Minggu, 02 Desember 2012

Recipe makes pesticide plants

Recipe makes pesticide plants
  • Aromatic Plants / attractant caused containing methyl  euganol to trap fruit flies / insects: Basil (Ocimum.sp) and Melaleuca bracteataPesticides from tilapia fish can cope with eggplant and bitter melon crop pests. How to make organic pesticides from tilapia fish:
  1. 1 kg of tilapia fish pond, put into plastic, left for 3 days
  2. Then boiled in two liters of water for two hours and filtered.
  3. Can be used directly or added to tobacco ago
  • Other organic pesticides can be obtained from the mahogany seeds, turmeric, ginger, lemongrass and chilli. Making the mashed, given water, squeezed and filtered. For the chili while spraying should be careful not to turn on the humans.Pesticides from mahogany to tackle pest plant eggplant and bitter melon. Turmeric, ginger, lemongrass plants to cope with mushrooms and fruit. Chilli to solve all kinds of pests except pests in the soil
  • Tackling disease on pepper curls, Material: brotowali (inospora rumphii Boerl) a kilogram (or leaves a bitter), 10 tablespoons of lime, turmeric one kilogram. How to make: three materials crushed and then mixed with water taken 30-50 liters of water. This material is ready for use to control diseases on chilli curls
  • Prevent ants in nurseries, Material: Turmeric (Rhizoma Domesticae Curcumae) 1ons, laos (Alpinia galanga) as much as one ounce Directions: turmeric and mashed laos then added enough water then strain. How to use: filter the resulting solution was put in a spray of water (10 liters), spray it on the day before the land is used for crop sowing and repeated three days after crop sowing
  • Controlling caterpillars on tomato plants, peppers, melons and watermelons, material: cigarette butts one ounce and seven liters of water. Directions: enter the cigarette butts in water. Leave for 4-7 days. Strain the solution in order to obtain clean water. Use it to control Pests that attack crops. Spraying in the morning and evening
  • Curl disease on chili, Material: ash kitchen two pounds, tobacco ¼ kg, sulfur three ons. how making: three ingredients soaked in water for 3-5 days. Filter the soaking water and spray on plants curl disease. Either way, it could also sprinkle directly on the plant ash kitchen with the disease
  • Plant hopper Controlling, Material: amethyst two points, jenu one kilogram. Directions: The second material is boiled with water to boiling. Strain the water. How to use: every one liter of boiled water mixed with 16 liters of water. Spray on plants planthopper pests infestation. Locusts, Material: brotowali one kilogram and amethyst two. How to make: two ingredients are boiled with one liter of water. Cooking water and then filtered. The mixture solution with 16 liters of water. Use to control locusts that attack plants. Spraying in the morning and evening
  • For Pest Control in Onion, Ingredients: 1 kg of neem leaves, yam tuber poison 2 pieces, a little detergent serves as adhesive leaves, water 20 liters. Making way: neem leaves and tubers of yam finely ground. Furthermore, all ingredients evenly mixed one in the 20 liters of water, and precipitated overnight. The next day the solution was filtered with a soft cloth and add diterjen. Spray the onion crop
  • Remedy for controlling Trips on chili, Material: 50-100 pieces soursop leaves, detergent or soap and water 16 grams dab 5 liters Making way soursop leaves are finely ground mixed with 5 liters of water and precipitated overnight. The next day the solution was filtered with a soft cloth. Each 1 liter of distillate is diluted with 10-15 liters of water. The solution was sprayed on the entire plant is ready for chili.
  • Remedy for controlling Trips, aphids, and aphids, Material: Leaves prestige-prestige 2, 5 kg of water and 7.5 liters. Making way prestige-prestige crushed leaves (blender) until smooth, then add water (concentration 25%) and permentasikan for 1 day. Then strain the extract and add 5 grams diterjen. Spray on plants.
  • Controlling armyworms, caterpillars and other insects, Material: a handful of leaves gamal (one kilogram), five liters of water, 250 mg of tobacco smoking (already dirokok). How to make: a handful of finely ground leaf gamal. Mix with water and boil. Let cool then add tobacco and stir until the water turns into a bit black / red. How to use: every 250 cc of water solution mixed with 10 liters of water. Use it to control pests that attack crops.
  • For General Pest Control, Material: 8 kg of neem leaves, galangal 6 kg, 6 kg lemongrass, 20 grams of detergent, water 20 liters. Making way neem leaves, galangal, and lemongrass ground. All the materials evenly stirred in 20 liters of water, and then soaked for 24 hours. The next day the solution was filtered with a soft cloth. Screening results plus diterjen solution and diluted with 60 liters of water, can be used for an area 1 ha. Spray on  plant
  • Remedy for controlling disease Antraknose, galangal rhizome Ingredients 1 kg and 2 liters of water. Making way Iris rhizome galangal, duplicate and place it on the sun to dry. Then chopped galangal rhizome up into small pieces. Next enter 2 l distilled water to the pan, heat with a small flame gas burner / stove oil, ginger rhizome and enter earlier into the pan evaporation. Water distillates stored in glass beaker. Spray distilled water with 15% concentration in plants attacked Antraknose evenly. Application time should be in the afternoon
  • Pesticide plant neem leaves and yam tuber effective for controlling caterpillars and sucking pests, Material: neem leaves, yam tubers, Detergents, Air Tool: Weighing Equipment The mixing stirrer Saringan.Cara pounder Making: How to manufacture pesticide plant neem leaves and tubers of yam is as following.
  1. Finely crushed 1 kg of neem leaves and 2 pieces of yam tubers poison, added to 20 liters of water + 10 g of detergent, stir until smooth
  2. Let stand overnight soaking it.
  3. Filter results immersion solution with a soft cloth. Spray a solution of screening results to planting
Recipe makes pesticide plants

