Jumat, 04 Januari 2013

Mengenal Tanaman Katuk Sauropus androgynus

tanaman katukTanaman katuk banyak dimanfaatkan daunnya, tanaman ini memiliki nama ilmiah
Sauropus adrogynus(L) Merr, famili Euphorbiaceae.Tanaman ini sebenarnya tanaman yang biasanya digunakan sebagai tanaman pagar, banyak ditanam petani sebagai pembatas pekarangan, jarang di budidayakan secara khusus, tetapi karena manfaatnya yang besar bagi ibu yang sedang menyusui terutama sebagai konsumsi pokok bagi ibu yang sedang mengalami permasalahan produksi ari susu ibu yang kurang lancar

Spesifikasi tanaman katuk sauropus androgynus

  1. Nama daerah: Memata (Melayu), Simani (Minangkabau), Katuk (Sunda), Kebing dan Katukan (Jawa), Kerakur (Madura). Terdapat di berbagai daerah di India, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia tumbuh di dataran dengan ketinggian 0-2100 m di atas permukaan laut.
  2. Tanaman ini berbentuk perdu. Tingginya mencapai 2-3 m. Cabang-cabang agak lunak dan terbagi Daun tersusun selang-seling pada satu tangkai, berbentuk lonjong sampai bundar dengan panjang 2,5 cm dan lebar 1,25-3 cm. 
  3. Bunga tunggal atau berkelompok tiga. 
  4. Buah bertangkai panjang 1,25 cm.(2) 

Memperbanyak tanaman katuk sauropus androgynus

Tanaman katuk dapat diperbanyak dengan stek dari batang yang sudah berkayu, panjang lebih kurang 20 cm disemaikan terlebih dahulu. Setelah berakar sekitar 2 minggu dapat dipindahkan ke kebun. Jarak tanam panjang 30 cm dan lebar 30 cm. Setelah tinggi mencapai 50-60 cm dilakukan pemangkasan agar selalu didapatkan daun muda dan segar.

Di Bogor yang merupakan daerah penopang dari ibukota Jakarta yang banyak suplai tanaman hasil bumi telah dibudidayakan untuk meningkatkan pendapatan penduduk. Pada umumnya daun katuk digunakan sebagai sayuran. Di Indonesia daun katuk digunakan untuk melancarkan air susu ibu, obat borok, bisul, demam, dan darah kotor. Daun katuk sudah diproduksi sebagai sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk melancarkan ASI. Sepuluh pelancar ASI yang mengandung daun katuk telah beredar di Indonesia pada tahun 2000, dikarena manfaatnya yang penting bagi ibu muda, maka sangat perlu bagi generasi muda mengenal tanaman katuk sauropus androgynus.

Palem wergu varigatha akibat kelainan

palem wergu varigatha akibat kelainan
Palem wergu daun berwarna belang putih / kelainan
Palem wergu varigatha akibat kelainan pada daun yang belang belang putih, makanya disebut varigatha, kenapa kelainan atau terjadi abnormal, kerena tanaman yang memiliki nama latin Raphis Excelsa ini tidak ada varian baru hasil pemulia biakan ataupun transgenetika. ini adalah keadaan alami akibat adanya pengecualian dari sekian banyak tanaman yang tumbuh baik itu dibudidayakan atau tumbuh liar di alam bebas
Sedangkan untuk dapat bertemu dengan tanaman palem wergu yang seperti ini dapat dilakukan dengan mengunjungi kolektor tanaman hias, dan untuk mendapatkan bibitnya bisa saja, tetapi tidak ada jaminan bila anakan dari tanaman ini nantinya menghasilkan tanaman yang mengalami kelainan juga, atau sifatnya hanyalah untung untungan

Harga tanaman palem wergu varigatha akibat kelainan

Harga tanaman palem wergu varigatha akibat kelainan adalah bervariasi, tetapi kolektor rupanya ada juga yang kurang tertarik untuk menjual, bahkan kalau ada yang punya terkadang malah mau membelinya.kalau ada yang membandrol tanaman ini dengan harga Rp. 1.000.000,- apakah anda mau untuk merogoh kocek sekedar hanya untuk tanaman seperti ini, atau sebaliknya apabila anda punya dan ingin menjualnya murah, misalnya Rp. 200.000,- apakah laku, semua pertanyaan itu tidak ada yang menjawab pasti, karena tanaman hias dijual belikan dengan harga gelap tidak berbandrol, semua tergantung dari hukum pemasaran, termasuk juga dengan tanaman palem wergu varigatha akibat kelainan ini.

