinat, asam benzoat dan asam 2-fenilmalonat; serta komponen minor meliputi : terbutol, 2-propagiloksan, 4H-piran-4-on, 2-metoksi-6-metil, 3-peten-2-on, 3-(2-furanil), dan asam palmitat. Pada ekstrak etil asetat terdapat komponen utama yang meliputi: sis-2-metil-siklopentanol asetat. Kandungan daun katuk meliputi protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C. pirolidinon, dan metil piroglutamat serta p-dodesilfenol sebagai komponen minor.
    Dalam 100 g daun katuk terkandung: energi 59 kal, protein 6,4 g, lemak 1,0 g, hidrat arang 9,9 g, serat 1,5 g, abu 1,7 g, kalsium 233 mg, fosfor 98 mg, besi 3,5 mg, karoten 10020 mcg (vitamin A), B, dan C 164 mg, serta air 81 g. Tanaman katuk dapat meningkatkan produksi ASI diduga berdasarkan efek hormonal dari kandungan kimia sterol yang bersifat estrogenik. Pada penelitian terdahulu daun katuk mengandung efedrin.

    Efek Farmakologis

    tanaman katukDaun katuk berkhasiat memperbanyak air susu, untuk demam, bisul, borok dan darah kotor. Tiga peneliti menyatakan infus daun katuk dapat meningkatkan produksi air susu pada mencit. Infus daun katuk dapat meningkatkan jumlah asini tiap lobulus kelenjar susu mencit. Satu peneliti menyatakan isolat fase eter dan ekstrak petroleum eter daun katuk tidak menyebabkan peningkatan sekresi air susu yang bermakna. Satu peneliti menyatakan bahwa dekok akar katuk mempunyai efek antipiretik terhadap burung merpati.
    Infus akar katuk mempunyai efek diuretik dengan dosis 72 mg/100 g bb. Konsumsi sayur katuk oleh ibu menyusui dapat memperlama waktu menyusui bayi perempuan secara nyata dan untuk bayi pria hanya meningkatkan frekuensi dan lama menyusui. Proses perebusan daun katuk dapat menghilangkan sifat anti protozoa. Pemberian infus daun katuk kadar 20 %, 40 %, dan 80 % pada mencit selama periode organogenesis tidak menyebabkan cacat bawaan (teratogenik) dan tidak menyebabkan resorbsi. Jus daun katuk mentah digunakan sebagai pelangsing tubuh alami di Taiwan.

    Efek samping

    kandungan zat tanaman katuk dan efeknya terjadi di Taiwan, 44 orang mengkonsumsi jus daun katuk mentah (150 g) selama 2 minggu - 7 bulan, terjadi efek samping dengan gejala sukar tidur, tidak enak makan dan sesak nafas. Gejala hilang setelah 40-44 hari menghentikan konsumsi jus daun katuk. Hasil biopsi dari 12 pasien menunjukkan bronkiolitis obliterasi.(9) Sejumlah 178 pasien mengkonsumsi jus daun katuk mentah dengan dosis 150 g / hari (60,7 %), digoreng (16,9 %), campuran (20.8 %), dan digodok (1,7 %), selama 7 bulan - 24 bulan. Terdapat efek samping setelah penggunaaan selama 7 bulan berupa gejala obstruksi bronkiolitis sedang sampai parah, sedangkan konsumsi selama 22 bulan atau lebih menyebabkan gejala bronkiolitis obliterasi yang permanen.
    Di Amerika, sejak tahun 1995 daun katuk goreng, salad daun katuk, dan minuman banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai obat antiobesitas (pelangsing tubuh). Penelitian dilakukan terhadap 115 kasus bronkiolitis obliterasi (110 perempuan dan 5 pria), berumur antara 22-66 tahun yang sebelumnya mengkonsumsi daun katuk. Pada uji fungsi paru terlihat obstruksi sedang sampai parah. Pengobatan dengan campuran kortikosteroid, bronkodilatasi, eritromisin, dan zat imunosupresi hampir tidak berkhasiat. Setelah 2 tahun bronkiolitis obliterasi berkembang menjadi parah dan terjadi kematian pada 6 pasien (6,1 %).
    Proses perebusan daun katuk dapat menghilangkan sifat anti protozoa. Jadi dapat disimpulkan pemanasan dapat mengurangi sampai meniadakan sifat racun daun katuk.

    Jenis sediaan daun katuk

    Dari 213 jenis jamu yang berasal dari 9 pabrik jamu, hanya ditemukan 6 jenis jamu (2,8 %) yang mengandung daun katuk. Dari 6 jenis tersebut, 4 jenis di antaranya mempunyai indikasi sebagai pelancar ASI. Data tahun 2000 menunjukkan 10 jenis sediaan fitofarmaka daun katuk sebagai pelancar ASI telah beredar di Indonesia.
    Pemanfaatan daun katuk sebagai jamu atau sediaan fitofarmaka adalah sebagai pelancar ASI. Efek samping utama daun katuk adalah konstriksi bronkiolitis yang permanen.
    Penelitian efek samping pelancar ASI terhadap ibu dan anak belum penah dilakukan di Indonesia. Penelitian ini perlu dilakukan, dan jika telah terbukti keamanannya maka sediaan fitofarmaka daun katuk mempunyai peluang untuk dianjurkan agar digunakan. informasi mengenai kandungan zat tanaman katuk dan efeknya ini semoga bermanfaat
    sumber  http://www.smallcrab.com

    Label