Sekam bakar

sekam bakar
Sekam bakar adalah nama dari sekam kulit padi yang digosongkan sehingga berwarna hitam yang mana untuk menggosongkannya melalui proses pembakaran, namun tidak sampai dengan menjadi abu, sekam bakar sendiri nama pasaran atau bahasa pasaran dari media tanam untuk tanaman hias yang biasa dipakai para petani untuk kegiatan pembibitan tanaman baik tanaman hias, tanaman buah, tanaman keras dll.
Tetapi yang paling banyak menggunakan adalah para pembudidaya tanaman hias 

kelebihan manfaat sekam bakar sebagai media tanam adalah
  • Media tanam yang memiliki paraous yang bagus aerasinya  
  • Berfungsi juga sebagai pupuk organik di media
  • Ringan
  • Tidak disukai serangga
Cara Pembuatan sekam bakar
  1. Siapkan kulit padi/ sekam
  2. Siapkan tungku bercerobong untuk pembakaran yang bisa dibuat dari kawat ram
  3. Buat api ditungku dengan kayu bakar, lalu tumpukkan sekam kulit padi
  4. Akan keluar asap pembakaran, jaga jangan sampai asap berubah menjadi nyala api
Limbah kulit padi tidak banyak yang mengetahui manfaatnya, limbah ini dihasilkan oleh mesin giling gabah padi, kalau gabahnya langsung bisa di kemas lalu dujual, tetapi kulitnya adalah bahan mentah yang memerlukan kreatifitas untuk dapat menggunakannya, dan yang paling mudah adalah dengan membakarnya, dari hasil pembakaran ini apabila dibakar secara total akan menghasilkan abu yang disebut abu gosok yaitu abu yang bisa digunakan untuk mencuci perkakas dapur untuk membantu ibu ibu rumah tangga dalam menjaga kebersiha dapurnya, tetapi apabila pembakaran dilakukan setengah maka akan menghasilkan sekam bakar

Biopestisida atau pestisida nabati

Biopestisida atau pestisida nabati adalah sebutan untuk pestisida nabati, yang menggunakan tanaman sebagai material atau bahan utama dalam pembuatan, dilakukan dengan pembrosesan yang bertujuan untuk mengambil extrak tanaman tertentu yang telah dipilih memiliki kandungan berupa racun alami, terdapat banyak jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai material untuk pembuatan pestisida alami ini,
sumber gambar http://enalgattuso8.wordpress.com 
Jenis tumbuhan yang pernah dimanfaatkan sebagai pestisida nabati pada suatu tempat dengan tempat lainnya sangat beragam, sedangkan cara pemanfaatannya umumnya relatif hampir sama. Umumnya terdapat beberapa cara yang biasa dilakukan, antara lain dengan :
  1. Penyemprotan cairan hasil ekstraksi/perasan tumbuhan;
  2. Penyebaran atau penempatan/penanaman bagian tumbuhan di sudut-sudut tertentu pada lahan pertanaman;
  3. Pengasapan (pembakaran bagian tanaman yang mengandung bahan insektisida),
  4. Penggunaan bagian tumbuhan untuk pengendalian hama dan penyakit.