Kamis, 03 Januari 2013

Mimusops Elenge L Pohon Tanjung

Tanaman tanjung(Mimusops elengi L.)  tahani terhadap pencemaran debu semen dan kemampuan yang tinggi dalam menjerap (adsorpsi) dan menyerap (absorpsi) debu semen, tidak peka terhadap pencemaran udara walaupun kemampuan jerapannya terhadap timbal rendah, dapat menghasilkan bau harum yang dapat menetralisir bau busuk, bunganya dapat diambil dan dimanfaatkan masyarakat guna meningkatkan taraf gizi/ kesehatan dan penghasilan masyarakat dan mempunyai nilai estetika.  
Tanjung juga disebut sebagai tanaman serbaguna, kayunya dikenal awet, keras, kuat untuk konstruksi jembatan, perahu, kapal laut, lantai, rangka dan daun pintu. Bagian tanaman lainnya juga dimanfaatkan seperti akar, kulit, daun dan bunganya sebagai bahan obat-obatan. Tanaman tanjung (Mimusops elengi) digunakan oleh masyarakat untuk mengobati diare, asma, radang hidung dan radang tenggorokan. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman perindang, daunnya sangat rimbun dan rapat serta bunganya berbau harum 

 spesifikasi

  1. Divisio             : Spermatophyta
  2. Sub division     : Angiospermae
  3. Class               : Dicotyledoneae
  4. Ordo               : Ebenales
  5. Family             : Sapotaceae
  6. Genus             : Mimusops
  7. Species           : Mimusops elengi

Tempat Tumbuh mimusops elenge L pohon tanjung

Tanaman tanjung (Mimusops elengi) diperkirakan terdiri dari 40 marga dan 600 jenis. Terutama sekali merupakan pohon tropika, umumnya di Asia dan Amerika Serikat Tumbuhan ini diduga berasal dari India kemudian menyebar ke Burma (Myanmar), Srilangka dan daerah tropika lainnya . Tanjung (Mimusops eiengi) berukuran sedang dan dapat juga kecil. Biji-bijinya bila berkecambah dapat dipergunakan untuk perkembangbiakkannya dari cangkokan. Dapat tumbuh pada tanah berpasir, di dataran rendah yang terbuka. tumbuh baik pada ketinggian kurang dari 800 meter di atas permukaan laut  
dapat tumbuh baik di wilayah beriklim tropika dan subtropika 

Tanah

Hubungan warna tanah dengan kandungan bahan organik di daerah tropika sering tidak sejalan dengan di daerah beriklim sedang (Amerika dan Eropa). Tanah-tanah merah di Indonesia banyak yang mempunyai kandungan bahan organik lebih dari satu persen, sama dengan kandungan bahan organik tanah hitam (Mollisol) di daerah beriklim sedang (Siringoringo 2000).
Tanah mempunyai peranan yang penting bagi proses pertumbuhan bagi tanaman khususnya tanaman tanjung, dimana apabila kondisi tanah kurang baik atau kurang subur karena hara yang dimiliki atau yang dikandung sangat sedikit maka pertumbuhan juga akan terhambat.

Pemanfaatan mimusops elenge L pohon tanjung

  1. sebagai pohon pelindung yang terdapat pada jalan–jalan protokol.  
  2. buah tanjung banyak dimakan oleh burung sehingga penyebaran bibitnya mudah menyebar  
  3. tanaman ini convergen (penyatuan dua jalan).  
  4. memiliki fungsi pereduksi polutan, pengarah dan Landmark dari kategori tanaman toleran sampai sedang . 
  5. Disisi lain keistimewaan dari tanaman ini adalah bentuk tajuknya yang indah, perpaduan bentuk dan warna daunnya yang hijau mengkilat dan buahnya yang masak berwarna merah atau merah jingga sehingga jenis tanaman ini sangat bagus untuk komponen taman sekaligus untuk tanaman peneduh.
  6. Peredam kebisingan, mengurangi bahaya hujan asam, penyerap karbon monoksida dan karbon dioksida serta menghasilkan oksigen,
  7. Penyerap dan Penapis Bau
    Tanaman dapat digunakan untuk mengurangi bau. Tanaman dapat menyerap bau secara langsung atau tanaman akan menahan gerakan angin yang bergerak dari sumber bau. Akan lebih baik lagi hasilnya, jika tanaman yang ditanam dapat mengeluarkan bau harum yang dapat menetralisir bau busuk dan menggantinya dengan bau harum.  
Pohon tanjung termasuk jenis tanaman pohon yang bergetah, ketinggiannya dapat mencapai 15 m, daun tunggal bertangkai. Duduk daun tersebar, bertepi rata, bertulang menyirip. Helaian daun berbentuk bulat memanjang atau bulat telur memanjanag, panjang 9-16 cm. Daun-daun yang muda berwarna coklat, bila sudah tua hijau. Tanjung dapat hidup dengan baik ditempat-tempat yang terbuka dan kena sinar matahari langsung, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, yakni pada ketinggian 1000 m diatas permukaan laut. Untuk mendapatkan tanaman yang sehat, media tanam atau lahan yang akan ditanami harus subur, gembur dan drainase diatur dengan baik.

Kemampuan Tanaman Dalam Penyerapan Pencemaran Udara (khususnya Pb)

Ada beberapa tanaman atau tumbuhan yang mempunyai kemampuan sebagai media penyerap polutan atau mengurangi pencemaran udara yang dihasilkan oleh industri dan alat transportasi. Di bawah ini akan dicantumkan dalam tabel tanaman-tanaman yang mampu menyerap polutan, khususnya Pb.
Tanaman yang Meyerap Pb
NO
NAMA
LATIN
SERAPAN PER M2
1
Damar
Agatis alba
54,90 mg
2
Mahoni
Swietenia Mahagoni
41,80
3
Jamuju
Podocarpus inmbricatus
45,52
4.
Pala
MiristycaFragrans
49,25
5.
Asem Londo
Pitecilobium Dulce
57,24
6
Johar
Casia Ciamea
50,50
7
Keben
Barintonia Asiatica
33,31
8
Tanjung
Mimusop Elenge
35,94
  

Mekanisme Penjerapan Pb Oleh Tanaman Tanjung

Tumbuhan mempunyai kemampuan menjerap dan mengakumulasi zat pencemar. Tumbuhan melalui daunnya dapat menangkap partikel timbal yang diemisikan kandaraan bermotor (Djuangsih dalam Siringoringo 2000). Menurut Koeppe dan Miller  dalam Siringoringo, kemampuan tanaman dalam menjerap timbal sangat dipengaruhi keadaan permukaan daun tanaman. Daun yang mempunyai bulu (pubescent) atau daun yang permukaannya kesat (berkerut) mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dalam menjerap timbal, daripada daun yang mempunyai permukaan lebih licin dan rata. Hal yang sama juga dinyatakan oleh  Strakman dalam Siringoringo (1969) bahwa kemampuan daun tanaman menjerap suatu polutan dipengaruhi oleh karakteristik  morfologi daun, seperti ukuran dan bentuk daun, adanya rambut pada permukaan daun dan juga tekstur daun.
Bukti/ efek dari penyerapan polutan oleh paparan CO, NOx, SOx dan timbal pada tanaman tanjung adalah mudah dijumpai pada daun. Contoh efek akut adalah klorosis dan nekrosis pada permukaan daun yang dapat menyebabkan jaringan daun menjadi rusak dan mati sehingga disimpulkan bahwa pemaparan emisi kendaraan memberikan efek negatif. Ditandai dengan jumlah daun yang rusak pada tanaman yang diberi pemaparan polutan lebih banyak daripada daun control (Hendrasarie 2007). 