Keunggulan Biopestisida atau pestisida nabati adalah :

  • murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani;
  • relatif aman terhadap lingkungan;
  • tidak menyebabkan keracunan pada tanaman;
  • sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama;
  • kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain;
  • menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.

kelemahannya Biopestisida atau pestisida nabati adalah :

  • daya tahan yang singkat (sangat mudah berubah/terurai), oleh karena itu volume aplikasi harus direncanakan dengan cermat agar efisien;
  • konsentrasi larutan yang dihasilkan masih tidak konsisten karena sangat tergantung pada tingkat kesegaran bahan baku;
  • diperlukan standar pengolahan untuk setiap tanaman dan standar aplikasi penggunaan bagi pengendalian OPT.

Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, yaitu :

  • merusak perkembangan telur, larva dan pupa;
  • menghambat pergantian kulit;
  • mengganggu komunikasi serangga;
  • menyebabkan serangga menolak makan;
  • menghambat reproduksi serangga betina;
  • mengurangi nafsu makan;
  • memblokir kemampuan makan serangga;
  • mengusir serangga;
  • menghambat perkembangan patogen penyakit.
Tanaman bakung, crisant, tembakau,sirsat, mimba, brotowali, dan masih banyak yang lain lagi adalah sebagai contoh tanaman yang dapat dijadikan sebagai material pembuatan biopestisida atau pestisida nabati

Bambu betung


bambu raksasa
Bambu betumg adalah keluarga dari Poaceae dan subfamili Bambusoideae. Giganteus Dendrocalamus, adalah salah satu spesies bambu tertinggi di dunia. Bambu ini dikenal sebagai raksasa Bambu atau Naga Bambu di china dan malaysia. Ini raksasa rumpun, Di Myanmar, Bhutan, China dan Thailand. Bambu merupakan salah satu tanaman yang tumbuh tercepat di dunia karena sistem yang unik rimpang nya. Bambu raksasa dapat mencapai hingga 30 meter dengan diameter 15-30 cm. Daunnya dapat tumbuh hampir 61 cm panjang dan 10 cm lebar. Kebanyakan bunga bambu jarang, dan telah dilaporkan bahwa siklus pembungaan untuk bambu raksasa dan biji-pengaturan dapat berada di setiap interval 29 tahun, 40 dan 43. 
Studi fenologi tentang bambu betung dilakukan di berbagai tempat di Asia tidak bisa menyimpulkan masa jeda yang tepat untuk bambu raksasa berbunga, sehingga interval yang tepat diyakini bervariasi karena kondisi pertumbuhan. Itu juga mengamati bahwa rumpun yang telah menjalani berbunga tidak selalu mati seperti pada jenis lain dari bambu. Dendrocalamus giganteus sangat berguna untuk konstruksi, tiang kapal, rumah bambu, pipa air, mebel, produksi kertas dan kegunaan lainnya. Sementara tunas muda digunakan sebagai sumber sayuran, selubung bambu yang digunakan untuk membuat topi. Bambu raksasa terjadi secara alami di dataran tinggi tropis yang lembab atau lereng bukit, biasanya sampai dengan 1.200 m ketinggian. Hal ini juga dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah yang kaya di tanah aluvial loam dengan kelembaban yang tinggi.   Musim berbunga bambu betung ada yang mencatat terjadi pada pada tahun 1953, 1991 terjadi interval atau jarak yang lumayan lama

Jumat, 30 November 2012

Ghanti Mudra atau Abutilon Ranadei

Lihat pilihan gambar Ghanti Mudra atau abutilon ranadei, semak Critically Endangered terbatas Maharashtra Negara di India barat, yang memiliki potensi besar sebagai tanaman hias.

ghanti mudra atau abutilon ranadei

Ghanti Mudra atau Abutilon Ranadei pertama kali dikumpulkan pada Amba Ghat di Kabupaten Kolhapur Maharashtra Negara oleh Namdeorao B. Ranade, kadang-kadang penjaga dari Herbarium di College of Science Pune. yang merupakan ahli pertanian bernama Otto Stapf dan G.M. Woodrow menggambarkan sebagai spesies baru pada tahun 1894 dan menamakannya untuk menghormati Mr Ranade.

Karena kisaran sempit dan kelangkaan, di masa lalu itu telah dinilai sebagai terancam punah atau bahkan dianggap punah, dan baru-baru ini telah ditetapkan dalam kategori sangat terancam punah. inilah cerita dibalik keindahan tanaman semak berhiaskan bunga indah dengan nama ghanti mudra atau abutilon ranadei

Drugs from natural ingredients

Drug from natural ingredients. For nearly 25 years (1981-2006), the discovery of new drugs as 1184 and produced through the synthesis of 30%, natural ingredients derived 23%, and 5% alarn materials. For cancer drugs produced by the synthesis of 24%, 28% alarn derived materials, and the materials alarn 14%.In the history of drug discovery we are familiar figures of medicinal chemistry, such as 
  • Anton van Leeuwenhoek (1632-1723), 
  • Lonis Pasteur (1822-1895), Robert Koch (\ 843-1910), 
  • Paul Ehrlich (1854-1915), and the 
  • Rev. Edward Stone (1760) found the cold medicine and pain relief (analgesia), the salicin from the bark of the plant Willow (Salix alba).  
Through hydrolysis and oxidation reactions produced salicylic acid is more effective. Evolved into aspirin by acetylation process in 1893, which does not cause irritation and is a prodrug. In 1880, it was discovered an anesthetic drug and Cocaine from Erythroxylum coca grown into procaine. Antibiotic penicillin was discovered by accident by Fleming (1928) while conducting research and conducted various Staphylococcus reisolasi (1940) and clinical trials by Chain, Florey.

Drugs from natural ingredients


Since the 19th century is rapidly evolving drug discovery, the discovered drugs barn with more modern methods. To produce a new drug is not easy, stages take more than 15 years since through five stages,
  • ie screening,For screening usually begins with in vitro assays, namely isolation based activity (activity guided isolation) to obtain the active compound. Sources of raw materials through the screening of drugs other than plants can also be of animals, microbes, endofitik, and marine life as well as from commercial drug 
  • identification of the lead compound (the active compound),Identification can be done with the support structure, especially FT-NMR instrument and MS 
  • optimization of active compounds, Active compounds which can be obtained directly tested in vivo, but can also be optimized first activity by studying the structure and activity relationship (quantitative structure-activity relationships, QSAR) by designing derivatives and analogues in order to obtain a more promising active compounds.After that, it will proceed through the test in vivo or known jumIah preklinikal requiring relatively large sample 
  • Preclinical testing. Preclinical trials conducted include effectiveness (dose), acute toxicity (LDso), and toxicity SUBCHRONIC.   
  • Clinical I-N.In addition to a long time and considerable expense, the research is still a lot of risk unsuccessful, Drugs from natural ingredients
source references: http://www.pdii.lipi.go.id/read/2012/11/28/pengembangan-bahan-alam-untuk-obat-baru-antikanker-dan-antikolesterol.html



Kamis, 29 November 2012

Zamia Culcas

tanaman zamia culcas
Tanaman Zamia Culcas termasuk salah satu jenis tanaman hias yang sangat enak dipandangi, perpaduan bentuk antara batang dan daun yang rimbun membentuk suatu pandangan terhadap nilai seni tanaman hias, berwarna hijau pekat, dengan daun kecil kecil yang seragam

Tidak banyak yang mengoleksi tanaman Zamia culcas, dapat digunakan sebagai tanaman indoor, dipasangkan pada beranda rumah, dan kuat untuk didalam ruangan, tetapi juga kuat terhadap terik sinar matahari, tetapi lebih bagus pertumbuhannya apabila di tempat yang teduh

Termasuk jenis tanaman yang bandel, dapat hidup dengan baik walaupun kurang terhadap siraman air atau sebaliknya, ada dua jenis tanaman ini, yang pertama berdaun rapat, dengan ukuran lebih kecil tetapi jarak antar daun lebih rapat, dan yang satu lagi sebaliknya dari ciri fisik diatas, dan yang lebih jarang disebut tanaman Zamia Culcas lokal

Cara perbanyakan atau perkembang biakan tanaman ini ada dua  cara yaitu
  1. cara pemisahan batang dari rumpun
  2. Penanaman daun, yang mana bonggol atau ujung daru batang daun akan berubah menjadi umbi yang akan menjadi induk dari tanaman zamia culcas

Label