Anomali Tanaman Tanjung

Sekalipun tanaman ini merupakan tanaman yang serbaguna, ada penemuan lapangan, ternyata jenis ini mudah sekali merontokan daunnya, sehingga kurang baik bila di tempatkan dipinggir jalan, akan mengotori badan jalan. Selain itu disebutkan bahwa kayu tanaman ini relatif kuat, namun pada beberapa individu yang ditemukan, mudah pula retak. Hal ini sangat dikhawatirkan bila tamanan ini ditempatkan sebagai wind break akan mudah roboh dan mengenai para pengguna jalan.
Dilihat dari kandungan bahan kering yang cukup tinggi, perlu dipertimbangan lebih lanjut, karena dikhawatirkan keberadaan serasah tanaman mimosups elenge pohon tanjung ini dapat dengan mudah menyulut timbulnya api.
source: http://aryaarismaya.blogspot.com

Pohon Salam


bibit pohon salam
Pohon Salam yang bernama latin Syzygium polyanthum  dan Sinonimnya adalah Eugenia polyantha,  
Salam tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1,800 m dpi. Pohon bertajuk rimbun, tinggi mencapai 25 m, berakar tunggang, batang bulat, permukaan licin. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai yang panjangnya 0,5-1 cm. Helaian daun bentuknya lonjong sampai elips atau bundar telur sungsang, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, panjang 5-15 cm, lebar 3-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan atas licin berwarna hijau tua, permukaan bawah warnanya hijau muda. Daun bila diremas berbau harum. Bunganya bunga majemuk tersusun dalam malai yang keluar dari ujung ranting, warnanya putih, baunya harum. Buahnya buah buni, bulat, diameter 8-9 mm, warnanya bila muda hijau, setelah masak menjadi merah gelap, rasanya agak sepat. Biji bulat, penampang sekitar 1 cm, warnanya coklat. Salam ditanam untuk diambil daunnya sebagai pelengkap bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan dengan biji, cangkok atau stek.
Nama Lokal pohon salam :
Gowok, (Sunda), manting (Jawa), kastolam (Kangean); Meselangan, ubar serai (Melayu),Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura); 

Tanaman salam (Syzygium polyanthum) sebagai salah satu tanaman herbal yang oleh masyarakat Indonesia biasa digunakan untuk rempah-rempah dalam masakan, disamping sebagai penyedap makanan, juga sebagai obat herbal. Tanaman daun salam adalah salah satu jenis tanaman herbal  dapat ditemukan di Burma keselatan sampai di Indonesia, tumbuh pada ketinggian 5 m sampai 1.000 m di atas permukaan laut, di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1800 m, banyak tumbuh di hutan-hutan atau dibudidayakan secara tradisional oleh para petani.

Tanaman salam berupa pohon semak menengah walaupun dapat mencapai ketinggian 30 m. Kulit batangnya berwarna coklat-abu-abu, yang tua pecah-pecah menyerupai sisik. Daunnya tunggal letaknya seberang menyeberang pada cabang horisontal seolah-olah diatur dalam 2 baris. Helai daun berbentuk bulat panjang menyempit pada pangkal dan ujungnya sehingga berbentuk elips dengan ukuran 5-16 x 2,5-7 cm.

Bunganya berupa karangan bunga malai, dengan banyak bunga, 2-8 cm, tumbuh di bawah daun atau kadang-kadang di ketiak daun, kecil-kecil dan baunya harum. Hermafrodit, mempunyai 4-5 kelopak dan mahkota, banyak benang sari dengan tangkainya berwarna cerah, yang kadang-kadang menjadi bagian dari bunga.

Tanamansalam merupakan tanaman herbal Indonesia, umumnya masyarakat Indonesia menggunakan daun salam sebagai pelengkap masakan yang juga memiliki khasiat sebagai obat herbal. Daun salam sebagai obat digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi, diabetes mellitus, tekanan darah tinggi (hipertensi), gastritis, diare dan pengobatan asam urat tinggi. Unsur kimia yang terkandung dalam daun salam antara lain, saponin, triterpenoid, flavonoid, polifenol, alkaloid, tanin dan minyak atsiri dalam bentuk senyawa lakton dan fenol.

Amaryllis Orange bakung bunga orange

bakung bunga orange
Amaryllis orange atau bakung bunga orange adalah tanaman hias yang biasa disebut juga Lily, keindahan warna orange yang sangat menarik dari tanaman ini adalah nilai lebih yang banyak disukai, selain kerena tanaman ini biasa digunakan sebagai material pembuatan taman yang kuat atau tahan terhadap perubahan cuaca, kuat terhadap sinar matahari maupun tempat teduh.

Berbeda dengan bakung yang berbunga putih, bakung bunga orange ini lebih cepat umurnya, dan kurang tahan terhadap perubahan cuaca, tetapi apabila rumput bakung yang ditanam sudah mulai  berbunga satu biasanya akan diikut oleh yang lainnya.
Amaryllis orange bakung bunga orange adalah tumbuhan dengan spesifikasi sebagai berikut

Spesifikasi amaryllis oranye

  1. Nama Ilmiah Amaryllis sp
  2. Iklim Ideal dataran rendah - tinggi
  3. Sinar matahari Sepanjang hari - dibawah naungan
  4. Media tanam Pasir1 : tanah1 : humus1: Sekam 2 (untuk porous)
  5. Kebutuhan air sedang
  6. Tinggi tanaman rata rata 30cm 
Bunga Amaryllis oranye merupakan kultivar bunga bakung ukuran besar, dengan warna bunga oranye bergaris, sangat mencolok bila ditanam sebagai bunga pembatas. 
Amaryllis oranye tumbuh bergerombol dan mempunyai umbi yang berbentuk seperti bawang bombay, pemisahan umbi adalah cara termudah untuk memperbanyak tanaman ini.

Perawatan tanaman amaryllis orange bakung bunga orange cukup mudah, tidak diperlukan teknik khusus, apabila sudah tertanam dan dapat hidup maka cukup dilakukan dengan penyiraman sekali sekai untuk menjaga kelembaban, tanaman ini juga cukup kuat walaupun ditanam di tempat yang terkena terik matahari langsung, apabila anda tertarik tanaman ini banyak dijual oleh penjual tanaman hias, harga tanaman amaryllia orange bakung bunga orange berkisar antara Rp.5.500,- sampai Rp. 10.000,-

Cara proses sari bunga


Sari bungabiasanya tersimpan dalam sejenis zat berminyak yang terkandung di dalam kuntum bunga,  Mandi bunga sangat bermanfaat terutama untuk pembersihan emosional.
Sari bunga (flower essence) saat ini sudah dikenal secara luas dan bahkan sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Walau energi bunga sangat lembut, namun pada kenyataannya setelah beberapa saat pengaruhnya sangat kuat. 
sari bunga tanaman bisa berkhasiat

Caramemproses sari bunga 

  1. Sterilkan peralatan Anda dengan mencucinya dengan air sabun. Pastikan agar Anda tidak menyentuh bagian dalam toples atau guci setelah dicuci, ini untuk memastikan kemurnian sari bunga yang akan diproses.
  2. Tentukan sendiri berapa kuntum yang Anda butuhkan, secara umum biasanya antara 1 sampai lima kuntum, lebih tergantung pada besar-kecilnya bunga.
  3. Kumpulkan kuntum bunga itu langsung ke sebuah piring kecil yang terbuat dari gelas dengan cara memegangnya dengan penjepit dan menggunting tangkainya, hati-hati ketika menanganinya, Menyentuh atau menciumnya bisa mengubah energi bunga itu.
  4. Gunting kelopak bunganya, biarkan kelopak bunga itu jatuh ke dalam piring tanpa menyentuhnya dengan tangan Anda.
  5. Isilah toples atau guci seukuran 2 liter Anda dengan satu liter air yang sudah disuling.
  6. Pindahkan satu-persatu kelopak bunga Anda dengan menggunakan penjepit, tanpa menyentuhnya dengan tangan ke dalam toples atau guci yang sudah berisi air sehingga setiap kelopak bunga mengambang dipermukaan air. Guncang juga serbuk sarinya agar terjatuh dalam air.
  7. Letakkan toples atau guci Anda di taman atau ditempat yang terkena sinar matahari.
  8. Ulang proses nomor 2 sampai 7 untuk masing-masing jenis bunga yang sudah Anda persiapkan sebelumnya.
  9. Kemudian biarkan proses pembumian (grounding) berlangsung, pada hari yang cerah selama lebih-kurang 2 jam, pada cuaca yang kurang cerah selama 3 jam.
  10. Isi toples atau guci seukuran 2 liter dengan kira-kira 1 liter brandy. Perbandingan yang disarankan adalah 40-50% brandy dengan 60-50% sari bunga (jangan menggunakan lebih dari 50% brandy).
  11. Penuhi toples atau guci Anda dengan air bunga yang sudah dijemur di matahari.
  12. Amankan toples atau guci dengan penutup yang bersih, kemudian segel dengan selotip dan berikan label dengan nama bunga yang ada di dalamnya, serta tanggal pembuatannya.
  13. Toples atau guci yang sudah selesai ditangani kemudian diletakkan di tengah taman atau tempat alternatif lainnya 
Selamat, sari bunga Anda sekarang sudah selesai dibuat.

    Rabu, 02 Januari 2013

    Tanaman Merambat Flame Of Irian

    flame of bennettii
    Picture: www.ibujempol.com
    Tanaman merambat flame of irian yang dikenal secara Internasional dengan nama Flame of Forest atau new guinea creeper atau juga red jade vine. Mucuna nuvo-guineensis atau synonimya Mucuana kreatkei warb atau mucuna lenticellosa k.schum adalah jenis genus mucuna yang berasal dari daerah papua (Irian jaya dan papua new guinea) sedangkan yang berasal dari amerika selatan disebut Mucuna bennettii

    Tanaman merambat flame of irian

    1. Nama ilmiah: Mucuna bennetti
    2. Asal: Irian
    3. Iklim ideal: dataran rendah - sedang
    4. Sinar matahari: sepanjang hari
    5. Media tanam: tanah2 : humus1
    6. Kebutuhan air: sedang
    7. Tinggi tanaman rata - rata: 10meter (merambat)
    8. Tinggi tanaman saat ini: 100cm 

    flame of irian
    picture: www.kebunbibit.com
    Tanamanflame of Irian cocok digunakan sebagai tanaman rambatan pergola, tipe bunganya yang mengantung berwarna merah api sangat unik. Daunnya sangat rapat bisa digunakan sebagai peneduh.
    Yang perlu diperhatikan adalah karena pertumbuhannya yang sangat cepat, Anda membutuhkan peralatan berkebun yang sangat vital yaitu pemotong ranting.

    Perawatan dari tanaman merambat flame of irian cukup mudah, yaitu dengan penyiraman rutin pada awal awal penaman, setelah akar akar mulai menembus tanah tempat penanaman maka akan cepat berkembang biak, pemupukan hanya diperlukan sekali sekali saja, pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk organik  atau pupuk kandang

    Harga tanaman merambat flame of i rian ini tidak mahal, di penjual tanaman hias untuk bibit tanaman yang di kemas dalam polybag ukuran 35  dibandrol dengan harga 45.000,-

    Label